Aku Adalah Indah

Aku Adalah Indah
Ditinggal pergi


__ADS_3

Sore ini tampak Mathew telah bersiap - siap merapikan semua baju - bajunya dan bersiap dengan pakaian dinasnya, Sungguh Mathew terlihat sangat Gagah dan Rapi, walau tinggi badan hanya 173cm namun ketika Mathew menggunakan seragam lengkap dan menggunakan Baret sungguh terlihat sosok kegagahan seorang Prajurit,


"Duh... Gagah nya.." puji Mama Indah kepada Mathew, dan Mathew pun tersenyu lebar mendengarnya,


"Terima kasih tante, lalu Mathew mengeluarkan amplop untuk mama Indah, "Tante ini ada sedikit berkat dari saya" sambil memberikan amplop putih,


"Terima kasih yah Mathew," ucap mama sambil menerima amplop tersebut,


"Adek..., kakak mau pamit, kakak pergi dulu yah sayang," pamit Mathew, dan indah melihat mama pergi meninggalkan Mathew dan Indah berduaan di ruang tamu, ketika dilihatnya mama indah masuk kedalam, Mathew tidak sungkan langsung melumat lembut bibir Indah dan *** remas dada Indah, dengan perlahan Indah mengangkat tangan Mathew dri dada nya..,


"Jangan kak, jangan seperti ini, Indah belum siap sampai sejauh ini" pinta Indah,


"Sebentar saja, habis ini kakak sudah kembali dan kita akan bertemu setelah 3 atau 4 bulan lagi sayang..., sebentar saja" pinta Mathew dengan nafas tidak beraturan, Lagi - lagi Indah merasa sangat bodoh dan tidak tegas.., Indah membiarkan Mathew melakukan apa yang diinginkannya, sampai akhirnya Indah mengingatkan bahwa sudah waktunya Mathew untuk berangkat, dan Mathew segera merapikan kembali pakaiannya juga memeluk kuat Indah sampai membuat Indah susah bernafas,


"Adek jangan macam - macam disini, ingat yah!" suara Mathew terdengar sedikit mengancam, "Walaupun jauh kakak tau apapun tentang kamu disini" lanjutnya,


"Iyah kak, kakak juga jangan macam - macam di sana yah kak" balas Indah,


"Gak akan lah sayangku..." seolah ingin menenangkan Indah, Mathew langsung memeluk Indah lagi dengan erat. "Kakak mau pamit sama Mama dan Adek Leo dulu,"


"Iyah kak" sahut Indah


"Tante, Mathew pergi dulu yah tante..., nanti kalau ada apa - apa hubungi Mathew aja tante, siapa tau bisa bantu yah te..." Dengan sopan Mathew pamit kepada mama dan juga menggendong Leo junior sebentar,

__ADS_1


"Iyah Mathew, hati - hati di jalan yah.., kalau sudah sampai kabari yah.." sahut mama


"Baik te, selamat malam" Ujar Mathew sambil menurunkan Leo kecil, dan menghampiri Indah juga mengecup mesra kening Indah lalu bergegas pergi menuju pelabuhan.


****


Minggu ini indah akan segera ujian, beberapa hari lalu Mathew menelpon ke rumah.., dan memberitahukan kalau sudah sampai di kota dingin dengan selamat, Indah meminta agar Mathew bisa selalu menjaga diri dan memberikannya waktu selama satu minggu untuk ujian dan tidak mengganggunya dengan urusan percintaan dulu, dan Mathew menyanggupinya, selama masa - masa persiapan dan saat ujian mathew sama sekali tidak menghubungi Indah, jadi selama masa itu jika Mathew telpon ke rumah Indah, dia hanya berbincang - bincang dengan Mamanya Indah.


Masa Ujian di lalui Indah tanpa adanya hambatan, semua berjalan dengan baik, bahkan persiapan mendengat hasil ujian pun tidak ada rasa gerogi sedikitpun yang terlihat di wajah Indah, semuanya terlihat biasa saja, dan benar ketika tiba hari di mana Indah mendengar kelulusannya..., Mama Indah merasa sangat bahagia karena membaca hasil di koran bahwa anaknya Lulus, dan semua persiapan menuju ke Sekolah Menengah Atas pun di persiapkan oleh Indah, mulai dari memilih sekolahan lalu menjatuhkan pilihannya,


"Indah!!!!, Indah...!!! ini Mathew telepon ini loh!!" panggil mama kepada Indah,


"Iyah ma...," Indah berlari dan mengambil gagang telepon yang dipegang oleh Mamanya, "Halo kak!!, Indah mau persiapan ujian di SMA Negeri kak.., doakan yah kak.." jawab Indah,


"Iyah kak, ini ngobrol sama mama yah kak.., Indah takut terlambat soalnya.., muaaacchhh!! Love you"


"muuaaachhhh!!!! sayang Love you too," jawab Mathew, setelah mendengar balasan dari Mathew.., Indah langsung memberikan gagang telepon ke mama Indah, dan Indah pergi buru - buru ke SMA Negeri favorit yang di inginkannya.


Sesampai di Sekolahan tersebut Indah dengan gerogi mengerjakan test tertulis, dan dalam waktu selama 2 jam semua test di selesaikan dengan Indah, dan tak menunggu lama keesokkan harinya Indah mengambil hasil ujian yaitu berupa sebuah kertas yang menyatakan Lulus atau Tidak Lulus calon siswa tersebut, saat mengantri tiba - tiba Indah bertemu dengan Patrick,


"Indah..., kamu juga daftar disini?" sapa Patrick ramah, Indah melihat Patrick seketika gumannya dalam hati "kamu gak berubah Patrick, selalu ramah dan berwajah manis sekali bila tersenyum",


"Iyah..., tapi gak tau Lulus atau nggaknya, kalau kamu Pat?" tanya Indah,

__ADS_1


"Aku Lulus Ndah...," sahut Patrick,


"Selamat yah Pat.." sambung Indah, dan tiba - tiba namanya di panggil untuk mengambil hasil keputusan tertulisnya, "Patrick aku tinggal dulu yah..." pamit Indah,


"Iyah, hati - hati yah..." jawab Patrick, Indah mengangguk dan segera mengambil hasil testnya, buru - buru Indah pulang ke rumah untuk melihat hasil test nya dan rasa kecewa tampak jelas di wajah Indah, hasil test menyatakan Indah tidak lulus, rasa sedih melanda Indah selama beberapa hari, Namun mama tidak tinggal diam, mama mengambil beberapa brosur sekolahan untuk Indah, dan akhirnya Indah memilih sekolah yang ada di salah satu brosur tersebut yaitu salah satu sekolah Kristen yang cukup ternama,


Jadwal untuk test tertulis dan test psikologi akan di lakukan minggu depan, kali ini Indah tidak mau berharap sama sekali, bahkan Indah tidak belajar sama sekali untuk persiapan test minggu depan, komunikasi dengan Mathew berjalan seperti biasa, dan Indah menyampaikan keluh kesahnya kepada Mathew, seperti biasa Mathew mampu mensupport Indah dan memberikan semangat baru untuk Indah.., Hingga akhirnya tiba hari dimana Indah harus melakukan test di sekolah tersebut, hasil test keluar keesokkan harinya, dan Indah di nyatakan Lulus, rasa bahagia lebih tampak pada wajah mama, berbeda dengan Papa Leo.., serasa ada sesuatu yang menganggu pikiran Papa Leo..


Sesampai di rumah terdengar suara ribut - ribut antara Papa Leo dan Mama, dan ternyata barulah disadari oleh Indah bahwa Papa dan mama tidak memiliki persiapan financial sama sekali untuk masuknya Indah ke sekolah swasta tersebut, Hati Indah remuk redam mendengar pertengkaran kedua orang tuanya, dan Indah menangis sejadi - jadinya di dalam kamar nya.., wajahnya di tutupi bantal agar suaranya tidak terdengar sampai keluar kamar.., Indah berlutut di lantai dan menjadikan tempat tidurnya sebagai tumpuan sikut tangannya.., dengan air mata yang bercucuran dia berdoa..


"Tuhan...mengapa kehidupan keluarga kami tidak ada habisnya dari segala ujian Tuhan..., ampuni bila aku sebagai anak belum bisa menbantu kedua orang tuaku Tuhan.., Tolonglah mereka Tuhan.., Indah gak mau sampai putus sekolah Tuhan, tapi memang bila harus putus sekolah biarlah itu semua menurut KehendakMu," dengan isak Tangis Indah melampiaskan segala keluh kesahnya kepada Tuhan, dan berharap bisa mendapatkan sedikit ketenangan.


*


*


*


jangan lupa like dan share


dan Follow IG ku @ovie.el


minta saran dan kritik yah

__ADS_1


__ADS_2