Aku Adalah Indah

Aku Adalah Indah
Masa Depan Roy


__ADS_3

kriingg....,krriinggg...., kriiinggg....,


"Haloo..."


"Indah, kamu dimana? kita sudah terlambat latihan band.."


"Aku di pasir putih Roy.."


"Kenapa dengan suaramu?? jangan kemana - mana, kamu di depannya taman pelangi kan?"


"Iyah Roy.."


Setelah menunggu hingga dua puluh menit akhirnya Roy datang, dengan tergesa - gesa Roy berlari menghampiri Indah, tanpa berkata - kata Roy langsung memberikan satu pack tisu kepada indah,


"Mengapa kamu menangis disini? bukankah lebih baik kamu latihan bersama kami dan menangis karena menghayati lagu yang kamu nyanyikan Ndah?" goda Roy untuk menghibur Indah, mendengar perkataan Roy, Indah tertawa


"Iyah yah..., aku akan lebih menghayati lagu - lagu kita hahahahaa!!" jawab Indah sambil tertawa,


"Sudahlah jangan menangis lagi, ayo kita latihan sekarang, dan setelah itu aku akan mengadakan acara syukuran kecil" sambung Roy,


"Acara apa Roy?" tanya Indah,


"Aku lulus masuk kepolisian Ndah, akan pendidikan selama sembilan bulan" jawab Roy sambil tersenyum, "Setelah aku menjadi polisi, aku akan datang ke rumahmu, siapa tau kita berjodoh dan mamamu akan menerima ku jadi menantunya" sambung Roy,


Indah hanya tersenyum kecut kepada Roy, "Jangan mengharapkan aku Roy, aku tidak pantas untuk mu dan ibumu, aku tidak bisa berpaling dari mathew apapun keburukkan Mathew, aku akan tetap bersama Mathew," Jawab Indah,


"Sekalipun kamu akan di khianata berulang kali???? apakah kamu akan tetap bersama dengan Mathew?" tanya Roy sambil mengeryitkan dahinya, seakan heran dengan perubahan sikap Indah,


"Iyah, mungkin saja.." lirih Indah,


"Indah kami bukan wanita sebodoh dan selemah ini," tegas Roy,

__ADS_1


"Mungkin sekarang aku sudah menjadi sangat lemah Roy..., aku sangat lelah dengan sikap mamaku..., dan aku lelah dengan sikap ketidak tegasan papaku, aku tidak memiliki sandaran hidup Roy.., kalau bukan sama Mathew lalu siapa lagi?" Indah terisak menangisi nasibnya,


"Ndah.., ada aku.., aku akan menjagamu dengan baik" sambung Roy,


"Tidak Roy..., tidak akan pernah mungkin terjadi, bila mungkin aku pun tidak akan bersedia.., aku sangat bahagia dengan berita kelulusanmu, namun aku pasti akan sangat kesepian dan kehilangan sosok seorang kakak laki - laki" Ucap Indah sambil memaksakan dirinya untuk bisa tersenyum, "Dan aku sudah berjanji kepada Tuhan, kalau aku akan setia kepada Kak Mathew" tutup Indah..


"Baiklah.., apapun yang membuatmu bahagia Indah.." akhirnya Roy menyerah dengan keputusan Indah,


"Ceritakan apa yang sebenarnya terjadi sampai buat kamu menangis seperti ini?" Tanya Roy sambil menatap kedua mata Indah,


"Bukankah harusnya kita latihan?" Indah ingin mengalihkan pembicaraan,


"Biarkan saja, aku sudah minta ijin dengan mereka saat mau datang jemput kamu, dan kita punya waktu satu jam untuk ngobrol, terus kita bersama - sama ke acara syukuranku" Jelas Roy,


Indah pun menceritakan kejadian yang terjadi di rumah, bagaimana mama bersikap, dan bagaimana mama dengan cepat berubah drastis hanha karena uang, seolah Perasaan indah menjadi celengan untuk mama, dan seolah indah dimanfaatkan demi kepentingan Materi mamanya Indah, mendengar cerita Indah, Roy sangat prihatin dengan kondisi Indah, dan tidak berani memberikan penilaian atau pendapat apapun, roy hanya menarik nafasnya dalam - dalam dan menggelang - gelangkan kepalanya, seolah Roy sangat heran dengan sikap mama Indah,


"Ndah...Aku tidak dapat memberikan pendapan apapun Ndah..., aku hanya bisa menasehatimu, kamu harus berani mengambil sikap dan menentukan jalan hidupmu dimulai sekarang, dan aku juga berharap kamu bersabar menghadapi segala cobaan hidupmu, hanya kamu harus berhikmat, jangan larut di aliran air keruh, kamu harus berusaha mencari sumber mata air yang jerih untuk kelangsungan hidupmu" Mendengar nasehat Roy, Indah tak kuasa menahan tangisnya,


"Yah udah, yuk kita pergi ke rumah makan, anak - anak sepertinya sudah menunggu kita di sana" ajak Roy, dan Indah pun mengiyakan, selama perjalanan Indah berusaha untuk menerima apa yang memang terjadi pada kehidupannya, walaupun sakit namun Indah yakin kalau Indah masih sangat beruntung di banding beberapa orang yang mungkin lebih tidak beruntung,


Sampailah mereka di rumah makan dan benar, seluruh anak - anak band telah menunggu Roy dan Indah, dan mereka saling memberikan salam satu sama lain, setelah mereka menikmati makan malam sederhana bersama, Demas pemain gitar rhytem memberikan sedikit doa untuk Roy,


"Roy, selamat atas kelulusanmu yang secara murni dan semoga semua proses pendidikan berjalan lancar sehingga kelak kamu bisa menjadi pengabdi negara dan menjadi anak yang selalu melindungi mamamu" ucap Demas,


"Thanks yah bro.." Roy terharu mendengar doa Demas, "Indah..., apakah kamu nggak mau memberikan aku doa yang baik?" tanya Roy, dan Indah pun tersenyum kepada Roy, lalu berdiri dan memulai doanya untuk Roy,


"Semoga semuanya lancar yah Roy, dan Roy secara pribadi kamu akan selalu Indah kenang sampai kapanpun, kamu bukan hanya sekedar sahabat, dan bukan hanya sekedar seseorang yang aku anggap sebagai kakak, but you more than brother and close friend, mungkin di masa ini kita tidak berjodoh, tapi bila reinkarnasi itu ada, maka aku sangat berharap direinkarnasikan menjadi pendampingmu, aku berharap kamu yang menjadi pelindungku, dan kini nasib membawamu menjadi seorang calon pelindung dan pengayom masyarakat, maka jadilah sesuai harapan negara dan harapan masyarakat yang membutuhkan perlindungan darimu, dan doa terakhirku serta harapanku, pleaseee..., setelah kamu menggunakan seragam coklat itu.., stop menjadi playboy dan jadilah pria yang setia serta menghargai wanitamu" ucap Indah lalu memeluk Roy, karena terharu Indah kembali meneteskan airmata, sedangkan Roy merasakan sesak pada dadanya


"Dadaku sesak mendengar semua doamu Indah.." bisik Roy, Indah hanya tersenyum, dan malam itu mereka berkelakar sampai puas dengah semua para sabahatnya, hingga hampir tengah malam, Roy berpamitan kepada teman - teman lain untuk mengantarkan Indah, dan berjanji akan kembali berkumpul lagi, Indah pun mengikuti ajakan Roy yang ingin segera mengantarnya pulang,


Sesampai di halaman rumah, Roy menggenggam tangan Indah dengan kuat dan menatap Indah penuh arti, "Benarkah?? bila ada reinkarnasi, kamu berharap menjadi pendampingku?" tanya Roy lembut,

__ADS_1


"Seratus persen, iyah..., sayangnya di kehidupan sekarang kita hanya sebatas sahabat" sahut Indah diiringi dengan senyuman,


"Ingatlah Ndah.., kamu harus kuat menghadapi semuanya yah..., jangan pernah menyerah walau hanya sedetik, bahkan berniat pun jangan.." ucapan Roy sangat mengena untuk Indah,


"Aku akan berusaha Roy..." lirih Indah,


"Tidak!! berjanjilah..." ucap Roy,


"Baiklah aku berjanji" jawab Indah sambil tersenyum pelik,


Lalu mereka saling mengucapkan salam perpisahan, dan Indah masuk kedalam kamarnya, dengan perasaan tak menentu, kini tidak ada lagi sahabat dekatnya yang benar - benar akan hadir kapanpun di butuhkan, namun indah tersenyum bahagi, dalam hatinya ia sangat bersyukur karena Roy akhirnya memiliki masa depan cerah yang sedang menantinya, bahkan Roy akan mengangkat derajat ibunya yang hanyalah seorang penjual sayuran di pasar dan seorang janda, namun ibunya Roy adalah wanita yang luar biasa, selalu mengutamakan anak dan banyak berkorban demi Roy, dan kini semua jerih payah itu terbayarkan.


*


*


*


(Pesan Indah Asli)


*Roy..., adalah nama asli dari sahabatku, aku sengaja tidak menggantinya, karena Roy adalah sahabatku yang paling spesial yang tidak akan pernah kulupakan sampai kapanpun, walaupun kini kami sudah sekitar enam belas tahun (16 tahun) putus komunikasi, namun jauh di lubuk hatiku, aku percaya bahwa dia sangat mengingatku seperti aku yang mengingat betapa Roy sangat baik dan selalu menjadi sosok kakak dalam hidupku yang tidak pernah kudapatkan sebelum bertemu dengan Roy dan setelah pertemuan terakhirku dengan Roy, hanya Roy yang pernah singgah di kehidupanku menjadi sosok sahabat, kakak, bahkan pria yang mencintaiku tanpa mengharapkan untuk memilikiku, bila Novel ini dibaca oleh kamu Roy..., aku berharap kehidupanmu bahagia bersama istri dan anak - anakmu dan aku berharap bisa mengenalkan suami dan anak - anakku kepadamu, semoga Tuhan selalu memberikan kehidupan yang baik untukmu dan keluargamu, seperti sekarang Tuhan juga memberikan kebaikannya kepadaku, pesan dan doa ini khusus untuk kamu Roy...


*


*


*


*


**bersambung***

__ADS_1


__ADS_2