
Warning karena pada bab ini ada adegan kekerasan fisik dan psikis, mohon bijak dalam membaca yah...
(monolog Indah)
"Ampun kak...., kumohon hentikan semua ini" Tangis ku tersedu - sedu, Namun tetap saja tidak dihiraukan oleh Mathew, yang dengan puas memangsa ku bagaikan mangsa yang sudah tidak berdaya, setelah kepuasan sampai di puncak Mathew tak kunjung melepaskan ku, dan membiarkan bagian diriku tidak berdaya..
"Kini kau tidak akan berani bermacam - macam lagi denganku" bisik Mathew, tanpa rasa iba sedikitpun, seraya meninggalkanku dan pergi ke kamar mandi, sedangkan aku masih terdiam tergeletak dengan air mata yang bercucuran meratapi nasib malang dan masa depanku yang terlihat suram,
"Apa yang harus aku lakukan sekarang..., lirihku penuh dengan kesedihan dalam hati,
"Jangan menyerah Indah..., kamu harus melawan dan semua ini bukanlah akhir dari hidupmu.." kata hatiku memberikanku semangat, lalu kuambil handuk di dalam lemari ku dan pelan - pelan dengan langkah yang tertatih - tatih aku menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diriku.
Setelah aku habis mandi, aku menggunakan pakaian dan menggunakan pantiliner pada , karena darah masih saja menetes dan tidak berhenti seketika itu juga, rasa perih dan ngilu sungguh menyiksaku. Lalu aku berjalan perlahan sungguh perasaan takut dan trauma menghantuiku, aku takut dengan keberadaan Mathew di kamar sebelah, ketika kubuka pintu kamarku ternyata Mathew sudah berbaring di tempat tidurku dan memegang underware milikku yang penuh dengan Darah,
"Ini adalah kenang - kenangan dan akan ku simpan sampai kapanpun, agar aku dan kamu selalu ingat bahwa akulah yang pertama!" ucapnya dengan bangga, air mataku berderai seketika itu juga, dengan cepat Mathew berdiri dan memelukku erat.
"sssssutttthhhh, jangan Nangis sayang..., kakak sangat mencintaimu, kakak tidak ingin kehilangan dirimu, maafkan kalau kakak tadi kasar denganmu..., sini duduklah di disini" Mathew menuntunku ke untuk duduk di tempat tidurku,
"Sekarang kakak akan membuatmu merasa nyaman," bisiknya ditelingaku, Ku pikir saat itu Mathew akan membiarkan ku tidur dan beristirahat, namun ternyata salah..., rasa nyaman yang dimaksud bukanlah membiarkanku tidur dan bukan nyaman untuk diriku melainkan untuk dirinya, sungguh Mathew tidak puas melampiaskan napsu birahinya hanya sekali saja, kali ini dia berbisik kepadaku agar aku tidak melawannya, melainkan memberikan balasan dengan lembut,
"Jangan melawan lagi, tapi ikuti irama kakak..., ingat..., jangan menolak lagi..., kakak tidak mau berbuat kasar untuk yang kedua kalinya lagi..." bisik Mathew dengan nada penuh ancaman secara dingin.
"........." aku tidak mampu menjawab apapun, hanya bisa terdiam dan meneteskan air mata,
__ADS_1
"jangan menangis sayang, itu hanya akan membuatku semakin napsu" bisiknya lagi dengah suara terengah - engah,
Mathew membuka kancing bajuku dengan perlahan dan mulai mencumbu bibirku dengan panas, Tak lupa seluruh leher ini habis dij***** oleh Mathew yang sedang tinggi, aku tidak dapat menikmati sedikitpun, rasa takut dan sakit hati serta sakit fisik masih menyelimuti ku,
Lalu Mathew melakukan segala pelecahannya dengan kasar, lagi dan lagi tanpa ampun, tanpa ada sedikitpun rasa iba kepadaku yang masih berusia remaja, nafasnya memburu seperti binatang!!! terengah engah tak karuan, sedangkan jantungku berdetak sungguh kencang bukan karena terpengaruh akan nikmatnya cumbuan itu, melainkan karena rasa takut akan sikap kasar mathew terhadapku,
"Mengapa kamu diam saja seperti patung dek?! balas cumbuanku!" perintah Mathew,
Setiap aku merintih kesakitan dan disaat itu Mathew merasa senang,
"Tidak Indah!!! kamu tidak lemah!!! kamu harus bisa menolong dirimu sendiri!!" hatiku berteriak tidak terima dengan perlakuan Mathew, lalu aku menamparnya dengan kuat dan seketika mathew terkejut dan menghentikan aktifitasnya
"CUKUPPPPP!!!!!!" teriakku "CUKUPP!!! DAN HENTIKAN!!! AKU BUKAN BINATANG YANG BISA KAU PERLAKUKAN SEENAKMU!!!" sungguh histeris, aku tidak dapat lagi menahan rasa sesak di dadaku, "KAU MAU APA KAK??!! HAH??!!! MAU APA LAGI??!!!! KAU MAU MEMBUNUH AKU??!!!!! LEBIH BAIK BUNUH AKU KAK!!! DARI PADA AKU HIDUP SEPERTI INI" aku berteriak dengan histeris sejadi - jadinya, air mataku berderai dengan deras, mataku sudah terasa berat karena bengkak,
Lalu Mathew dengan lembut memelukku, "Maafkan kakak yang seperti binatang, kakak akan bertanggung jawab untuk masa depanmu.." ujarnya lembut sambil mengelus ngelus kepalaku, "Maafkan kakak sayang..., kakak tidak akan memperlakukanmu seperti ini lagi..., aku benar - benar bajingan!!" lanjutnya sambil memukuli dirinya sendiri, Lantas dia membentur benturkan kepalanya begitu saja ke tembok sambil terlihat ada darah yang keluar dari keningnya.
Aku sungguh panik melihat dia melakukan itu dan hatiku tak tega melihatnya seperti itu, hubungan kami sungguh rumit, aku sangat membencinya saat ini, sungguh membencinya hingga ke relung hatiku terdalam, namun di relung hatiku saat itu aku juga sangat mencintainya, "Indah kau sungguh bodoh..." gumanku, "mengapa kau masih mau bertahan dengan laki - laki brengsek ini!" hatiku seolah berperang dengan diriku sendiri.
"Adek..., kakak mohon..., maafkan kakak Dek..," pintanya,
"Entahlah kak..., biarkan aku sendiri, tapi aku mohon kak.., jangan sakiti dirimu sendiri, aku tidak sanggup melihatnya" pintaku, kumohon kembalilah ke tempat kerjamu di kota dingin aku sedang tidak ingin berada dekat denganmu kak..
"Kakak hanya empat hari disini, tolong bersikap baiklah sama kakak walau sebentar saja, kalau kakak sudah kembali jika adek mau berpisah maka kakak tidak akan lagi menolaknya" ujar Mathew, tiba - tiba aku kembali naik pitam, aku memukulnya sekuat tenagaku, ku tampar mukanya aku menendang sedapatnya aku meluapkan segala emosiku saat itu,
__ADS_1
"Bajingan kamu kak!!! setelah kamu merusakku seperti ini, baru kau bilang tidak akan menolak jika aku memutuskan mu?!!!! lalu sebelumnya kau bilang akan bertanggung jawab terhadap masa depanku!! kau memang pria Laknat kak!!!!" aku kembali histeris, hatiku hancur, hidupku serasa bagai baru saja di jatuhi Bom nuklir!
"Apakah kau tau kak?!! setelah ini tidak akan ada lagi seorang laki - laki pun menghormati atau akan menghargai aku!!!" tangisku semakim menjadi - jadi,
"Maafkan kakak!! kakak tidak akan melepasmu, maafkan..." pintanya dengan memohon di bawa kakiku,
Aku terduduk dalam tangisku, meringkuh sambil memeluk Mathew..., aku takut akan kehilangan Mathew, selama ini aku tidak pernah takut kehilangan Mathew, namun kala itu sungguh aku sangat takut kehilangan Mathew, pikirku saat itu hanya Mathew lah satu - satunya harapanku, dia tidak akan mencelaku dan akan tetap menghargaiku sebagai seorang wanita baik - baik, karena dialah yang telah mengambil mahkotaku yang tidak akan bisa di kembalikan oleh siapapun, Aku terjebak dalam hubungan yang rumit ini, Entah sampai kapan aku akan bertahan dengan mathew, tapi aku akan terus bertahan demi kebaikan masa depanku sendiri..
Sungguh pemikiran yang menyedihkan...
Mathew beranjak pergi entah kemana, setelah aku memohon untuk ditinggal sendirian dan tidak ingin di ganggu oleh siapapun..,
Tidak mungkin aku bercerita kepada siapapun tentang nasibku saat ini, semuanya akan kusimpan sendiri, agar jangan sampai aku menjadi aib bagi keluargaku..
Hatiku sungguh sakit...
*
*
*
*bersambung,
__ADS_1
"Hai readers, waktu saya mengetik bab ini, sungguh aku bisa merasakan walau sedikit penderitaan yang di rasakan oleh mbk Indah, kami sama - sama menangis, dia menangis karena mengenang masa lalunya, dan aku menangis karena menyampaikan penderitaannya lewat tulisan ini, pesanku kepada para orang tua terlebih yang memiliki anak perempuan, ini pesan pribadiku sebagai author, tolong jagalah anak perempuan seperti kamu menjaga nyawa kalian sendiri, dan ajarlah anak laki - laki mu untuk menghormati dan menghargai seorang wanita seperti mereka menghormati dan menghargai ibunya,., agar jangan ada lagi Indah - Indah lain di muka bumi ini*..."