Aku Adalah Indah

Aku Adalah Indah
First Boyfriend LOSE with First Love


__ADS_3

"Van, dia uda ketemu orangtuaku, aku juga sudah di kenalkan ke orang tuanya van..., gak mungkin aku mutusin Kak Mathew kayak gitu Van..., dan lagian Kak Mathew uda kerja, mamaku bilang harus dengan orang yang mapan agar dia juga bisa membantu kebutuhanku, kamu kan tau Van kalo papaku kemarin sempat bangkrut karena Krisis moneter, dan sekarang baru saja memulai kembali usahanya Van" jawab Indah memelas kepada Vany


Vany langsung memeluk sahabatnya itu "Apapun yang terbaik untuk kamu Ndah.., aku hanya bisa memperingati dan mendoakan yang terbaik, tapi ingat kita hanya anak kecil di mata mereka Ndah, jadi kamu juga harus tetap hati hati yah...", kata kata Vany sangat berarti bagi Indah, dan Maya pun yang melihat momen itu juga ikut memeluk Indah dan Vany "Aku juga sayang kalian" kata Maya, di sambut gelak tawa ketiganya


Indah yang saat itu masih remaja tidak mengerti ancaman apa yang ada bagi masa depannya, baginya saat itu hanyalah bagaimana Indah bisa membantu kedua orang tuanya lewat status hubungannya dengan Mathew, memang tidak di pungkiri jika Mathew sedikit banyaknya membantu perekonomian keluarga Indah.


Oleh karena itu Indah mengatakan kepada Vany jika semuanya tidak semudah itu untuk memutuskan Mathew, walaupun hati kecilnya berkata lain.


Usia empat belas tahun seorang remaja sudah harus memikirkan banyak hal, padahal masa masa remaja layaknya di habiskan utamanya untuk belajar dan merajut masa depan.


Bukankah begitu?


#Pulang Sekolah


"Indah"


Kriiiinggg!!!!!! Kriiiiiingggg!!!!!!!! Kriiiiiinggg!!!!!!!!!


"Yang Matematikanya belum selesai, Belum Boleh pulang!!" Ibu Vony memperingatkan kami semua satu kelas, sebenarnya semua soal sudah di kerjakan oleh Indah, namun Indah menunggu semua teman temannya selesai baru ikut mengumpulkan lembar ulangan, Iyah untuk mata pelajaran yang satu ini merupakan salah satu mata pelajaran favorit Indah.


Beberapa menit kemudian sebagian teman teman Indah berbondong bondong mengumpulkan lembar ujian matematika, dan di susul dengan Indah terakhir.


Dari kejauhan Indah melihat Patrick sudah menunggunya,


"Hai, Patrick..." Sapa Indah gerogi, merasa bersalah kepada Patrick, yang seumuran dengannya.

__ADS_1


"Hai..., gimana liburannya kemarin?" tanya Patrick, Tegggg!!! Hati Indah tidak enak mendengar pertanyaan Patrick, Iyah bagaimana Indah bisa bertingkah biasa saja jika Indah melakukan sebuah kesalahan yang akan membuat remaja laki - laki di hadapannya ini kecewa. Bagi Indah, Patrick adalah remaja yang baik, yang tidak pantas diperlakukan seperti yang selama ini dia lakukan.


"Itu yang mau aku bicarakan, aku mau minta maaf sebelumnya, Patrick aku..., hmm.... aku... mau minta udahan, Karna.." belum selesai Indah menjelaskan Patrick sudah menjawab


"Nggak apa apa, yah uda aku balik" jawab Patrick dengan senyuman lebar dan berteriak ke arah teman temannya "BEBASSS!!!!! YESSS AKU BEBASSS!!!" teriak Patrick.


Indah bingung melihat reaksi Patrick, apakah benar Patrick merasa bebas dan bahagia ataukan itu hanya sekedar ungkapan rasa kecewa nya terhadap Indah, Namun semua sudah terjadi dan sudah berakhir pikir Indah, tanpa mau mengambil pusing dengan reaksi Patrick..., Indah berjalan menuju ke arah Maya dan Vany untuk pulang bersama sama.


'Kok bisa Dia kayak tau bakal aku putusin yah? mana dia kayak senang banget lagi? wah untunglah... aku kira bakal ada drama lain, ternyata semua terselesaikan tanpa ada hambatan apapun, Yah Ampun Patrick aku sudah gerogi duluan ternyata kamu malah berteriak bahagia' Guman Indah dalam hati.


"Kecewa berat kayaknya Patrick" Tiba tiba Vany membuka pembicaraan, Indah langsung menepuk jidatnya tanda bahwa Indah sudah cukup bingung dengan apa yang baru saja terjadi,


"Masa sih Van?" tanya Indah sambil berpikir apakah dugaannya jika Patrick pura - pura bahagia apakah benar.


"Udahlah Van, lagian si Patrick teriak bahagia gitu..." timpal Maya sambil menjulurkan lidahnya kepada Vany,


"Masa sih? sampai berkaca - kaca? emang kamu lihat jelas?" tanya Maya heran,


"Iyah.. pas dia tadi teriak terus angkat tangannya ke udara kan dia sedikit menyeka wajahnya, terus ada basah dikit di bawah pelupuk matanya" Vany kembali menceritakan apa yang dilihatnya,


"Wah... ternyata hebat juga Patrick bisa kayak gitu yah... gak sangka bisa - bisanya dia menahan rasa kecewa dengan ditutupi ungkapan bahagia, ckckckck" perkataan Maya semakin membuat Indah merasa bersalah kepada Patrick yang selama ini selalu baik dengannya.


"Udah udah..., yang penting sekarang aku sudah memutuskan untuk mengambil keputusan, please lah girls jangan bikin aku galau dong... aku jadi kasihan nih sama Patrick kalau kayak gini" sungut Indah kepada kedua teman - temannya,


"Loh kalau kasihan kamu mau apa emangnya?" tanya Maya,

__ADS_1


"Mau balikan lagi?" timpal Vany,


"Apa? Nggak lah... jangan sampai, sama saja aku menyakiti Patrick berkali - kalo dong, lagian kalau minta balikan juga belum tentu dia mau" pembahasan yang sangat tidaj berfaedah pikir Indah,


"Yah jelas Patrick nggak bakal mau lah Indah, mana Dia uda teriak - teriak gitu ke teman - temannya, mana mau dia balikan lagi sama kamu" Haduh polos sekali perkataan Maya ini,


"Aku juga nggak mau balikan sama Dia Maya, bisa - bisa jadi masalah besar nanti"


"Gilak yah...., ternyata Pacar pertama Kandas sama Cinta pertama" ejek Maya kepada Indah,


"Yah.., belum tentu juga Mathew nya Indah cinta beneran sama kamu Ndah.., ati ati pokoknya" timpal Vany memberikan peringatan tajam kepada Indah, seolah - olah ada rasa khawatir yang sangat besar dari Vany, mengingat usia yang terpaut jauh sekitar tujuh tahun, Vany selalu takut pihak yang lebih muda akan di perdaya dan di manipulasi oleh orang yang lebih dewasa.


"Duh.., kamu kok negatif thinking terus sih Van, udalah Van biarin aja, yang jalani kan Indah bukan kamu dan aku" bela Maya karena melihat wajah Indah seperti kecewa dan kawatir,


Namun apapun yang dikatakan Vany, sama sekali tidak di Gubris oleh Indah, Akal sehat dan logika Indah serasa sudah tertutup oleh yang namanya 'cinta', Indah tetap teguh untuk mempertahankan hubungannya dengan Mathew.


"Makasi yah Vany, aku tau kamu sangat sayang aku sebagai sahabatmu dan nggak mau aku kecewa, aku akan berhati hati" jawab Indah untuk menenangkan Vany yang terlihat sangat mengkhawatirkan Indah, karena bagi Vany berpacaran dengan orang yang jauh dewasa hanya akan menyakiti diri sendiri, mungkin Vany punya pengalaman tersendiri, sampai - sampai terkesannya Vany over protective, Namun tetap saja Indah selalu berpikiran positif dan berpegang pada pendiriannya. Indah berpikir segalanya sudah terjadi dan akan di jalani dengan baik dan sebagaimana mestinya


*


*


*


*

__ADS_1


*


bersambung,


__ADS_2