
#6 bulan kemudian
"Adek!! Selamat yah sayang sudah naik kelas, dapat ranking berapa sayang?" Indah begitu semangat menerima telepon dari Mathew, hubungan jarak jauh terus berlangsung, Indah dengan setia menunggu kedatangan Mathew kembali,
"Cuman peringkat tujuh kak, ahahahahaa!!!! gak bisa masuk tiga besar, murid - murid lain alim kak, nggak badung kayak Indah, Hahahahaaa!!!" jawab Indah sambil tertawa terbahak - bahak,
"Yah udah, gak apa - apa, disyukuri aja, berarti tinggal dua tahun lagi yah, bakal kakak lamar sayang" Sahut Mathew dari balik telepon,
"Hmmmm......, kita lihat aja nanti kak, hehehehee..., kak.., kapan pindah ke sini kak?" tanya Indah penuh harapan mendapatkan jawaban yang merupaka kabar baik dari Mathew,
"Entahlah sayang..., kakak belum bisa memastikan, permohonan kakak malah harus ditinjau kembali, kakak berharap bisa sepecatnya pindah dekat denganmu"
"Iyah kak..., Indah juga berharap bisa segera tinggal dalam kota yang sama dengan kakak, yah uda kak, sebentar lagi Indah mau pergi les kimia, lusa kita kontak - kontak yah..., Oh yah kak..., beli ponsel kak... biar kita bisa selalu berkirim pesan singkat setiap saat kak.." pinta Indah, dan Mathew menyetujui permintaan Indah tanpa berpikir panjang,
"Iyah sayang.., besok kan kakak gajian, besok langsung kakak beli yah...dan kirim uang ke mama kamu" jawab Mathew,
"Okay kak.., kalau besok uda ada ponsel langsung kirim pesan yah kak.., kakak sudah tau kan nomor ponsel Indah kak?"
"Iyah sudah kok, yah uda kakak mau ada kerjaan nanti kita besok kakak telpon lagi yah..." Mathew menyudahi pembicaraan, namun Indah masih belum puas berbicara dengan Mathew,
"Kak,,, kok buru - buru?" tanya Indah dengan suara tidak bersemangat, namun tiba - tiba terdengar suara seorang wanita dari jauh "Ayooo Math..." Ajak suara itu, "Siapa itu kak?" Indah penasaran dengan pemilik suara tersebut,
"Ibu komandan dek, makanya kakak bilang besok baru di lanjutkan,"
"Baiklah kalau begitu, besok aku tunggu kabar dari kakak yah,,,muuaaachhh" Indah merasakan Cinta yang sudah berakar cukup dalam di hatinya,
"Iyah sayang..., kakak pergi dulu yah..." Pamit Mathew dan mengakhiri telepon.
__________
#Telpon Asing
kriiinggg...... kriiiinggggg..... kriiiiiinggggg..... Suara dering telepon rumah memecahkan keheningan sabtu pagi, Indah yang mendengar telepon rumah berdering segera berlari mengangkat telepon rumahnya,
__ADS_1
"Halo selamat pagi, maaf dengan siapa saya berbicara" sambut Indah dengan ramah,
"Ndahhhh!!! aku Vany!! aku kangeeennn Ndah!!! ini aku lagi sama Maya.., yukkk jalan - jalan!!" terdengar suara Vany penuh semangat,
"Yah Tuhan Van..., setelah sekian lama baru kamu hubungi aku Van? kemana saja kamu selama ini Van?" Indah sangat merindukan sahabatnya di kala SMP dulu,
"Aku SMA di malang Ndah..., Maya juga di malang, kami masuk asrama, ini baru pulang" jawab Vany,
"Kenapa kalian pergi nggak ngabari aku sama sekali Van?? Kalian jahat sekali" Indah terdengar merajuk,
"Eh ini Maya mau ngomong" Lalu Vany memberikan telepon kepada Maya,
"Indaaahhh, I miss you beb..beb..." Sungguh maya terdengar tidak berubah sama sekali, tetap saja ceria seperti dulu,
"My God, Maya!! kamu bisa - bisanya satu sekolahan sama Vany dan nggak ada dari kalian satu orangpun yang ngabari aku yach...??! Tega yah kalian ini" lagi - lagi terdengar Indah merajuk, dan di sambut suara tawa geli dari kedua sahabatnya itu,
"Ndah.., aku sudah nggak sabar ngegosip Ndah..., kita ketemuan dimana Ndah? atau aku ke rumahmu aja?" tanya Maya,
"Okay, sayangku, see you... muaachh" terdengar Maya dan Vany setengah berteriak di balik teleponnya,
"Hmmmmm..., sungguh kalian ini!! menyebalkan dan membuatku kangen" tiba - tiba Indah mengenang masa SMP nya dan tak terasa matanya berkaca - kaca karena terharu, ternyata kedua sahabatnya masih mengingatnya.
Seperti biasa Indah membersihkan rumah dan seelah itu membersihkan dirinya, terlihat mama lagi memasak di belakang, lalu Indah menyusul mamanya, tiba - tiba Indah teringat akan gaji yang diberikan oleh Mathew kepada mamanya, selama ini Indah ingin menanyakan masalah ini, namun selalu saja waktu tidak pernah tepat dan selalu saja ada halangan, namun kini Indah ingin memberanikan diri untuk berbicara empat mata dengan mamanya.
"Ma..., Indah bantu yah ma..." Indah menawarkan bantuan kepada mama sambil pelan - pelan mengambil hati mama,
"Iyah itu tolong wortel dan kentang di kupas terus di potong dadu yah.." perintah mama sambil menunjukkan baskom sayur. Lalu Indah mengupas dan memotong wortel juga kentang sesuai dengan perintah mama,
"Ma... Indah mau nanya..., tapi mama jangan marah yah ma..." Indah pelan - pelan membuka pembicaraan,
"Kenapa?" tanya mama singkat, Indah melihat raut wajah mama dan merasa sedikit takut dengan mamanya,
"Mama janji dulu kalo Indah tanya mama nggak marah, karena Indah hanya ingin tau satu hal saja" Sekali lagi Indah ingin memastikan,
__ADS_1
"Baiklah, mau tanya apa?" sahut mama sambil mengaduk sup yang lagi di campur garam dan penyedap rasa,
"Ma..., kok Kak Mathew ngasih sebagian gajinya ke mama to ma?" tanya Indah,
"Yah nggak tau, dia yang mau, tapi kan bagus itu, mama sudah bilang kan dari awal, punya pacar yang mapan dan nggak pelit, nah kayak Mathew ini bagus ini, mama senang sama dia." Puji Mama,
"Hmmm..., tapi..., kalau nanti Indah sampai putus sama Mathew gimana ma? kalau sampai dia minta kembali semua uang - uangnya ma?" tanya Indah kawatir,
"Kenapa kamu harus putus?!!! Selama dia bisa menunjang dan menguntungkan yah jangan diputusin, kecuali dapat ganti yang lebih bagus dan kaya Ndah!! Jangan Goblok jadi perempuan!" sahut mama cetus,
"Indah kan hanya tanya ma..., kalau nggak jodoh gimana," sambung Indah,
"Jodohmu yang nentukan mama!! bukan kamu!! kalo kamu nggak nurut aku, aku usir kamu Ndah!!" tiba - tiba mama terdengar emosi dengan pertanyaan Indah, tidak mau memperpanjang masalah dengan mama, Indah memilih nurut dengan mama,
"Iyah.., maafkan Indah ma.." lirih Indah, tiba - tiba terdengar suara ketuk berkali kali dari pintu rumah, "Ma...,itu pasti Vany dan Maya ma..." dengan penuh semangat Indah memberitahu kepada Mamanya,
"Yah sudah buka sana pintunya" perintah mama,
Indah buru - buru lari ke arah ruang tamu, dan membuka pintu rumahnya, benar saja di balik pintu ada kedua sahabat yang telah memendam rasa rindu kepada Indah, mereka berpelukan dan saling meneteskan airmata bahagia, karena sudah selama satu tahun mereka tidak bertemu. Indah mengajak kedua sahabatnya masuk kekamarnya dan sekali lagi mereka saling berpelukkan sambil mengucapkan kata rindu satu sama lain, Vany dan Maya mulai menceritakan bagaimana kehidupan mereka selama di Asrama, begitu pula dengan Indah menceritakan hari - harinya selama di sekolahannya, canda tawa terdengar, dan tiba - tiba mama Indah datang membawakan camilan juga sirup dalam satu teko yang besar berisi es batu.
Suara Ponsel Indah terdengar jelas, namun nomor yang menelpon Indah tidak terdaftar di kontak ponselnya, "Halo selamat pagi," Jawab Indah,
"Wooiii!!! Anak kecil goblok!! Putusin Mathew!! aku pacar Mathew dan asal kamu tau aku sudah melakukan hubungan intim sama Mathew, jadi kamu harus putusin Mathew!! anak kecil tolol!!" tutt....tuttt...tuutt..., tiba - tiba wanita dibalik telepon itu mematikan sambungan teleponnya...
*
*
*
*
bersambung
__ADS_1