
(Monolog Indah)
Dua hari tak bertemu Mathew sedikit membuatku bisa beraktifitas walaupun pikiranku masih diliputi kabut kesedihan, dan dua hari pula aku kesekolah menggunakan pantiliner karena sisa darah akibat sobeknya selaput perawan masih keluar seperti orang haid yang hampir selesai. Selama dua hari ini aku cukup berbeda dari biasanya yang sangat usil dan selalu membuat kekacauan di dalam kelas maupun di luar kelas, sehingga teman - temanku cukup heran dengan perubahan sikapku, juga beberapa guru cukup memperhatikan perubahan sikapku selama dua hari ini.
"Kamu kenapa Ndah? apakah karena Mathew mau pulang? membuat kamu sedih lagi Ndah?" tanya Lady,
"Nggak Lad, aku malah senang" sahutku sambil tersenyum kecut,
"Lalu ada masalah apa? apakah kamu bermasalah lagi sana mama mu Ndah?" tebak Lady,
"Kalau sama Mama sih nggak ada habisnya Lad..., dan aku juga gak mau bawa dalam pikiran untuk urusan mamaku..," kembali aku memikirkan sikap - sikap janggal mamaku namun kembali lagi tetap kuabaikan.
"Yah uda, kalau kamu belum mau cerita tentang masalahmu, ingat yah Ndah... kamu bisa cerita apapun dan kapanpun dengan aku" lanjut Lady,
" Makasi banyak Yah Lad...," kembali aku mencoba untuk tersenyum,
Setelah aku berbincang dengan Lady, salah satu guruku memanggilku,
"Indah..., kamu ke ruangan saya yah..." panggil Bu Annie,
Bu Annie adalah salah satu guru konseling di sekolahanku, dan aku punya firasat akan di berikan berbagai macam pertanyaan yang pasti tidak bisa bahkan tidak akan kujawab, dan.. tentu saja semua sesuai dengan dugaanku.
"Indah.., apakah kamu baik - baik saja?" tanya Bu annie,
"Saya baik bu..." sahutku,
"Tapi selama dua hari ini, ibu perhatikan kamu selalu murung, nggak seperti biasanya nak.." mendengar apa yang diucapkan oleh bu annie aku merasa sedikit bahagia, ternyata walau orang lain masih ada yang memperhatikan ku,
"Apakah para guru merindukan keusilanku bu?" tanyaku berusaha mengalihkan pembicaraan, namun Gagal!! karena Bu Annie sungguh terlatih untuk membaca karakter orang lain.
"Jangah mengalihkan pembicaraan Nak, ibu tidak akan memaksamu untuk bercerita sekarang, tapi ingatlah Nak.., Ibu ada disini untuk selalu mendengar curahan isi hatimu," ucap bu annie sambil mengelus kepalaku,
"Baiklah bu, kalau begitu saya permisi kembali kekelas yah bu.." pamitku,
"Iyah Nak..., ingat yah Nak..., jangan pernah kamu memendam masalahmu sendiri, ibu selalu ada kapanpun dan di manapun kamu butuhkan" tutupnya, lalu aku menganggukkan kepalaku dan meninggalkan ruangan konseling dengan sedikit berlari menuju ke kamar mandi, sampai di kamar mandi aku menangis sejadi - jadinya, tidak mungkin aku akan menceritakan kepada orang apa yang aku alami saat itu.
Setelah puas menangis aku membersihkan wajahku dan hendak kembali ke kelasku, aku berjalan dengan kepala tertunduk malu pada diriku sendiri,
"Woii!! Anaknya Om LEO!!" sapa Warner,
"Eh..., ngapain kamu disini?!!" tanyaku culas, wajah Jack berubah dari wajah usil menjadi wajah cukup kaget,
"Loh..., kamu kenapa? kamu barusan nangis Ndah?" tanyanya sambil memberikanku 1 pack tisu kecil,
Tanpa mau menanggapi pertanyaannya, aku malah sengaja menggoda Jack, "Idih..., amit - amit, cowok kok bawa - bawa tisu..." ejekku,
"Iyah kan gak apa - apa, emang cowok gak boleh pakai tisu" sedikit teralihkan Jack menanggapi ejekkanku,
__ADS_1
"Lucu aja sama cowok yang bawa Tisu, mana bungkusnya warna pink lagi..., yeeeekkkk...." ejekku
"Heh, kalo lagi sedih gak usa ngalihkan pertanyaan orang, hari ini sudah mulai Les di Pak Joty, kamu datang yah..." sahutnya,
"Iyah, aku tau..., dan aku ingat..." sambungku sambil merampas tisu yang dipegangnya dan meninggalkan Jack yang masih berdiri di lorong ruangan, setelah aku berjalan beberapa langkah aku memutar kepalaku agar bisa melihat kembali Jack, ternyata Jack masih memandangku dan tersenyum sambil melambaikan tangannya.
_________
Pukul 19:00
Aku bersiap - siap ke rumah Pak Joty untuk Les Kimia diantar oleh papaku, sesampai di tempat les aku bertemu dengan Jack, Wayan, Edo dan Rani, mereka sudah memulai kelas belajarnya sedangkan aku batu saja datang dan di sambut hangat oleh pak Joty, dia guru muda yang menjadi primadona murid - murid cewek di sekolahku, terkecuali Indah...,
No.., aku tidak suka dengannya, yah... entahlah..aku sangat tidak suka dengannya tanpa alasan yang jelas, Namun karena Nilaiku anjlok maka mau tidak mau aku mengambil kelas kimia, fisika dan matematika bersama beberapa teman - temanku. Cukup mengagumkan kepintaran Pak Joty, tapi tetap saja bukan merupakan sebuah daya tarik yang kuat bagiku, setelah menyelesaikan pelajaran dan mengerjakan beberapa soal kami mengakhiri les pada hari itu.
"Indah.., papa belum bisa jemput tepat waktu, karena masih meeting dengan orang dinas di restaurant" sms dari papa masuk dan cukup mengesalkan, Jack yang duduk tepat di sisi kananku melihat sms dari papaku,
"Aku antar kamu pulang" sahutnya,
"Ogahhh!!!" jawabku culas,
"Terus mau pulang sama siapa?? rumah kita satu arah, kalau nggak mau yah sudah jalan kaki sana." ejeknya acuh tak acuh,
Aku terdiam dan bingung harus bagaimana, baru saja mau kusetujui tiba - tiba,
"Sudah gak apa - apa, bapak antar saja ke rumahmu yah Ndah.., kan Bapak belum pernah ngantar Indah sampai di rumah" sahutnya,
"Iyah Ndah.., aku aja sering kok di antar pulang Pak Joty" sambung Rina,
"Hmmmm..., nggak deh, aku pulang sama Jack aja" jawabku sambil menatap Jack dengan wajah melas,
"Yah sudah, next time yah..." Ujar Pak Joty sambil mengusap - ngusap kepalaku,
Lalu kami pun segera bergegas untuk pulang, dan aku menuju ke motor yang dikendarai oleh Jack,
"Aku naik yah Jack, permisi.." ijinku,
"Hnn...," sahutnya
kami berjalan dengan kecepatan sedang, langit seolah tak bersahabat, hujan turun rintik - rintik, aku melihat Jack tidak memasang restleting jaket dengan benar, melihat jaketnya tidak ditutup dari depan secara spontan dari belakang tanganku mencari restleting jaketnya Jack dan memasangnya dengan benar, mungkin saat itu Jack cukup terkejut melihat spontanitasku dan melihatku dari kaca spion motornya, begitu pula aku melihatnya dari kaca spion, mata kami saling beradu pandang beberapa saat sebelum Jack kembali fokus mengendarai motornya.
Sampai di rumah, Jack menurunkanku dan bergegas kembali ke rumahnya, belum sempat aku mengucapkan terima kasih, tanpa berpamitan denganku Jack langsung bergegas pergi,
"Dasar, laki - laki aneh!!!, belum juga aku berterima kasih uda main nyelonong aja" omelku, dengan keadaan baju yang basah kuyup cukup kusesali menolak tawaran Pak Joty yang mau mengantarkanku menggunakan mobilnya, tapi sudahlah...
Buru - buru aku masuk dari pintu samping menuju ke kamar mandi, dan segera membersihkan diri, dan tentu saja aku tidak membawa handuk ke kamar mandi,
"Leoooo!!!! tolong kakak..., tolong ambilkan handuk kakak yah Leo.....!!" teriakku,
__ADS_1
beberapa saat kemudian pintu kamar mandi diketuk dan Leo mengantarkan handukku, segera aku bergegas menuju ke kamarku, ketika ku buka kamarku, ternyata ada Kak Mathew yang menunggu,
"Kak!! ngapain?, tolong keluar kak.., Indah mau ganti baju" pintaku dengan sopan, aku melirik Leo yang sudah masuk ke kamar mama bermain Play station tanpa menghiraukan apa - apa,
"Leo..., mama di mana??" tanyaku, namun Leo tidak menjawab pertanyaanku, malah volume TV Playstationnya di besarkan sehingga Leo tidak terganggu oleh suaraku,
"Mama mu pergi sama papamu katanya ada pertemuan sama orang dinas" jawab Kak Mathew sambil mendekat dan segera menutup pintu kamarku, dan... ceklekkk!!!!!! pintu kamar terkunci, "Oh Tuhan apakah aku akan di perkosa lagi sama dia.," gumanku dalam hati,
Mathew kembali mendekat dan mencium bibirku dengan hasrat panasnya, kembali tangannya bergerilya seperti biasa, kali ini aku tidak mau terlihat terlalu menolak atau Kak Mathew akan berlaku kasar lagi bahkan tidak segan - segan memaksaku,
"Kak...," panggilku sambil membalas ciuman panasnya, tanganku mengusap - ngusap kepalanya dengan lembut,
"Hnn..." jawabnya tanpa menghentikan aktifitasnya,
"Kak..., Indah sayang sama kakak..., tapi Indah lagi datang bulan, kita coba lain kali yah kak.." rayuku kepadanya,
"Benarkah? nanti kau mau melakukannya denganku tanpa ku paksa?" tanya nya sambil terengah - engah,
"Iyah sayang..." bisikku,
"Baiklah kakak tunggu di luar setelah itu kita bercumbu saja yah.." sahutnya
"Hnn" aku menganggukkan kepalaku, dan kulihat Kak Mathew keluar, buru - buru aku pakai baju, dan bergegas keluar agar Mathew tidak curiga,
Aku mendekatkan diriku padanya, dengan satu tangan Mathew mengangkat tubuh mungilku dan mulai mencumbuku dengan panas, tangannya meremas - remas payudaraku serta bokongku dengan gemas, lalu dia membisikkan sesuatu yang membuatku seperti kesambar petir,
"Mutasi kakak dipercepat, besok kakak kembali dan minggu depan kakak sudah pindah disini, kakak akan dengan puas bercinta denganmu indah" Bisiknya,
Jantung ini serasa remuk redam, darahku mengalir deras tak karuan sampai membuat kepalaku pusing seperti dunia berputar terbalik..
*
*
*
bersambung
*Readers please bantu vote yah... dan jangan lupa like and share"
karyaku yang lainnya adalah
-My Fatamorgana Love
dan
-Portal Jiwa
__ADS_1
minta dukungannya 🙇♀️🙇♀️