
( Monolog Indah )
Aku terus mengabaikan segala kejanggalan yang terjadi, dan tetap berpikiran positif tanpa mau menaruh kecurigaan kepada Kak Mathew, bila kecurigaan itu kembali muncul di benakku, cepat - cepat kuabaikan segala macam pikiran yang tidak berguna bagi batinku, aku tetap berusaha untuk percaya semuanya kepada Kak Mathew walaupun hati kecilku selalu berkata lain.
Ujian Akhir Nasionalku sudah di depan mata, segala masalah percintaanku kusingkirkan dan aku fokus untuk mempersiapkan diriku demi masa depan pendidikanku, dengan giat aku belajar dan selama ujian sekolah di tambah ujian nasional total ujian adalah selama dua minggu, dan selama dua minggu ini kak Mathew juga tidak menghubungi sama sekali, baik lewat telepon maupun lewat pesan singkat, aku pun tetap mengabaikannya,
Segala Ujian ku lewati dengan baik, dan selama dua minggu pula aku merasa hatiku baik - baik saja walaupun kak Mathew tidak menghubungi sama sekali, dan aku selalu berdoa kepada Tuhan, agar Tuhan memberikan kekuatan pada hatiku apapun yang terjadi dengan hubunganku dan Kak Mathew,
Setelah Ujian, dengan sengaja aku masih tidak menghubungi Kak Mathew, karena aku tau sebentar lagi, tinggal dua bulan lagi kak Mathew pulang, dan aku tau sebentar lagi aku akan bertunangan dengannya, dan semua akan baik - baik saja, gumanku selalu. Hingga suatu malam sms itu masuk ke ponselku,
"Apakah kamu tau? jika Mathew sekarang berpacaran dengan seorang wanita disini?" - Mr.X
Mataku membulat sempurna, lagi - lagi dadaku terasa sesak, aku tidak membalas sms itu, dan sepuluh menit kemudian
"Bahkan sudah dua minggu ini Mathew sudah melupakan kamu kan?, Karena dia sedang asik dengan wanitanya disini" - Mr.X
Lagi - lagi sms itu kuabaikan sampai esok hari tiba, tidak ada air mata setetespun yang jatuh dari pelupuk mataku, hati benar - benar tegar kali ini, seakan hatiku juga mati rasa, Lalu malamnya aku menerima telepon dari kak Mathew,
"Selamat malam, ada yang bisa saya bantu?" sambutku,
"Malam sayangku...., apakah ujiannya sudah selesai?" tanya kak Mathew,
"Iyah sudah kak..., bagaimana kabar kakak di sana?" aku bertanya dengan ramah, seolah tidak ada apapun yang mengganjal dalam hatiku,
"Kakak baik - baik saja sayang, adek..., kakak ada buatkan adek kalung dengan permata hitam di buat bentuk anggur, nanti kalau kakak pulang, kakak kasih ke adek yah.." suara kak Mathew terdengar begitu bahagia,
"Benarkah? nggak usa repot - repot kak..., Indah sayang sama kakak.., asal kakak pulang dengan selamat sudah cukup untuk Indah" jawabku,
"Terima kasih sayang..."
"Kak..., apakah Indah boleh bertanya?"
"Boleh, tanya saja.."
__ADS_1
"Jawablah dengan jujur..., apakah kakak di sana berhubungan dengan kak Martha?" aku sendiri kaget dengan pertanyaanku dan mengapa kusebutkan nama martha, tapi entahlah tiba - tiba pertanyaan itu keluar dengan sendirinya,
"Ah... kamu jangan sembarangan Indah, kakak di sini nggak macam - macam loh.."
"Baiklah..., lalu mengapa beberapa bulan lalu kakak bilang ke kak Frans kalau kakak putus sama Indah?" tanyaku dengan nada datar,
"Karena dia usil, jadi kakak malas berbicara dengan Frans"
"Baiklah.." aku tidak ingin memperpanjang pembahasan soal apapun,
"Adek..., satu minggu lagi adek ulang tahun kan?, mau hadiah apa?"
"Indah nggak mau hadiah apa - apa, hanya ingin kakak Pulang"
"Baiklah.."
"Kak..., Indah capek.., Indah mau istirahat, boleh kan kak?"
"Yah uda..., selamat Istirahat sayang"
"Tolong akhiri hubunganmu dengan Mathew, karena aku sudah hamil anaknya Mathew!"
DEG!!!
DEG!!!
DEG!!!
Mustahil..., ini tidak benar..., Bila aku bertanya kepada Mathew dengan ngotot Mathew akan menyangkalnya, aku sangat tau sikap Mathew, dia bahkan rela bersumpah diatas segala kebohongannya, hatiku yang tegar berubah bagai serpihan kaca, hancur berantakkan, bagaimana agar Mathew mengakui semua perbuatannya, rasanya tidak mungkin, dan bila aku memutuskan secara sepihak, apa yang akan terjadi, iyah kalau dia melakukan segala perselingkuhan ini? Jika tidak??? maka aku akan menyesal seumur hidupku, tapi hatiku berkata bila wanita ini tidak sedang berbohong..., bila mathew menghamili wanita ini, lalu bagaimana aku yang sudah di rusak oleh Mathew..., siapa yang lebih berhak dari siapa..
Sungguh malam yang panjang dan penuh dengan segala pergelutan di hatiku, aku tidak tahan lagi, protesku pada Tuhan, lalu apa yang harus kulakukan!!! APA YANG HARUS AKU LAKUKAN TUHAN!!!!! tangisku padaNya..,
Malam itu segalanya terasa buntu..., sampai hati kecil ini berbicara "Bila Mathew adalah Jodohmu Indah, tidak akan ada yang dapat menghalangi kalian untuk bersatu, Namun jikalau Mathew bukan jodohmu Indah, apapun caramu untuk memaksakan segala keadaan menjadi baik - baik saja dan caramu untuk mempertahankan hubungan kalian tidak akan pernah berhasil, kalian akan berpisah cepat atau lambat"
__ADS_1
Air mataku luruh...., aku berserah kepada Tuhan.., aku kembali merenung dan merenung namun tidak membawa hasil apapun, dan bila aku berkelahi dengan Kak Mathew pun, bila wanita itu memang hamil maka, yang memiliki hak sepenuhnya atas Mathew adalah wanita itu.., aku hanyalah remaja yang sial dalam hal ini
____________
Selama satu minggu aku terus bergumul untuk mengambil keputusan yang terbaik, dan besok adalah hari ulang tahunku, aku akan menunggu sampai ulang tahunku berlalu, aku ingin setenang mungkin menghadapi masalahku dengan Kak Mathew, walaupun aku tau, aku tidak mungkin bisa tenang.
Kuingat kembali janjiku kepada Tuhan..., janji itu kutepati.., aku tidak menjalin hubungan dengan siapapun, dan aku tidak membuka hatiku untuk siapapun, Namun bila Kak Mathew yang mengingkarinya maka ini akan menjadi perselingkuhannya yang terakhir, "Aku akan memberikan kebebasan untuk kamu Kak..." lirihku pada diriku sendiri sambil tersenyum kecut.
Dan Ulang tahunku pun tiba..., kurayakan dengan sederhana, mengundang beberapa sepupuku, dan beberapa teman - temanku, sangat sederhana, Malam itu aku menerima telpon lagi kak Mathew, dan kujawab seperti biasa, segala doa kebaikan untukku di ucapkan untuknya, aku pun mengucapkan terima kasih, segala kata mesra yang Mathew ucapkan terasa hambar di hatiku, aku sudah tidak merasakan sedikit pun rasa berbunga - bunga, namun kata - katanya seolah membuatku muak.
Hanya saja aku tidak ingin mengacaukan sedikitpun kebahagianku hari ini..., Besok aku akan mengambil keputusan untuk hubungan kita kak., gumanku pada diriku sendiri, Aku akan siap dengan segala resikonya,
___________
Setelah menunggu dua hari, kini hatiku telah siap dengan keputusanku, untuk melepaskan Mathew kali ini, Sore itu setelah aku pulang sekolah aku mengambil ponselku dan mengetik pesan singkat kepada kak Mathew..., Yah.,, kuakhiri hubunganku dengan Mathew hanya lewat pesan singkat
" Tiga Tahun setengah, kita jalin hubungan ini dengan segala cara kita mencoba untuk mempertahankan hubungan kita, tidak ada yang lebih menyakiti hatiku dari pada kamu kak..., dan tidak ada pula yahg kubutuhkan selain kamu kak..., segalanya telah kamu ambil dari diriku, pikiranku..., hatiku bahkan tubuhku telah menjadi milikmu.., aku selalu mencoba untuk berkompromi dengan segala kesalahanmu.., dan begitu pula dengan dirimu yang selalu berkompromi dengan kelakuanku yang masih sangat kekanak - kanakan. Bahkan..., disaat kamu merenggut sesuatu yang berharga dari diriku, aku merasa bahwa kakak sudah terpatri di dalam kehidupanku kak.., berat rasanya aku harus merelakanmu untuk seorang wanita yang lebih berhak terhadap fisik dan tanggung jawabmu dari pada aku, kupikir selama ini, aku lah yang paling berhak untuk dirimu kak..., aku lah yang paling berhak untuk menuntut segala tanggung jawabmu terhadap diriku..., namun... impian pertunangan kita hanyalah tinggal impian.., karena ada seorang anak yang sedang menanti pertanggung jawabanmu dan seorang wanita yang lebih memiliki hak atas dirimu dari pada aku kak..., hari ini aku meminta berhentilah bersandiwara kak..., aku tidak apa.., aku ikhlas melepasmu kak.., dan bila kakak tidak mau lepas dariku, maka ingatlah bahwa akulah yang telah mengakhiri hubungan ini, aku membebaskanmu dari segala tanggung jawabmu terhadapku, cintaku untuk kakak telah habis bersamaan dengan tumbuhnya janin di rahim wanita itu, maaf aku tidak mencintaimu lagi" - Indah
Air mata ku kembali bercucuran, namun hatiku lega..., hatiku lapang... aku tidak ingin larut dalam kesedihan, aku akan segera membuka lembaran baru dalam hidupku.., aku tidak perlu menanti jawaban apapun dari Kak mathew, karena apapun argumennya, aku tetap akan mengakhiri hubunganku dengannya, karena aku yakin, seberapa besar usahaku untuk mempertahankannya semua akan sia - sia, Kak Mathew tetap akan berpaling dariku.., begitu pula sebaliknya, seberapa besar usahaku untuk menghindar darinya, jika Mathew memang jodohku, kami akan bertemu kembali dan bersatu kembali,
*
*
*
**The end
Kisah ini akan berlanjut di "Aku adalah Indah part 2", Segala reaksi dan jawaban dari teka - teki kejanggalan yang terjadi dengan hubungan Indah dan Mathew akan sedikit terbuka pada bagian Part 2, Aku akan membocorkan sedikit prolog pada Kisah Aku Adalah Indah part 2 di episode "Prolog Aku adalah Indah *part 2" di episode akan datang.
dan pada bagian Part 2 akan Lizbeth kerjakan 3 minggu lagi kalau Mbk Indah sdh pulang, dan selama 3 minggu ini, Lizbeth bakal fokus untuk kisah Fiksi Lizbeth di Novel yang berjudul "My fatamorgana love dan Portal Jiwa"
Terima kasih untuk semua Readersku..., Lizbeth minta tolong bantu Vote dan like kisah ini, juga bila berkenan membagikan kisah ini kepada para sahabat dan keluarga, semoga kisah ini bermanfaat bagi kita semua,
__ADS_1
See you***...