
(Monolog Indah)
Selama satu bulan kedepan ini, sudah menjadi kebiasaan antar jemput Jack setiap hari, dan menjadi jadwal khusus untuk penjemputan Roy setiap rabu dan jumat dengan alasan latihan Band, dan memang benar setiap rabu dan jumat adalah jadwal latihanku, namun waktuku kini lebih banyak kuhabiskan bersama Jack, karena sekolah dan tempat les yang sama juga arah rumah yang sama menjadikan kami sahabat, namun hati kami lebih dari sekedar sahabat dan benar kata Roy, Jack adalah anak laki - laki yang baik, dan kelak akan menjadi pria dewasa yang baik pula.
Rasanya aku sangat menikmati rutinitas baruku selama satu bulan ini, bahkan aku sudah bisa mengabaikan rasa sakit hatiku terhadap Mathew, Bersama Roy aku merasa seolah bersama seorang pria famous yang cuek dan sangat menyanjungku sebagai kekasihnya, bahkan Roy sangat menghargai setiap jengkal waktu yang kami lalui,
"Aku tidak tau kapan ini berakhir Indah, tapi setiap kali aku bersama kamu aku selalu merasa besok adalah hari terakhir kita bersama, makanya aku selalu menghargai setiap moment kebersamaan kita," Tuturnya malam itu, setelah kami selesai latihan bersama,
"Roy..., kenapa kamu nggak berpacaran dengan wanita yang baik, aku tidak mau kamu menjadi terikat denganku dan kamu membuang waktumu Roy.." sahutku,
"Indah, aku hanya menunggu keajaiban, siapa tau kamu akan benar - benar serius dengan ku, kalau pun tidak seumur hidupmu kamu akan selalu mengingat punya mantan pacar nama Roy, ahahahahaa!!" Tawa Roy terdengar seperti biasa, seolah Roy tidak memiliki beban hidup sama sekali,
"Hmm..., Roy..., kau sungguh aneh.." umpatku dan mengajaknya pergi dari tempat latihan kami,
"Mau langsung pulang?" tanya Roy,
"Boleh, besok aku ada ujian akhir semester" sahutku,
"Baiklah.." jawab Roy,
"Selama ujian aku akan sering bersama Jack setiap harinya untuk belajar bersama" sambungku,
"Bukankah dari kemarin kamu memang lebih sering bersama Jack dari pada aku Ndah?" goda Roy,
"Hmmm...., Roy..., rasanya aku mengharapkan Jack jatuh cinta sama aku, tapi.., aku juga berharap agar Jack menjauh dari aku," lalu aku terdiam sejenak, "Karena setelah Mathew pulang, semuanya akan kacau Roy.." lirihku,
"Jangan mau dibuat kacau oleh Mathew.., Ndah..., kamu harus berani bersikap, jangan mau orang yang belum menjadi suamimu mengacaukan pikiranmu, kita terlalu muda untuk memikirkan masalah yang terlalu berat" ucap Roy sambil merangkul bahuku,
"Baiklah..,aku akan berusaha menjadi lebih berani." sahutku sambil tersenyum dan melingkarkan tanganku di pinggang Roy, kami berjalan bagaikan saudara walaupun judulnya adalah gebetan temporary, Namun dalam hal perasaan tidak ada yang menandingi sikap Roy yang sangat bisa menempatkan dirinya dalam berkespresi dan menunjukkan perasaannya.
Sesampai di rumah aku belajar untuk persiapan ujian besok, sungguh aku sangat merasakan jiwaku lebih baik ketika bersama para sahabatku, dan Roy.., juga Jack.., namun aku bergidik ketika memandang wajah Mathew yang tersenyum, "Apakah foto ini sebaiknya aku turunkan saja" gumanku, lalu dengan segera foto Mathew aku turunkan dan ku simpan di dalam lemari bajuku, Aku menyadari kepulangan Kak Mathew sudah tidak lama lagi, dan kebiasaan rutinitas baruku ini harus segera berganti Pola, aku tidak ingin Jack dan Roy menjadi korban dari kecemburuan Mathew yang membabi buta seperti ancaman Mathew kepada Rivaldo sebelumnya, dan aku menyadari bahwa rutinitas baruku ini sudah di ketahui oleh Mathew sekalipun dia di penjara sekarang.
__ADS_1
_______
Seperti biasa Jack menjemputku dan aku pergi bersama Jack ke sekolahanku, "Jack, nanti sepulang sekolah kita makan di ayam goreng sederhana yukkk...," ajakku, kulihat senyum tipis di wajah Jack dari spion,
"Kamu yang traktir aku?" tanya Jack,
"Iyah aku traktir kamu, kan aku yang ngajak.." balasku,
"Okay..." jawabnya dan melajukan sepeda motornya, sesampai di sekolahan kami mengikuti ujian dan pulang tepat jam 12 siang, sesuai janji Jack dan aku berangkat untuk menikmati ayam goreng sederhana, setelah makan aku memesan es buah begitu pula dengan Jack,
"Ndah, aku ke kamar kecil dulu yah..." ijin Jack,
"Iyah.." sahutku sambil mengangguk,
Selang beberapa menit Jack kembali dan duduk di hadapanku, "Tumben ngajakkin makan, biasanya kamu makan sama gebetanmu yang vocalis band itu kan?" sindir Jack,
"Roy, namanya Roy, dia sudah kayak saudaraku Jack," sahutku,
"Tapi dia naksir sama kamu" celetuk Jack,
"Tapi dia bilang, aku terlalu baik buat dia, dia kan play boy.." sambungku,
"Iyah..., memang,, dan sudah terkenal, tapi siapa tau dia bisa berubah sama kamu," sahutnya, dengan nada acuh tak acuh tapi ekspresi nahan rasa jengkel, aku tertawa kecil melihat tingkah Jack, dan pikiran usil kembali muncul di benakku,
"Jack, kamu jujur sama aku yah..." aku langsung memegang kedua telapak tangannya Jack, Jack terkejut melihat aksiku, wajahnya memerah dan terlihat keringat sebesar biji jagung bertebaran di pelipisnya,
"Hmmm....," sahutnya singkat,
"Siapa cinta pertama kamu Jack?" tanyaku dengan memandang matanya, Jack langsung menundukkan kepalanya seketika, dan segera mengangkat kepalanya,
"Kenapa kamu bertanya? lalu siapa cinta pertama kamu?!" Jack kembali bertanya kepadaku dengan nada suara gugup,
__ADS_1
"Loh..., aneh kamu ini, aku memberikan sebuah pertanyaan malah di jawab dengan pertanyaan juga, gimana sih?! gak adil banget..., yah uda aku jawab tapi kamu juga harus jawab pertanyaanku yah.." omelku,
"Hmmm...., siapa? buruan siapa?" desak Jack,
"Kak Mathew, cinta pertamaku.., dan menjadi laki - laki yang paling aku benci sekarang" jawabku serius,
"Kenapa kamu benci sama Mathew?" Tanya Jack,
"Loh..., jangan bertanya lagi, sekarang giliran kamu yang jawab pertanyaanku Jack," aku mengalihkan perhatiannya tentang Mathew,
Jack tidak menjawab apapun, dia malah segera beranjak berdiri dan menggandengku menuju luar rumah makan itu, aku sedikit kesal melihat tingkah Jack, tapi segera memakhlumi, karena pikirku, mungkin dia sedang gerogi,
"Loh kok pulang?!" omelku sedikit dengan suara yang meninggi, sekalipun sebenarnya aku tau kenapa dia mengajakku pulang,
"Dari tadi, Lah.. Loh.. Lah.. Loh.., terus! Pulang, biar istirahat sore jam empat aku jemput kita les ke tempat Pak Joty" sambungnya
"Yah sudah, aku mau bayar dulu tagihannya.." ketika aku mau berlalu, Jack menggapai pergelangan tanganku dan menahanku untuk tidak masuk ke dalam,
"Sudah aku bayar, ayo buruan Naik" ajak Jack,
"Kan aku bilang, aku yang traktir.." aku mengomel lagi dan lagi kepada Jack,
"Duh,, Indah,,.., udah buruan naik, aku nggak suka di bayari sama cewek Ndah.., ayo cepetan!"
Aku langsung naik dan segera Jack mengantarkanku sampai di rumah, setelah beberapa saat, ketika aku sedang berbaring dua puluh kemudian suara ponselku berbunyi dan kulihat Jack mengirimkan pesan singkat kepadaku,
"Cinta pertamaku itu kamu!"
*
*
__ADS_1
*
bersambung