Aku Adalah Indah

Aku Adalah Indah
Pesan Singkat


__ADS_3

(Monolog Indah)


Mama menelpon Pak Joty dan marah - marah, lalu keesokkan harinya mama dengan segera mengurus kepindahanku di sekolahan swasta lainnya, namun sangat disayangkan aku tidak di terima, akhirnya aku masuk ke Sekolahan Negeri yang cukup baik di kotaku.


Hari pertamaku di sekolahan negeri..


"Perkenalkan anak - anak, kita kedatangan murid baru dari sekolahan swasta K, Ingat!! bersikaplah baik dengan murid baru ini, silahkan Nak perkenalkan dirimu" Kata Ibu Voni,


"Selamat pagi, perkenalkan Nama saya Indah semoga bisa di terima di kelas ini, terima kasih" ucap ku,


"Boleh tanya nggak?" celetuk salah satu siswa yang berada di bangku paling belakang,


"Oh iyah, silahlan" jawabku,


"Uda punya pacar belum?" tanya nya,


"Sudah" jawabku sambil tersenyum..,


"Yah..., ketutup deh kesempatan kita" ucapnya asal, dan di barengi gelak tawa satu kelas,


"hmmmmm..., kalian belum tau aja aslinya aku gimana, wkwkwkwkwk" gumanku dalam hati, Aku sangat beruntung masuk di kelas 2 tempat anak - anak unggulan, mayoritas kelas tersebut adalah siswi dan hanya sekitar enam atau tujuh orang siswa,


aku pun berbaur dengan mudah, karena ada beberapa murid yang sudah aku kenal sejak di SMP negeri dulu, bahkan sahabatku Hany juga sekolah di sekolah baruku ini, rasanya seperti reunian dengan mereka, sangat menyenangkan dan seperti biasanya murid sekolah negeri terkenal lebih susah di atur di bandingkan sekolah swasta, namun persahabatannya tidak kalah erat dengan persahabat di sekolah swastaku dulu,


Hari - hariku di sekolahan berjalan dengan lancar, komunikasiku dengan Kak Mathew juga berjalan dengan lancar, setiap hari kami bertegur sapa melalui pesan singkat, namun tidak dengan Jack, Jack seolah berbalik membenciku, menjadi temanku saja Jack tidak mau, yah..., tak apalah..., itu lebih baik untuk nya, ketika mengingat Jack, aku hanya bisa tersenyum, dan tentu aku tidak memiliki rasa apa pun, namun sejarah tetaplah sejarah, sedangkan Roy....

__ADS_1


Selama hampir Enam bulan ini Roy menelponku satu kali, dan memberikan kabar kalau Roy baik - baik saja, aku sunggu bahagia mendengar kabarnya, dan Roy menceritakan semua pengalamannya selama pendidikan, suaranya sangat bersemangat, Roy memberitahu kepadaku bila Roy akan di tugaskan ke ujung Indonesia bagian Timur setelah lulus nanti, aku tetap memberikan semangat kepadanya, itulah komunikasi terakhir kami, tanpa ada ucapan selamat tinggal atau sampai jumpa, Hemmmm...persahabatan kami sungguh unik,


Dan Kemarin sore aku sempat bertemu dengan Rivaldo di salah satu Mall, kulihat dia menggandeng erat kekasih baru nya yang tak lain adalah Desi, salah satu teman sekelasku di sekolah swastaku dulu, sungguh aku berbahagia melihatnya menemukan cinta yang baru, dan Desi kulihat sangat bahagia bersama Rivaldo, sedangkan Rivaldo ketika berpapasan denganku seolah tak melihat ada aku yang sedang bertegur sapa dengan Desi,


Hmmmm... kini dua laki - laki menjadi sangat membenciku, mungkin suatu saat Rivaldo dan Jack akan menjadi temanku lagi ketika mereka menemukan cinta sejatinya.


*******


Sebentar lagi mamaku akan datang ke sekolahan untuk mengambil raport ku, yah...., aku naik kelas dengan nilai yang biasa - biasa saja, rasanya semangatku untuk sekolah sedikit berkurang, entahlah kenapa, ada seorang kakak kelas yang mengirimkan salamnya kepadaku dan ingin mendekatiku, namun langkahnya tiba - tiba mundur ketika seisi sekolah mendengar bahwa aku sudah memiliki pacar seorang anggota, tapi ada juga yang tidak percaya, dan mengatakan aku hanya membuat cerita karangan saja agar terlihat keren.


Mendengar gosip aneh itu, aku tertawa geli dalam hati, mengapa aku harus mengarang cerita bahwa memiliki kekasih???? bukankah bila aku mengarang sama saja aku menutup rejekiku sendiri, hehehe..., yah kira - kira begitulah..., tapi ucapan teman - teman tetap kuabaikan, yang penting aku tetap setia dan berpegang pada janjiku.


Aku tidak akan mengingkari janji itu, dan tak terasa setelah libur panjang kenaikan kelas, aku pun kembali pada aktivitas belajarku, hingga berjalan lancar selama satu bulan pertama, dan di suatu siang pesan masuk dari kak Mathew membuyarkan konsentrasi belajarku,


"Adek kakak kangen..., rasanya kakak ingin segera pulang sayang" - Mathew,


"Adek biasanya kamu pulang jam berapa dari sekolah barumu itu?" - Mathew,


"Tiga puluh menit lagi, ini hari jumat kak..., aku pulang cepat dan ini sudah jam pelajaran terakhirku" - Indah


"Baiklah sayang, belajar yang baik.., dan jangan suka main handphone di kelas, gurumu sudah geleng - gelang kelapa sambil memegang penggaris panjang di depan kelas sambil melihat kamu itu Dek" - Mathew


Tiba - tiba jantungku mau copot, kulihat pak Bram, dengan mata melotot melihatku bermain Ponsel sambil menebarkan ancaman dengan menggunakan penggaris panjangnya, aku melihat keluar jendela, mencari sosok Kak Mathew, namun aku tidak dapat menemukannya, "Yah Tuhan, apakah ini hanya kebetulan" gumanku dalam hati, dan tetap mencoba untuk tenang,


"Uda.., nggak usah cari - cari kakak, sampai ngintip di jendela kayak gitu, belajarlah kakak tidak akan mengganggu kamu lagi, kakak sayang adek" - mathew

__ADS_1


"Yah Tuhan, Kak Mathew disini, Yah Tuhan!!! masih dua puluh menit lagi baru selesai jam pelajaranku" jantungku berdetak kencang, seakan feelingku mengatakan kak Mathew ada di sini, di kota ini, jantungku berdebar dengan kencang,


"Kak... kakak dimana??" - Indah, Namun pesan singkatku tidak di balas sama sekali oleh kak Mathew, rasanya dua puluh menit hari itu sangat lama untukku, aku terus menatap kearah jam dinding, sampai membuat Pak Bram risih melihat kelakuan tidak biasaku, namun kuabaikan lirikan tajam matanya, hingga suara bel sekolau berbunyi, dan dengan cepat aku membereskan semua buku - buku ku, lalu hendak menyolong keluar kelas, tapi di tahan oleh Pak Bram,


"Indah!!! siapa yang mengijinkan kamu keluar??!!" bentak pak Bram,


"Bel sudah berbunyi pak..." jawabku panik, dan kulihat semua teman - temanku masih duduk rapi dengan tangan di lipat di atas meja, teman semejaku menatapku dan memberikan isyarat agar aku duduk kembali di Kursi, karena lamanya aku memahami isyaratnya Teman semejaku Ester sampai menepuk jidatnya sendiri, langsung aku buru - buru duduk kembali ke kursiku,


"Ma..maaf pak.." ucapku gugup,


"Berarti kamu tadi tidak memperhatikan informasi dari saya!!!" bentaknya, seakan satu kelas menatapku dengan rasa benci, bagaimana tidak waktu terbuang percuma kaena amarah Pak Bram, tanpa mau berdebat aku hanya menundukkan kepalaku dan meminta maaf,


"Maaf pak.." lirihku,


"Apa yang tadi saya katakan, Hah??!! kamu dengar tidak??!!" bentak pak bram lagi ke arahku,


"Maaf tidak pak..., maafkan saya," jawabku berharap Pak Bram mengakhiri amukannya, agar kami segera pulang,


"Saya bilang, akan mengadakan kuis dan nilainya akan saya masukkan kedalam nilai ulangan harian, hanya khusus lima orang saja, dan bagi yang tidak bisa menjawab maka akan ujian tertulis, Mulut saya baru saja Nutup, belum ada sepuluh detik bicara, saya kamu kagetkan dengan aksi kamu mau pulang" omel Pak Bram...,


"Iyah..., maaf pak" ucapku lagi dan sangat frustasi...


*


*

__ADS_1


*


bersambung


__ADS_2