
Sepanjang hari, Indah selalu memikirkan apa yang di katakan oleh Mathew, sambil memandangi cakar elang pemberian Mathew, Indah bingung mengapa Mathew memberikan souvenir yang tidak biasa untuk nya. Indah berencana untuk mengembalikan souvernir itu karena Indah tidak ingin menyimpan sesuatu yang tidak Indah pahami makna dari sebuah pemberian itu.
Baru saja Indah berjalan keluar halaman hotel, di depan resepsionis sudah dilihatnya Mathew sedang berbincang dengan seorang pelayan. Tiba tiba niat Indah yang awalnya ingin mencari Mathew berubah menjadi menghindar dari Mathew karena perasaan yang sangat tidak di pahaminya.
"Adek!! mau kemana?!" Panggil Mathew dari jauh sambil berlari kecil ke arah Indah berdiri.
Indah yang baru saja mau kabur dan menghilang dari penglihatan Mathew menjadi seperti pencuri yang tertangkap basah, tidak mau Indah melambaikan tangan nya kepada Mathew, dengan wajah sudah memerah karena malu Indah menghampiri Mathew "hmmmm, mau kembalikan ini kak" Jawab Indah sambil memberikan gantungan kunci kaki elang.
"Kenapa di kembalikan?" jawab Mathew dengan wajah bingung dan terlihat kecewa,
"Kenapa kakak kasih ini ke Indah?" bukannya menjawab pertanyaan yang terlontar dari Mathew, Indah malah kembali memberikan pertanyaan kepada Mathew,
Sambil berpikir sejenak Mathew kemudian mengajak Indah ke taman,
"Apakah kamu mau duduk di Taman? biar enak ngobrolnya.., yukkk masa iyah kita ngobrol sambil berdiri disini" ajak Mathew dan Indah pun mengiyakan ajakannya dengan menganggukkan kepalanya,
Dalam perjalanan ke taman tiba - tiba Mathew menggandeng tangan Indah, dan Ini pertama kalinya Indah bersentuhan kulit dengan kulit oleh lelaki yang lebih dewasa dengannya, rasanya berbeda ketika lelaki lebih dewasa memperlakukanmu seperti ini, kontak fisik itu membuat Indah lemas serasa bumi berputar sangat cepat, sangking geroginya keringat dingin mulai bercucuran, padahal kota tersebut adalah kota uang dingin, dan jika di pagi hari atau siang kota tersebut bahkan masih dingin, seperti memutar air conditioner dengan suhu delapan belas derajat celsius.
"Duduklah, kakak tadi sudah pesan 2 Teh Panas sama pelayan hotel dan beberapa camilan tadi di depan, hhhmmmmm oh iyah.., kenapa pemberian kakak mau di kembalikan Dek?" tanya Mathew saat itu kembali dengan nada bicara yang menunjukkan kekecewaan,
"hmmm..., kenapa kakak kasih Indah ini?" dan kembali Indah malah menimpali pertanyaan Mathew dengan pertanyaan yang sama seperti sebelumnya.
__ADS_1
Akhirnya tidak ingin kembali saling bertanya satu sama lain akhirnya Mathew menjawab pertanyaan Indah walaupun ada tarikan nafas yang sangat dalam,
"Agar kakak tau bahwa pasangan kaki yang kakak pegang ini ada padamu Dek" jawab Mathew sembari mengeluarkan gantungan kunci miliknya, Indah memperhatikan dengan seksama gantungan kunci yang terlihat serupa tapi tak sama, dan memang ternyata gantungan kunci itu ada dua.
"Ternyata ini sepasang kaki Elang, sebelah kiri dan sebelah kanan" Guman Indah dalam hati dan Mathew memberikan salah satu dari kaki elang itu kepada Indah.
Kini wajah Mathew tidak lagi memancarkan kekecewaan melainkan ada seutas senyuman di sana karena tau Indah sedang memperhatikan sepasang gantungan kunci ini dengan seksama,
"Dan agar ketika kamu melihat ini, kamu akan selalu ingat bahwa pasangan dari kaki elang itu ada padaku" Jawab Mathew dengan melebarkan senyuman manisnya
"Tapi... kenapa Aku harus saling mengingat jika kita memegang sepasang Kaki Elang ini kak, maaf Aku masih tidak mengerti kak" jawab Indah masih bingung,
Tanpa menjawab, Indah setuju dengan sebuah anggukan kepala, "Jika kaki terdiri dari kaki kiri dan kiri bukankah itu juga tidak berfungsi? atau kaki kanan dengan kanan? yang ada semua akan terlihat aneh seperti alien hahahaha!! tapi.. jika kaki tersebut kanan dan kiri maka tidak akan lagi terlihat aneh melainkan terlihat normal, dan sepadan, begitu juga dengan manusia kaki sepasang ibarat manusia yang juga membutuhkan pasangan Dek.., sampai disini adek sudah paham maksud kakak kan?" tanya Mathew dengan menatap kedua manik mata hitam Indah.
"Iyah aku paham tentang fungsi kaki, dan filosofi alien yang kakak maksud, aku juga paham walaupun kaki tidak berjalan beriringan, melainkan yang satu akan selalu melangkah lebih dulu barulah yang lain menyusul secara bergantian dan teratur barulah kaki bisa berjalan dengan baik, kalau itu jelas aku paham kak..." jawab Indah panjang lebar,
"Iyah benar, lalu maksud yang lebih dalam dari maksud kakak, adek paham nggak?" kembali Mathew bertanya,
"Iyah kak... paham, jika kaki beriringan bersama maka kaki kita akan sama seperti vampir di film - film mandarin kan kak?" sambil tertawa menunjukkan gigi gingsul dengan canggung Indah berharap itulah jawaban konyol yang di harapkan oleh Mathew,
Seketika itu juga Mathew terbahak - bahak, tidak menyangka akan mendengarkan penjelasan Indah, dan karena yang di depan mata sedang terbahak - bahak maka Indah pun ikut tertawa namun tertawa yang canggung karena masih benar - benar tidak paham dengan maksud pembicaraan Mathew.
__ADS_1
Setelah tertawa dan menenangkan diri sejenak Mathew menyeruput teh di depannya, begitu juga dengan Indah, menarik nafas sejenak dan akhirnya Mathew berbicara lagi,
"Baiklah, kakak akan berterus terang denganmu, tapi Indah jangan kaget yah?" jawab Mathew saat itu.
"Iyah, apa itu?" Indah sangat penasaran
"Kakak Jatuh cinta pada pandangan pertama dengan seseorang, tapi kakak belum berani mengungkapkan perasaan kakak, karena kakak takut seseorang ini tidak memiliki perasaan yang sama dengan yang kakak miliki, karena dia sangat susah di tebak semua sikapnya juga sedikit membingungkan, tapi kakak rasa karena faktor umur, dia masih remaja namun cinta tidak memandang usia kan? makanya kakak harus memastikan bila dia ada sedikit saja perasaan kepada kakak, maka kakak akan segera minta ijin dengan orang tuanya, kakak tidak mau pacaran tanpa sepengetahuan kedua orang tua gadis ini, karena kakak mau serius dengan dia" jelas Mathew panjang kepada Indah.
Ketika mendengar jawaban Mathew, Indah merasa sangat cemburu dan perasaan itu sangat membingungkan bagi Indah dalam hati indah berguman "buat apa aku cemburu yach?? kan aku ndak punya perasaan apa apa sama kak Mathew, lagian Kak Mathew ini sangat aneh dia sukanya ke orang lain ngasih suvenirnya ke aku, apa apaan sich?"
"Ohhhh..... gitu, gak kaget sih biasa aja kok" jawab Indah sedikit ketus, lalu sambil berlalu meninggalkan Mathew sendiri di taman itu.
"Loh, mau kemana dek?" panggil Mathew,
"Gak kemana - mana kok, cuman ke kamar" sambil berlalu menuju kamarnya
"Apa aku salah ngomong yah?" guman Mathew, sembari menepuk jidatnya
*teman teman jangan lupa Klik Like yah..
dan Follow IG ku @ovie.el atau @lizbet.lee terima kasih*
__ADS_1