Aku Adalah Indah

Aku Adalah Indah
Antar - Jemput


__ADS_3

(Monolog Indah**)


Tiba - tiba terdengar suara motor RX - King berhenti di depan rumahku, "Ma..,, Jack uda datang, Indah pamit ke sekolah dulu yah.," pamitku,


"Yah uda, hati - hati" sahut mama*,


Aku segera bergegas keluar rumah dan mendapati Jack menunggu di luar rumahku, dan kami pun segera menuju ke sekolaham bersama,


"Ndah.., nanti pulang sekolah kita bareng lagi yah.." Tutur Jack,


"Aku pulang sekolah nanti di jemput sama Roy, next tima aja yah Jack" jawabku,


"Siapa itu Roy? anak SMA mana?" tanya Jack,


"Dia teman bandku, yang vocalis itu loh.., uda kuliah" jawabku,


"Oh..., gebetan baru yah?" tanya Jack dengan nada aneh,


"Teman..., kan tadi aku bilang Te - Man...." jawabku jutek,


Lalu Jack tidak menjawab apa - apa lagi, aku melihat ekspresi wajah Jack dari kaca spion, ekspresinya terlihat lesuh dan kurang bersemangat,


"Tapi nanti, pulang Les bisa nggak kalau aku barengan lagi sama kamu" tanyaku tanpa melepaskan pandanganku dari kaca spion motornya, Ku Lihat Jack tersenyum lebar tapi tetap tidak menjawab pertanyaanku, dan aku memutuskan untuk tidak mengulang pertanyaanku lagi,selang beberapa menit kami sampai di parkiran sekolahan, aku mengembalikan helm motornya dan kami naik ke kelas kami masing - masing,


Pelajaran Pertama hingga akhir di mulai seperti biasanya, tidak ada yang spesial hari ini, tidak ada sesi curhat sama Lady dan yanti hari ini, dan aku seperti biasa usil dengan beberapa guru dan selalu berkelakar dengan para sahabatku, ketika waktu pulang telah tiba, aku segera turun dan bergegas pulang, lady dan yanti melihat Roy dengan motor buntutnya sudah menjemput ku di depan sekolah,


"Kamu mau latihan Ndah?" tanya Yanti,


"He'em.." jawabku dan memberikan senyuman tipis tapi bagi Lady senyumanku sangat mencurigakan,


"Dia terkenal Play boy, hati - hati Ndah.., jangan sampe belum lepas dari Buaya di Pulau A, kamu uda masuk kandang singa yang menganga di hadapanmu" sahut Lady,


"Aku nggak pacaran sama dia sayaaanggg....." jawabku sambil mencubit kedua pipi Lady,


"Kan kalau mau jalan bareng gak perlu status pacaran Ndah, hati - hati!" tegas Lady,


"Iyah..., terima kasih sayangkuuu..." lalu aku beranjak pergi dan ketika hendak menyeberang, aku merasakan tanganku di tarik, dan kulihat ternyata Jack yang sedang menarik tanganku,

__ADS_1


"Hati - hati!!! kalau nyebrang itu lihat kanan kiri, bukan lihat ke depan!" tutur Jack dengan culas,


"Thank you Jack," jawabku singkat, Lalu Jack membantuku menyeberang seolah aku ini anak kecil yang tidak bisa menyeberang dengan baik,


" Jangan lupa Les Matematika nanti" sahut Jack sambil berjalan memungguki ku dan Roy, "Pulangnya aku antar!" teriaknya Jack tanpa menoleh, Aku tertawa melihat tingkah Jack, "Oh Dasar!! anaknya om Elly, menggemaskan!" gumanku,


Tidak ada ekspresi cemburu yang terlihat dari Roy, dia sungguh seorang play boy bermental baja, aku hanya memperhatikan raut wajahnya, sama sekali tidak terlihat ada perubahan ekspresi yang menunjukkan perubahan pada perasaannya sedikitpun,


"Kita makan yukk..., aku pengen ajak kamu makan Coto Makasar" ajak Roy,


"Ayok" jawabku,


"Aku gonceng kamu harus peluk aku loh yah..., jangan bikin aku kayak abang Ojek" godanya, kami berdua tertawa bersamaan, dan terlihat Jack melirik ke arah kami dengan wajah yang kesal, Aku memindahkan tas ransel di bagian depan sehingga menjadi pembatas antara tubuh depanku dan bagian punggung Roy, dengan sigap langsung memeluk Roy, "Lets Go!!" ajakku,


Jack melihat yang kulakukan dia sedikit tersenyum dan membuang mukanya, kami pun segera menuju warung makan yang dituju, di perjalanan Roy masih saja menggodaku,


"Wah Ndah.., bodymu kok terasa kayak buku semua yah..?!" godanya sambil tertawa lebar, aku yang mendengarnya juga ikut tertawa, selang beberapa saat kami sampai dan memesan makanan juga minuman, sambil menunggu menu kami diantar kami berbicara ringan, membahas tentang lagu - lagu yang akan kami bawakan, dan Roy juga memberikan nada Chord yang akan aku nyanyikan untuk latihan di rumah, sampai akhirnya Roy membuka pembicaraan tentang realita kehidupanku,


"Anak itu naksir kamu" tutur Roy,


"Siapa?" tanyaku,


"Jack Warner??? naksir aku?? nggak lah Roy, dia bukan tipe ku" jawabku jutek,


"Jadi aku termasuk tipemu?" tanya Roy menggodaku lagi,


"Nggak juga..., ahahahaha!!" jawabku kembali menggodanya,


"Terus sama aku kalau bukan tipe masa mau jadi gebetanku walau itu temporary.." tanyanya menahan tawa,


"Kepepet aku.." celetukku, di sambut gelak tawa kami berdua,


"Kurang Asem kamu.., haduh.., sakit perut aku.." sambungnya sambil memegang perutnya karena tertawa terbahak - bahak, aku pun tertawa terbahak - bahak melihat tingkah Roy,


"Gimana lagi, cowok yang mau jadi gebetanku dengan syarat temporary cuman kamu Roy..., yang pada waras kan pasti nggak mau" kembali tawa kami pecah,


Sungguh keusilan - keusilan yang remeh ini sangat aku butuhkan mengobati sakit hatiku kepada Mathew,

__ADS_1


"Ndah..., tapi aku serius soal Jack, dia naksir kamu itu Ndah..,, kalau anaknya baik, kenapa tidak Ndah?" tiba - tiba Roy berbicara dengan wajah cukup serius,


"Nggak ah Roy.., dia terlalu baik untuk aku, " jawabku, "Kalau saja keperawananku tidak di ambil secara paksa oleh Mathew, aku pasti akan menerima cinta Jack, kalau dia benar - benar naksir sama aku, tapi keadaan sekarang berbeda," gumanku dalam hati,


"Mikir apa kamu? jangan sembarangan ngomong, kamu baik untuk dia Ndah, dan coba lah buka jati kamu untuk yang lain" sambung Roy,


Sebenarnya aku cukup heran melihat Roy, bagaimana mungkin dia yang naksir aku tapi bisa secara gamblang menyuruku membuka hati untuk orang lain, sungguh sifat yang aneh menurutku,


"Apa kamu tidak cemburu?" tanyaku


"Sangat!! aku sangat cemburu, tapi kebahagian kamu kan di atas segalanya," jawab Roy, sambil menikmati makanannya,


"Lalu dengan Mathew? apakah kamu cemburu?" tanyaku lagi,


"Aku lebih cemburu sama Jack, karena dia laki - laki yang baik, dan aku tidak bisa menjadi lebih dari pada Jack, bahkan menjadi sama baiknya dengan dia saja aku tidak bisa.." jawab Roy, lalu dia melahap nasi terakhir dan segera meminum es teh yang berada di depannya, "Sedangkan Mathew, dia hanyalah laki - laki brengsek yang sama denganku bahkan lebih buruk dari pada aku, lalu buat apa aku cemburu dengan sampah." sambung Roy,


Dadaku sungguh sesak mendengar jawaban logis dari Roy, berarti aku adalah peremouan terbodoh yang sampai saat ini mempertahankan sampah menjadi kekasihku. "Hmmmm...., mungkin aku akan segera mengakhiri hubunganku dengan Mathew dan mencoba serius dengan kamu" godaku, untuk mengalihkan pikiranku,


Roy tersedak mendengan kalimatku barusan, "Dengan syarat, aku juga masih diijinkan pacaran sama orang lain, ahahahahaha!!!" aku tertawa terbahak - bahak melihat reaksinya,


"Sontoloyo kamu Ndah, " sahut Roy juga diikuti dengan suara tawa khasnya,


Habis makan dan puas bercerita, Roy segera mengantarkanku pulang ke rumahku, karena sampai di rumah sudah hampir pukul tujuh malam, aku segera bergegas mandi dan mengganti pakaianku untuk mengikuti Les Matematika di rumah Pak Joty, sesampai di sana, seperti biasa aku selalu saja menjadi murid les yang paling sering terlambat,


Tepat Jam sembilan malam kami menyelesaikan jam les kami, dan sesuai pernyataan Jack, kalau Jack akan mengantarkanku pulang, perjalanan kami terhambat karena adanya hujan rintik, aku sungguh kasihan melihat Jack, kusapu rintikkan hujan di kedua tangan nya (seperti mengelus pangkal tangan hingga ke punggung tangan) dari belakang, apa yang kulakukan adalah spontanitas belaka tidak ada maksud dan tujuan apapun, namun jantungku berdebar ketika Jack memegang tanganku yang sedang menyapu rintikkan hujan di tangannya, Jack memegang dan mengarahkanku untuk memeluknya dari belakang, aku tidak membantah apapun dan memeluknya sampai tiba di rumah, masih kupikirkan apa yang di katakan Roy saat kami makan bersama.


"Ndah..., aku..." sahut Jack, namun tiba - tiba Jack bungkam..


"Kenapa Jack?" tanyaku, mengharapkan Jack mengatakan sesuatu yang berarti untukku,


"Nggak..., aku cuman mau bilang, besok pagi aku jemput lagi, dan pulangnya apakah kau bisa bersamaku?" tanya Jack, sungguh pertanyaan yang tidak di harapkan.


"Hmm..., baiklah.., terima kasih untuk tumpangannya," sahutku, dan bergegas masuk ke rumah, kukihat Jack melambaikan tangannya dan bergegas meninggalkan rumahku,


*


*

__ADS_1


*


bersambung,


__ADS_2