
(Monolog Indah)
"Aku tidak akan memperlakukanmu seperti para wanitaku, aku hanya ingin kamu tau bahwa aku sungguh tulus denganmu Indah.." sambungnya,
"Terima Kasih Roy, tolong lah aku..., tolonglah aku untuk dapat mengatasi rasa sakit ini Roy.." isak tangis ku semakin menjadi dikala Roy mengatakan "Selalu, kapanpun dan dimana pun Indah.,"
"Aku akan selalu menjagamu..., Aku akan berusaha untuk selalu ada kapanpun kamu membutuhkan bahuku untuk menangis dan aku akan selalu berusaha hadir di manapun kamu ingin bersamaku" Lalu Roy memeluk erat tubuhku dan membelai rambutku, Aku menangis sejadi - jadinya.., aku sangat membutuhkan perlakuan baik ini,
"Sudahkah kamu puas Indah? kalau sudan puas nangis ayo.., aku antar kamu pulang, hari ini kan jadwal kita latihan Band, aku akan antar kamu pulang sama Lorens seperti biasanya" Lalu Roy memerintahkanku untuk cuci muka dan minum Teh hangat untuk menghilangkan aroma minuman keras yang tadi telah ku teguk dengan kasar. Melihat aku mulai stabil dan bisa bercanda dengan beberapa teman lainnya, Roy langsung mengajakku pulang.
Sesampainya di rumah tiba - tiba aku mendengar mama memanggilku, tapi tidak mungkin aku berbincang - bincang sekarang karena sekalipun aku sudah minum teh Hangat tetap saja aroma Red Label akan keluar dari mulutku ketika aku berbicara, jadi kuputuskan untuk pura - pura tidur, dan syukurlah mama percaya kalau saat itu sangking capeknya aku ketiduran.
Setelah mama menutup pintu kamarku dan mematikan lampu kamarku rasanya sungguh lega..., namun ketika aku melihat foto Kak Mathew yang terbingkai di dinding kamar, perasaan kecewa itu kembali muncul, "Aku hanya akan menunggu saat yang tepat untuk pergi meninggalkanmu!!!. Biarlah kalau aku tidak perawan lagi, asal aku tidak terjebak dengan manusia kayak kamu Mathew!!" geram ku malam itu, dada ku terasa sangat panas.
__________
Pagi ini aku bersiap - siap menuju sekolahan, aku teringat akan Roy, dan segera mengirimkan Text singkat ke nomornya "Thank you untuk yang tadi malam Roy...," dan dengan cepat Roy membalas sms ku,
"Pulang sekolah aku jemput, okay?" balas nya,
__ADS_1
Aku tidak membalas pesan singkat itu, karena aku tau apapun balasan smsku dia pasti akan tetap datang menjemputku,
"Indah, aku jemput kamu sekarang, kita kesekolah barengan yah.." Sms dari Jack masuk,
"Iyoo..., kebetulan uang transport angkotku menipis" balasku sambil tersenyum,
"Okaaayyyyy!!!" balasnya,
Setelah aku bersiap aku segera keluar dari kamarku, dan sedikit menyapa mama yang berada di kamarnya,
"Pagi ma.., ma.., Indah mau ke sekolah di jemput sama Jack yah ma.."
"Anaknya Om Elly ma.."
"Oh.., iyah gak apa - apa.., mama tadi malam mau ngajak kamu ngobrol soal Mathew Ndah.." Ucap mama sambil menatap mata ku, aku cukup gerogi tapi berusaha tenang,
"Iyah ma.., gimana, ini Indah masih ada waktu setengah jam sampai si Jack jemput nanti, kita bisa ngobrol sebentar, "
"Ndah..., mama ini kok rasanya kesel banget sama Mathew, kalau apa yang di ceritain Dany itu benar, berarti kan Mathew ini kurang ajar, sudah mempermainkan kita, mama rasa kamu nggak uda sama dia Ndah..., tapi mama nggak mau kamu terus patah hati lalu asal comot sama cowok yang naksir sama kamu," Ujar mama, rasanya aku mendapatkan peluang untuk lepas dari Mathew berkat dukungan mama.., tapi yang sangat ku sesali mengapa di saat aku sudah rusak baru mama mengijinkan aku untuk putus sama Mathew.
__ADS_1
"Hmmm... iya ma..., apa mama mau Indah segera mutusin Mathew kah ma?" tanyaku memastikan,
"Jangan buru - buru, nanti kalau dia pulang kita lihat aja dulu gimana reaksi dan apa yang akan dua ceritakan sama kita, Oh yah.., mama lupa cerita sama kamu Ndah..., masa iyah.., sebulan yang lalu sebelum dia di penjara, dia bisanya telponan sama mama, katanya haus kasih sayang orang tua, karena dari kecil nggak pernah di rawat mamanya tapi di rawat sama omanya, terus dia minta mama cium dia kayaj yang biasa kamu cium di telpon itu loh..., kan mama nggak suka, aneh rasanya Mathew minta gitu" Sambung Mama, aku cukup kaget bagai tersambar petir mendengar cerita mama, namun dari wajah mama.., tersirat makna lain yang tidak bisa ku tebak dengan pasti.
"Kalau itu kan memang dari dulu Kak Mathew kayak gitu ma..." aku sedikit membela Mathew, karena yang kulihat tingkah mama sungguh aneh,
"Iyah tapi aku risih, masa iya pacar anakku minta aku cium dia.., gak pantas itu!" Ujar mama penuh dengan penekanan, dadaku terasa panas mendengar ucapan dari mama, aku bertanya - tanya pada diriku sendiri apa maksud sebenarnya dari mama ini.
Tiba - tiba terdengar suara motor RX - King berhenti di depan rumahku, "Ma..,, Jack uda datang, Indah pamit ke sekolah dulu yah.," pamitku,
"Yah uda, hati - hati" sahut mama,
*
*
*
*
__ADS_1
bersambung,