
Matahari kembali menyinari pagi di desa tempat Opa Umar tinggal, namun cahaya matahari di halangi oleh kabut tebal dan suasana pagi di sana sangatlah menyejukkan hati Indah..
"Opa Oma, Indah pamit ke Kota dulu, terima kasih banyak atas kebaikan Opa Oma selama Indah di sini..." Pamit Indah pagi itu,
"Iyah Anak manis, nanti kan Indah pasti akan lebih sering ke sini lagi" jawab Opa Umar seraya memegang tangan Indah.
Indah berjalan menuju ke mobil biru yang di bawa oleh Papa Leo dan ketika di buka pintu tersebut ada 3 orang pemuda yang juga ikut naik ke Kota, mereka tidak lain adalah Frans, Theo, dan Mathew.
"Adek sini di tengah" goda Frans memanggil Indah
"Ogah ah..., Indah seneng duduk di pinggir sebelah kiri kak..., di tengah nanti gak bisa sandaran" jawab indah ketus
"Nanti sandaran di bahu kakak aja Ndah.." Goda Theo menimpali omongan Indah, papa dan mama Indah hanya tertawa geli melihatnya, mereka berpikir tidak mungkin para pemuda itu naksir kepada anaknya yang masih berusia 14tahun yang duduk di bangku SMP kelas 3 saat itu.
"Idiiihhhh....., Kak Theo moduusss" jawab Indah dan semua tertawa lepas mendengarnya.
Hanya Mathew yang saat itu tidak bersuara, namun tatapan mata tajam Mathew tak berhenti melihat Indah dengan sesekali tersenyum simpul, melihat tingkah indah dan nyanyian Indah sepanjang jalan sampai di Kota Dingin.
*
*
* Di sekolah kita di ajarkan berbagai macam pelajaran
Segala bekal akal, strategi untuk mendapatkan masa depan semaksimal mungkin
Namun...
Hanya satu yang tidak di dapat...
Bagaimana untuk memiliki strategi untuk mencinta dan memilih seseorang
semua hanya akan di dapat dari yang namanya pengalaman
Pengalaman inilah yang akan ku bagi untuk kalian
agar bila ada yang sekarang sedang menuju ke ujung jurang kehancuran
__ADS_1
kalian akan secepatnya berbalik kebelakang dan mencari jalan lain yang mungkin lebih baik
terkadang, untuk berbalik membutuhkan keteguhan dan keikhlasan dari hati terdalam
Namun....
Terluka karena patah hati itu lebih baik, dari pada terluka akan hancurnya masa depanmu
dan luka itu tak dapat di sembuhkan sampai kapanpun..
Luka yang akan selalu di bawa hingga keliang kubur
Bila hanya patah hati, waktu akan menyembuhkan rasa itu...
Pendatang baru akan membuatmu pulih dan kembali tersenyum kembali...
Jangan Takut patah hati untuk mendapatkan cinta abadi...,
Karna tidak semua orang beruntung seperti "habibie ainun"
Namun...
semoga kalian para pembacaku, mendapatkan cinta yang sesungguhnya,
seperti yang di impikan oleh Indah, walaupun semua tak semudah yang di harapkan ..."
\\
#Pemberian Pertama
3 Hari berlalu, sambil memandangi senja yang hendak tertidur digantikan oleh gelapnya malam tiba tiba sosok Pria bertubuh tinggi datang menghampiri Indah dengan ramah nya menegur Indah, Lamunan Indah seketika buyar karna sosok pria itu
"Indah..., kamu lagi ngapain dek?" Sapa Mathew dengan ramah
__ADS_1
"eh..., kak Mathew, Gak ngapa ngapain hanya lagi duduk duduk aja" jawab Indah sambil membalas senyuman manis Mathew, "Lagi ingat pacar Kah?" goda mathew
"Hmmmmm, tau aja kak..., iyah Indah lagi ingat pacar indah" jawab Indah sembari melirik ke mata pria itu. " Emang adek uda punya pacar? siapa namanya" tanya Mathew
"Ada kak..., namanya Patrick, teman sekolahnya Indah" jawab Indah dan kembali memperhatikan ekspresi wajah Mathew yang sama sekali tidak berubah.
"Adek sayang sama Patrick?" tanya Mathew,
"Nggk tau, ahahahahaa..., Tapi Indah senang dengan Patrick, dia murid yang baik, emang sayang dengan pacar itu gimana sih kak?" tanya Indah kepada Mathew
"Sayang dengan seseorang itu bisa dengan siapa saja, namun Cinta dengan seseorang itu hanya dengan satu orang, Adek pernah tidak mencintai seseorang?" Tanya Mathew kali ini dengan memandang wajah Indah dengan seksama serta langsung menatap mata indah.
Jatung Indah berdetak kencang tak karuan melihat mata Mathew, namun Indah tidak mau terlihat gerogi di depan wajah pria itu, dengan kembali menatap mata mathew, dan mereka pun beradu pandangan satu sama lain.
"Indah gak tau bagaimana rasanya jatuh cinta dengan seseorang, dan mencintai seseorang kak" jawab indah tanpa melepaskan pandangan matanya
Mathew yang awalnya duduk berhadapan dengan Indah, kini beranjak pindah di samping Indah, Aroma parfum Mathew sangat tercium jelas di hidung Indah, Jatung Indah berdebar sangat kencang, keringat dingin bercucuran, Rasanya Indah tak sanggup menahan rasa gerogi itu, Namun Indah tetap memaksakan mentalnya untuk dapat berbicara santai di depan Mathew.
"Mencintai seseorang ada 2, yaitu cinta pada pandangan pertama dan cinta karena berjalannya waktu, namun Jatuh cinta hanya ada 1 dan ciri cirinya selalu sama, Jantung berdebar dengan kencang ketika berdekatan dengan orang tersebut, selalu memikirkannya tiap saat dan selalu ingin melihat orang tersebut, seperti yang sekarang kakak rasakan pada seseorang" jawab Mathew tanpa melepaskan tatapannya dari Indah.
"Oh God, ini gila" guman Indah dalan hati...
"ehmmm..., berarti kakak sekarang sedang jatuh cinta dong?" jawab Indah beranjak dari tempat duduknya dengan tersenyum berusaha mengalihkan tatapan tajam dari Mathew, "Kak, Indah mau masuk dulu yah, takut di cari sama mama" pamit Indah memutuskan percakapan yang sangat canggung saat itu, tanpa menunggu jawaban dari Mathew.., Indah langsung mengambil langkah menuju ke arah pintu masuk kamar hotelnya, Namun langkah itu di hentikan oleh Mathew
"Adek, kakak ke sini mau ngasih ini, kenang kenangan dari kakak buat Indah, ini kaki elang yang kakak awetkan dan kakak jadikan gantungan kunci untuk Indah" tanpa sadar Mathew memegang tangan Indah dan Indahpun melihat kearah gantungan kunci pemberian Mathew
"ehmmm terima kasih yah kak.., Indah masuk dulu" jawab indah berjalan meninggalkan Mathew, dan ketika di depan pintu kamar Indah berbalik kebelakang, di lihatnya Mathew melambaikan tangannya, Indah pun membalas lambaian tangan tersebut dan masuk ke kamarnya.
"Oh Tuhan..., apa aku jatuh cinta dengan pria dewasa itu" tanya indah pada dirinya sendiri, sambil melihat gantungan kunci itu dan rasanya hati Indah berbunga bunga melihat kenang kenangan dari Mathew
Semalaman Indah tidak bisa tidur, memikirkan Mathew bahkan aroma tubuh Mathew rasanya terbawa dan tak hilang hilang di tangan Indah, Indah menciumi tangannya sendiri dan menghirup aroma parfum yang masih menempel saat itu.
"hmmmm kak Mathew...., Yah Tuhan lalu bagaimana dengan Patrick, aku tidak pernah merasakan perasaan seaneh ini dengan Patrick" gumannya sendiri di kamar
"Apa yang harus aku lakukan kalau begini" pikir Indah, "Ah lagian Dia tidak mungkin jatuh cinta denganku, kan Kak Mathew uda dewasa dan bekerja, sedangkan aku masih 6 bulan lagi baru ganti baju putih abu abu" pikir Indah dan tertawa lepas saat itu, tanpa di sadari Indah tertawa sendirian tengah malam saat itu,
* jangan lupa Like yah teman teman..
__ADS_1
dan follow IG ku @ovie.el
terima kasih semuanya