
(Monolog Indah)
"Mutasi kakak dipercepat, besok kakak kembali dan minggu depan kakak sudah pindah disini, kakak akan dengan puas bercinta denganmu indah" Bisiknya,
Jantung ini serasa remuk redam, darahku mengalir deras tak karuan sampai membuat kepalaku pusing seperti dunia berputar terbalik.
"Benarkah?" Sahutku menguasai diri, "Baiklah ayo kak, aku bantu beres - beres buat besok, terus kita temani Leo main Play Station kak" ajakku,
"Ayo, tapi sebentar lagi sayang..., kakak masih..." langsung kubungkam mulutnya dengan menggunakan tanganku dan berusaha menjadi dominan,
"Stop kak, ikuti kemauanku" tanpa mau di bantah aku langsung menuju kamar tamu dirumahku dan mulai memberesi pakaiannya satu per satu, dan semua berjalan sesuai kemauanku saat itu, tidak terjadi intimidasi apapun, dari sini aku mulai belajar sikap Mathew, ternyata Mathew bukanlah orang yang bisa di lawan dengan frontal, jika ingin melawannya harus menggunakan cara halus.
_________
Akhirnya pagi ini Mathew kembali ke tempat tugasnya untuk mempersiapkan dirinya pindah ke kotaku, sedangkan aku kembali pada rutinitas harianku seperti biasa, selama beberapa hari kulewati dengan normal, jadwal Les ku ke tempat Pak Joty juga berjalan dengan Normal, kedekatan ku dengab Jack semakin hari semakin baik, hanya bila di tempat les saja, di sekolahan? kami tetap menjaga image satu sama lain, tidak terlalu akrab namun tidak terlalu cuek.
Mathew sudah lebih dari seminggu di tempat tugasnya dan tepat di hari ke sepuluh setelah Kak Mathew kembali, aku mendapatkan kabar bila Kak Mathew akan di tugaskan ke sebuah pulau untuk menjaga keamanan di sana.
"Adek, ini adalah tugas langsung dari kotamu, jadi kakak akan bertugas ke pulau A selama tiga bulan, setelah itu kakak akan bersama - sama denganmu di sana" tutur Kak Mathew lewat telpon,
"Baiklah kak, hati - hati yah kak.." doa ku tulus untuknya,
__ADS_1
Selama Tugas hubungan kami normal dan biasa saja, bisa dikatakan aku semakin mencintai Kak Mathew bila kami terpisah oleh jarak, namun bila kami bertemu selalu saja ada masalah dan hampir setiap hari pasti kami akan berkelahi walau hanya karena masalah sepeleh dan itu sangat melelahkan batinku,
Kali ini aku sungguh berkomitmen untuk tidak mau macam - macam di belakang Kak Mathew, namun dua minggu sebelum jadwal kak Mathew kembali ke Kotaku, aku mendengar bahwa kak Mathew menjalani Hukuman dari komandannya karena telah melakukan tindak aniaya kepada salah satu warga di lokasi tugasnya, sehingga dia di hukum penjara dinas selama dua bulan kedepan, sungguh hatiku remuk redam mendengarnya, aku sungguh bersedih dengan kejadian yang menimpa kekasihku, bahkan selama satu bulan Kak Mathew menjalani hukumannya kami tidak dapat berkomunikasi sama sekali, dan itu sangat membuatku sedih,
Tanpa di sangkah - sangkah, seorang sepupuku yang juga bertugas di Pulau A, yang sama dengan tugas Kak Mathew datang berkunjung di rumahku dan menceritakan bahwa temannya bernama Mathew sekarang sedang menjalani hukuman di penjara Dinas karena masalah perempuan, sang perempuan minta agar Mathew menikahinya namun Mathew menolak sehingga terjadi pertengkaran antara Mathew dan pihak keluarga perempuan ini, dikarenakan terjadi konspirasi dari pihak keluarga perempuan untuk menjebak Mathew dengan menangkap basah mereka melakukan hubungan intim di luar Nikah, maka keluarga wanita meminta pertanggung jawaban dari Mathew dan tidak di indahkan oleh Mathew.
Ketika Mendengar cerita dari Kak Dani hatiku kembali hancur, "Mengapa lagi - lagi kau melakukan ini kepadaku kak? dan semua ini tidak pernah kau akui dengan jujur kepadaku, sedangkan Kak dani adalah kakak sepupuku yang tidak mungkin memiliki niatan tidak baik kepadaku atau motif lain untuk memfitnah kamu, lalu mengapa kau selalu membuatku hancur di saat aku sangat mencintaimu dan berkomitmen untuk tidak macam - macam disini" lirihku berbicara pada diriku sendiri di kamar, aku menangis sejadi - jadinya,
Rasa kecewa sangatlah besar dan kulampiaskan ketika aku berkumpul dengan teman - teman anggota Bandku, Yah..., aku memiliki kegiatan diluar sekolah menjadi salah satu vocalis di band yang lumayan di Kotaku, hanya sebagai official singer aja, dan vocalis utama mereka adalah Roy,
"Kamu kenapa Ndah? nggak kayak biasanya?" tanya Roy kepadaku, Aku hanya membalas dengan senyuman simpul, di saat itulah pertama kalinya aku merasakan yang namanya minum - minuman keras, ketika mereka semua berkumpul dan seperti biasa melakukan ritual minum Red Label di sloki yang digilir, kali itu karena patah hati aku pun merampas sebuah gelas sloki yang di pegang Roy dan meneguknya dalam sekali tegukkan.
"Kamu Gila Ndah?!! ada apa cerita sama aku, jangan begini Ndah," omelnya, Namun pengaruh alkohol hanya memerlukan beberapa menit bekerja pada tubuhku, kepalaku mulai pusing dan kakiku terasa berat tapi aku masih sadar, namun ada adrenalin yang membuatku lebih berani dalam berkata - kata dan bertindak, tapi tetap masih bisa aku kontrol menggunakan akal sehatku,
"Roy, kenapa kalian semua laki - laki sangat brengsek?!!" tanya ku sambil menunjuk mukanya, dan yah.. Roy juga seorang playboy, bagaimana tidak? dia berparas tampan, suara merdu, dan tinggi badan serta memiliki tubuh yang lumayan good looking,
"Hmmmmm...., kenapa? siapa yang sudah buat kamu sakit hati?" tanya nya sambil mengangkat daguku,
"Kaum mu... para penjahat kelamin!" tuturku sambil tersenyum kecut,
"Ndah..., cukup..., laki - laki seperti itu segera tinggalkan dan jangan kamu merasa berat untuk membuangnya, walaupun aku pun seringkali seperti itu tapi tidak pernah meniduri para wanitaku" sahutnya,
__ADS_1
"Benarkah? apakah menurutmu aku ditiduri oleh kekasihku?" sungguh aku cukup ngelantur malam itu,
"Tidak, kau bukanlah wanita seperti itu, kau akan lebih menjaga harga dirimu dari pada hanya sekedar mengikuti napsu mu Ndah" sungguh kata - katanya membuatku meneteskan air mata,
"Benar aku tidak semurah itu, namun aku telah di perkosa oleh orang yang kucintai dan kini dia mengkhianatiku setelah keadaanku telah hancur di rusaknya, apa yang harus aku lakukan?" gumanku dalam hati, rasanya ingin ku ungkapkan kepada Roy, tapi aku sungguh malu dan tidak ingin siapapun tau aibku ini.
"Terima kasih karena sudah percaya dengan ku Roy, kau sungguh baik" hanya itu kata - kata yang keluar dari bibirku, sejenak kami saling berpandangan satu sama lain, aku sungguh menyadari sesadar - sadarnya bila Roy menyukaiku sejak pertama kali aku bergabung dengan Band nya, dan kali ini Roy tidak mau menahannya lagi,
"Indah..., aku..., bila kau ijinkan aku menjadi pelindungmu, maka dengan senang hati aku akan menjagamu, bila nanti kekasihmu sudah pulang dan kau tetap memilih dia, aku pun akan melepasmu dengan ikhlas dan tetap akan bahagia karena kita memiliki sebuah cerita yang akan selalu aku ingat selamanya.." Roy mengungkapkan perasaannya dengan tulus, mendengarnya aku manangis tersedu - sedu, melihat aku sungguh rapuh, Roy memelukku dan mengecup lembut keningku,
"Aku tidak akan memperlakukanmu seperti para wanitaku, aku hanya ingin kamu tau bahwa aku sungguh tulus denganmu Indah.." sambungnya,
"Terima Kasih Roy, tolong lah aku..., tolonglah aku untuk dapat mengatasi rasa sakit ini Roy.." isak tangisku semakin menjadi dikala Roy mengatakan "Selalu, kapanpun dan dimanapun Indah.,"
*
*
*
bersambung
__ADS_1