Aku Adalah Indah

Aku Adalah Indah
Berbaikkan


__ADS_3

"Aku minta kamu pergi kak..., Indah mau sendiri saat ini.." sambil melepaskan pelukan dari Mathew, Indah membaringkan tubuhnya di tempat tidur,


"Baiklah, kakak pergi, besok kakak akan datang yah Dek" Pamit Mathew, namun Indah tidak menjawab sama sekali, melihat tingkah Indah..Mathew menarik nafas dalam - dalam dan pergi meninggalkan Indah sendiri di rumah. Malam ini adalah malam yang sangat menyebalkan bagi Indah, perasaan Indah tak menentu.., bahkan Indah tak mengerti bahkan tidak dapat mendeskripsikan perasaannya malam itu, tidak mau terlalu terlarut dengan keadaan Indah memilih untuk menelpon temannya, namun tidak ada jawaban,


"Sungguh menyebalkan malam ini!" gerutu Indah tiada henti, "Kamu sungguh tega sama aku kak Mathew!!, aku akan membalas kamu, lihat saja!! supaya kamu tau bagaimana rasanya sakit diselingkuhi itu bagaimana!!" Indah menggerutu sambil menangis sampai tidak terasa karena lelah Indah tertidur dengan hati yang hancur.


_________


Hari baru telah tiba, hari ini Indah memutuskan untuk tidak lagi mau mengambil pusing apapun yang di lakukan oleh Mathew dan masalah apapun Mathew buat, Indah memilih untuk mengabaikannya dan menikmati kesehariannya di sekolahan. Setelah bersiap - siap tanpa menunggu Indah segera menuju ke sekolahan seperti biasa diantar oleh Supir pribadi.


"Woooiii, Anak nya Om Leo!!!" terdengar suara anak laki - laki yang sangat familiar bagi Indah, dan Indah membalikkan badannya dengan senyum smirk yang menyebalkan bagi anak laki - laki itu, terlihat Jack mengejeknya "Wwuuueeeeekkk!!!" sambil menjulurkan lidahnya, seketika itu Indah merasa geli dengan pembalasan dari Jack,


"Apa kau!! dasar anaknya Om Elly!!" balas Indah sambil mengejeknya juga, dan wajah Jack terlihat merah karena malu atas pembalasan dari Indah.


Setelah itu mereka masuk ke kelas masing - masing dan Indah memulai pelajarannya seperti biasa, dan seperti biasa pula Indah selalu saja usil kepada guru - guru nya,


"Untung kamu ini bukan anak yang bego Ndah..., kalo kamu bego uda pasti kamu nggak bakal naik kelas" guman Pak Arie yang kala itu menjadi sasaran keusilannya Indah, selalu saja Indah tidak bisa membiarkan gurunya itu mengajar dengan tenang, ada saja idenya untuk membuat seisi kelas terbahak, suatu ketika sangking jengkelnya Pak Arie memberikan pertanyaan dadakan kepada Indah, namun Indah selalu dapat menjawab pertanyaan - pertanyaan itu dengan mudah, bahkan ketika sedang tertidur di kelas pun, bukan halangan untuk Indah menjawab pertanyaan guru - gurunya.


"Iyah Pak, karna aku gak bego - bego amat kan?, makanya bapak juga tak kuasa untuk marah sama aku, ahahahahaaa!!" sahut Indah cuek, dan di sambut gelak tawa satu kelas termasuk Pak Arie yang kala itu mengajarkan pelajaran Informatika. Sambil menggelengkan kepalanya seolah 'no word' untuk membalas muridnya yang satu ini.


"Eh..., Ndah..., dengar - dengar ada guru baru loh.." bisik Yanti,


"Oh Yah???, tau dari mana kamu Ti?" tanya Indah,


"Aku lihat tadi dia di ruangan kepala sekolah, tapi belum tau ngajar apa, orangnya ganteeeenggg...." puji Yanti,


"Nggak Ah.., Ganteng apaan, biasa gitu kok" tiba - tiba Lady ikut nimbrung,

__ADS_1


"Masa sih?? penasaran, target keusilan baru Lad" sambung Indah,


"Kalo menurut aku sih, gak ganteng, biasa aja" lagi - lagi Lady mengulang kalimatnya,


"Ganteng lah Lad...," sambung Yanti,


"huuuussshhh, uda ah..., kalian malah bikin aku makin penasaran aja" Gerutu Indah, dan menyudahi percakapan diantara mereka,


Tak terasa, semua jam mata pelajaran telah habis, dan bel tanda pulang sekolah telah terdengar, ketika semua teman - teman Indah bahagia, tidak dengan Indah..,


"Malas pulang Ti,..," Ucap Indah sambil merebahkan kepalanya di bahu Yanti,


"Pasti kamu ada masalah lagi sama Mathew kan?" tanya Yanti, dan Indah menganggukkan kepalanya,


"Terus kamu maunya gimana Ndah?" tanya Lady, yang ikut prihatin melihat Indah sore itu,


"Gak tau Lad..., aku mau pacaran sama orang lain aja Lad..," jawab Indah asal kepada Lady, "Kamu tau kan? aku memang sayang sama Mathew tapi hubunganku dengan Mathew kayak terlalu di monitoring sama mamaku, dan kamu tau lah..., gimana matre nya mama Lad..., tapi yah mau gimana lagi Lad..." curahan hati Indah tak terbendung,


"Yah..., nanti lah Ti..., kalo aku sudah benar - benar gak bisa berpikir baru aku cerikan ke kalian" sambung Indah sambil memeluk sahabatnya itu,


"Yah uda.., yukkk turun" ajak Lady.., ketiganya turun kelantai dasar dan segera berpamitan satu sama lain, saat Indah menengadah dan melihay ke arah seberang jalan, dilihat Mathew sudah menunggu Indah menggunakan sepeda motor berwarna biru gelap.


"Ayo naik" ajak Mathew, tanpa ekspresi, dan tanpa menjawab sepatah kata apapun, Indah langsung naik ke atas motor, hanya mata Indah yang berbicara menatap kedua sahabatnya yang saat itu juga sedang menatap wajah Indah dengan prihatin.


Di tengah perjalanan Indah juga tak kunjung berbicara apapun,


"Adek ikut kakak ke asrama yah..." tiba - tiba Mathew memecahkan keheningan,

__ADS_1


"Terserah" jawab Indah ketus,


Dari kaca spioj terlihat Mathew tersenyum mendengar jawaban Indah, sesampai di Asrama Mathew langsung membawa Indah ke salah satu rumah komandannya,


"Sore Pak.., ini Indah yang kemarin saya ceritakan" terlihat seorang Pria paruh baya sedang duduk di halaman rumahnya menyambut Mathew dan Indah dengan senyuman lebar,


"Oh..., iyah.. iyah.., masuk nak.. masuk" ajaknya ramah,


"Panggil aja saya Om Toni, maaf yah karena kemarin Om Toni tugaskan Mathew mendadak, akhirnya bikin Indah ngambek yah katanya" goda Pak Toni kepada Indah,


"Nggak kok Om.., saya Indah Om" Indah menyalami Om Toni dengan sopan,


"Makan Ikan bakar yah.., itu kakak Sinta lagi buatkan Ikan bakar di belakang rumah.., habis makan batu boleh pulang yah..." Tak kuasa menolak Indah pun menuruti ajakan Om Toni, dan Indah melihat ke arah Mathew, lalu Mathew menghampirinya dan mencium kepala Indah dengan lembut,


"Kakak gak mungkin macam - macam sayang.., kakak terlalu cinta sama kamu" bisik Mathew, Indah tak kuasa mendengar rayuan maut Mathew, dan seketika itu juga rasa benci dan sakit hati yang Indah rasakan sirna seketika,


Ketika semua orang sedang bersenda gurau, tiba - tiba ponsel Indah berbunyi, dan terlihat pesan text dari nomor asing,


"Anaknya Om Leo!!" berikut isi pesannya, Indah membaca dan tertawa sendiri, Mathew yang melihat reaksi Indah langsung berubah manaruh curiga,


"Sejak kapan kamu punya ponsel??" tanya Mathew,


"Baru minggu lalu kak" jawab Indah,


"Siapa itu?!" Nada suara Mathew agak berubah,


"Bukan siapa - siapa Kak.." jawab Indah,

__ADS_1


"Jujur!!!!" bentak Mathew


bersambung.....


__ADS_2