
Ketika semua orang sedang bersenda gurau, tiba - tiba ponsel Indah berbunyi, dan terlihat pesan text dari nomor asing,
"Anaknya Om Leo!!" berikut isi pesannya, Indah membaca dan tertawa sendiri, Mathew yang melihat reaksi Indah langsung berubah manaruh curiga,
"Sejak kapan kamu punya ponsel??" tanya Mathew,
"Baru minggu lalu kak" jawab Indah,
"Siapa itu?!" Nada suara Mathew agak berubah,
"Bukan siapa - siapa Kak.." jawab Indah,
"Jujur!!!!" bentak Mathew, Indah sangat kesal melihat sikap Mathew yang berlebihan dan bersikap kasar tanpa berpikir saat itu mereka sedang di rumah orang.
"Kenapa kamu bentak aku kak?!!" jawab Indah menahan kekesalannya,
Baru saja tadi berbaikkan sekarang Mathew sudah membuat ulah yang baru lagi, "Sebenarnya apa maunya orang ini" guman Indah, "baru saja beberapa saat yang lalu dia bersikap sangat lembut denganku, kini langsung berubah seperti monster" sangking kesalnya air mata Indah tak terasa jatuh,
"Ayo kita pulang kak" ajak Indah..,
"Kita tadi di undang makan sama - sama disini, kamu jangan bikin malu kakak di depan komandan yah..!" Mathew sangat ketus menjawab Indah,
"Aku nggak bisa pura - pura disini kak, tolong kak, aku mau pulang" pinta Indah sambil menangis,
__ADS_1
Tanpa menjawab apa - apa, Mathew beranjak berdiri dan menghampiri Om Toni yang kala itu terlihat sedang membantu anaknya memanggang Ikan, lalu terlihat anaknya Om Toni buru - buru mengambil Ikan yang telah tersaji di Piring dan segera membungkus Ikan tersebut.
"Indah, ini Ikan buat keluarga di rumah yah..." Dengan ramah Om Toni memberikan bingkisan kepada Indah, "Cepat sembuh yah sakit maag nya, jangan telat makan lagi" sambung Om Toni,
Indah yang kala itu sedah gusar dan terus menangis hanya menganggukkan kepalanya, "Terima kasih yah om" jawab Indah, "Ternyata Kak Mathew berbohong dengan komandannya," guman Indah,
Tampak Mathew berpamitan kepada Om Toni dan mengajak Indah pulang dengan lembut di hadapan Om Toni, Indah mengeryitkan dahinya, sangat bingung melihat sikap Mathew yang pandai bersandiwara di depan orang lain. Mathew membawa motor dengan ugal - ugalan, selama perjalanan Indah hanya memejamkan matanya dan berdoa agar sampai di rumah dengan selamat.
"Sudah aku turun disini kak!!" teriak Indah, ketika sadar bahwa mereka sudah dekat dengan Gang masuk arah ke rumah kontrakkan orang tuanya Indah, "Kak!!! aku bilang aku turun disini!!" Indah kembali berteriak, namun lagi - lagi tidak ada jawaban dari mukut Mathew malah Mathew menancapkan gas motornya dengan kasar, sesampai di depan rumah Indah langsung buru - buru masuk ke rumah dilihat semua orang tidak ada di rumah, Indah langsung buru - buru masuk ke kamarnya, Mathew pun dengan cepat menyusul Indah, ketika Indah hendak menutup pintu kamarnya tenaga yang sangat besar menahan pintu kamar itu sehingga membuat Indah tidak bisa menutup rapat.
"Awas kak!!! jangah menghalangiku!!" sambil menangis Indah terus mendorong pintu kamarnya. Mathew hanya memerlukan sedikit tenaga untuk membuka pintu kamar itu dan masuk ke dalam, tanpa berkata apa - apa Mathew merampas baju SMA Indah, membukanya dengan kasar sampai kancing - kancing berserakkan di lantai, jantung Indah bergedup tak beraturan,
"Mengapa kamu tidak bisa memahami?! bahwa aku sangat mencintaimu!!! hah??!!!!" Suara Mathew sedikit meninggi, namun ditahannya agar tidak terdengar orang sekitar.
"Kamu yang tidak paham dengan aku kak!!! aku salah apa?!! apakah salah jika aku saling berkirim pesan dengan teman sekolahku??!!" jawab Indah tak kuat menahan air mata yang mengalir tiada hentinya, sambil menutup baju kemejanya.
"AWAS KAK!!! AWASSS!!" kembali Indah membentak Mathew,
"JAWAB!! sms itu dari anak laki - laki kan??!!!" Mathew bertanya penuh penekanan,
"Iyah memang itu teman laki - laki ku.., dan i..tuu..." belum selesai Indah menjelaskan tentang diapa itu Jack Warner, Mathew langsung membungkam mulut Indah dengan tangannya, dan mendorong tubuh mungil Indah di tempat tidur lalu menindih Indah dengan kuatnya, Mathew melampiaskan hasrat binatangnya ke seluruh tubuh Indah, Indah menangis ketakutan dan kesakitan, setiap kali Indah ingin berteriak Mathew langsung menutup mulut Indah.
Mathew menjelajahi leher Indah dengan lidahnya yang kasar malam itu, dan melumat kasar mulut Indah, tangannya meremas kedua dada Indah dengan kasar, kembali Mathew menggesek - gesekkan bagian bawahnya di bagian bawah Indah, kali ini Mathew buru - buru membuka celananya, dan hanya menggunakan celana dalam sambil menggesek - gesekkan kembali ke bagian bawah Indah yang masih lengkap di tutupi dengan rok abu - abu nya.
__ADS_1
Indah memberontak tak karuan namun tenaga Mathew lebih kuat, tiada henti Mathew menggesekkan lagi dan lagi, lalu mathew menaikkan rok abu - abu milik Indah sampai celana dalam indahpun kelihatan, semakin bertambah brutal Mathew menggesekkan lagi, kali ini diantara kedua alat vital mereka hanya terhalang oleh celana dalam keduanya, Mathew sangat burtal dan terus menutup mulut Indah, Indah yang awalnya berteriak - teriak kini telah tak berdaya dan hanya menangis dengan suara yang lebih pelan.
Sadar Indah sudah tidak lagi melawan, Mathew mengangkat telapak tangannya daru mulut Indah dan memegang kasar kedua tangan Indah, Air mata Indah terus melangir deras, dengan suara bindeng Indah memohon agar Mathew menghentikan aktivitasnya,
"Maaf kan indah kak..., tolong... kak,,, jangan kayak gini...., tolong berhenti.." lirih Indah, namun tidak digubris oleh Mathew, Mathew terus menggesek - gesekkan dengab kasar,
"Tuhaaaannn...., tolong lah aku..." lirih Indah sambil menangis sejadi - jadinya, ketika mendengar itu Mathew langsung berhenti dan duduk juga mendudukkan tubuh Indah sambil memeluk erat Indah,
"Yah Tuhan... maaf Dek,,,, maafin kakak dek..." jawab Mathew terengah - engah.., "maafkan kakak.."
Indah sudah tidak bisa lagi menjawab apa - apa, Indah hanya bisa menangis sejadi - jadi nya.., Indah merasa hancur hati, Indah merasa malu kepada dirinya sendiri dengan apa yang sudah di lakukan oleh Mathew. "Mengapa kamu begini kak? reaksimu terlalu berlebihan, kamu jahat kak...,reaksi gilamu tidak dapat kuterima kak" guman Indah dalam hati.
Mathew mengambilkan Indah sepasang baju tidur dan memberikan kepada Indah, lalu Mathew keluar dari kamarnya Indah dan memberikan Indah waktu untuk ganti baju, setelah dirasanya cukup Mathew masuk kembali ke kamar Indah, dan dilihatnya Indah memunguti kancing - kancing yang berserakkan di lantai,
"Maafkan kakak dek..." lagi - lagi Mathew memohon kepada Indah, tiba - tiba suara ponsel Indah berdering, ketika Indah mau mengambil ponsel dari tasnya, Mathew langsung merampas tas milik Indah dan mengambil ponsel Indah, terlihat ada tulisan 'Jack on Elly', Mathew langsung mengangkat ponsel itu dengan wajah gusar,
"HALO!!"
*
*
*
__ADS_1
*
bersambung