Aku Adalah Indah

Aku Adalah Indah
Pindah sekolah


__ADS_3

Kehampaan melanda kehidupan Indah selama hampir enam bulan, semua kehidupannya berjalan sangat monoton, kini Indah memutuskan untuk tidak lagi melanjutkan kegiatan band lagi, karena Indah telah naik kelas tiga SMA dan memutuskan untuk fokus pada study, Namun sangat di sayangkan sebelum Indah naik kelas, terjadi masalah disekolahan Indah merasa sangat di lecehkan oleh Pak Joty, guru MIPA yang juga guru les kimia, fisika dan matematikanya,


___________


(Monolog Indah)


Sore itu, ketika semua teman - teman di kelasku sudah pulang, aku masih di kelas bersama dengan Pak Joty, bukan karena urusan pelajaran, tapi karena hari itu adalah jadwal piketku, adalah kewajiban untukku untuk membersihkan kelasku, sedangkan dua orang temanku yang juga memiliki jadwal piket yang sama harus ijin dikarenakan mereka sedang mengikuti kegiatan sekolah dari siang dan ketika selesai kegiatan langsung pulang atau tidak kembali ke sekolahan.


Ketika aku sedang merapikan seluruh meja kursi dan terakhir membersihkan kelas, kala itu Pak Joty juga sedang memeriksa kertas ujian, setelah aku melaksanakan semua kewajibanku sore itu, aku berpamitan kepada pak Joty, namun sore itu sikap pak Joty sungguh benar - benar di luar dugaan,


"Pak, saya permisi duluan pulang, maaf nanti tidak bisa les, badan Indah lagi nggak sehat pak" pamit Indah lalu membalikkan badannya dan hendak keluar dari kelas,


"Tunggu Ndah.." panggil Pak Joty,


"Ada apa kah?" tanya ku,


"Apakah kamu benar - benar kurang sehat?" tanya Pak Joty


"iyah, rasanya sakit semua badan saya pak" jawabku polos, tanpa memikirkan hal yang macam - macam,


"Oh..." Pak Joty berdiri dari kursinya dan memegang bahu ku, lalu memijiat - mijat, sontak secara reflex aku mundur dan tetap berusaha untuk sopan, walaupun aku merasakan suasana sudah menjadi aneh,


"Maaf pak, saya permisi" ujarku buru - buru berlari, namun Pak joty menangkap ku dan ingin mendekatkan wajahnya kepada wajahku, aku sufah memiliki perasaan yang tidak enak, aku langsung mendorong tubuh Pak Jotu dan membentaknya, seakan aku lupa dia adalah guru MIPA ku,


"Tolong Anda bersikap sopan!!!! sungguh tidak tau malu!!" bentakku dan berlalu meninggalkan Pak Joty sendiri dengan wajah menahan rasa emosi, namun aku sungguh tidak perduli, karena Pak Joty sudah sangat keterlaluan kepadaku, pada saat aku lari, tidak sengaja aku menabrak Dodo,


Dodo adalah sepupu jauh dari Kak Mathew, mereka memiliki nama belakang yang sama, "Ndah kenapa kamu buru - buru gini? habis lihat penampakkan hantu kah?" tanya Dodo serius,


"Do..., i..itu.. pak Joty, ********!!" aku emosi dan menahan air mataku yang hendak terjatuh,


"Kenapa dengan dia??? ayo aku antar pulang, tenang lah dulu..., ayo kota turun, ceritakan semuanya sama aku" perintah Dodo,

__ADS_1


Aku pun menceritakan semuanya secara detail kepada Dodo, dan terlihat wajah penuh kegeraman di raut ekspresi Dodo,


"*******!!! aku akan buat dia celaka!!" ujarnya geram,


"Sudahlah do.., yang penting sekarang aku sudah aman" jawabku menenangkan dodo dan menenangkan diriku sendiri,


"Yah sudah ayo aku antar kamu pulang," ajak Dodo, dan aku pun menyetujuinya,


*******


Hari ini aku mendapatkan hasil Ujian kenaikan bulananku, sungguh aku terkejut melihat hasil ujianku, "Empat????" sejak kapan nilai kimia dan fisikaku berubah menjadi kursi terbalik, merasa tidak terima aku melabrak Pak Joty,


"Apa - apa'an ini pak? jelaskan bagaimana mungkin nilai saya empat??" sungguh aku sangat emosi,


"Karna kamu tidak mengerjakannya dengan benar, siapa yang suruh kamu mengerjakan dengan cara singkat?? bukankah harusnya di kerjakan dengan cara panjang!" bentak Pak Joty tidak mau kalah,


"Bukankah, anda sendiri yang mengajarkan saya untuk mengikuti rumus singkatnya pada saat Les??" jawabku penuh penekanan,


"Anda sungguh guru kurang ajar!!!" aku tak mampu menahan lidah tajamku yang sudah tersulut api amarah, dalam sejarah pendidikanku, aku tidak pernah sekali pun mendapatkan nilai kursi terbalik, hanya di tangan Pak Joty aku mendapatkan nilai terendah dalam hidupku..


Ternyata ketika aku sedang gusar dan emosi dari kelas, Dodo menanyakan sebab kemarahanku kepada teman sekelasku, dan setelah mendapatkan jawaban, Dodo menyusulku di depan ruangan Pak Joty dan mendengar semua pembicaraanku serta pertengkaranku dengan pak Joty, Dodo pun mengambil keputusan terburuk dalam hidupnya.


Sore itu Dodo melepaskan busi motor milik Pak Joty dan beberapa minggu kemudian menyiram air keras pada kaca mobil depan milik Pak Joty, dan itu semua tanpa sepengetahuanku. Semua kejadian ini aku ketahui setelah libur semester berakhir dan semester kedua kelas dua di mulai, Sebelum kami seluruh murid masuk ke kelas masing - masing di adakan apel pagi, dan pengumuman tentang di keluarkannya Dodo dari sekolahan karena Dodo sudah melakukan tindakan kriminal dan bisa di pidanakan, mendengar semua pengumuman dari kepala sekolah membuatku sungguh terkejut.


Tanpa menunggu lama, buru - buru aku menanyakan kabar Dodo lewat pesan singkat,


"Do..., kamu di mana? - Indah"


"Di rumah" - Dodo


"Kamu bikin masalah apa di sekolahan?" - Indah

__ADS_1


"Pasti kamu sudah tau lah Ndah..., yang jelas semua itu adalah pelajaran yang pantas untuk guru cabul itu" - Dodo


"Do..., kenapa kamu nekat sekali, itu akan merugikan masa depanmu" - Indah


"Sekolahan nggak cuman satu kan Ndah, santai aja, aku akan pindah ke jakarta kok, kamu juga saranku pindah saja, suasana di sana sangatlah tidak sehat" - Dodo


"Akan aku pikirkan, thanks yah Do" - Indah,


Hari itu pikiranku sangat tidak fokus dengan semua kegiatan di sekolahan, rasanya aku ingin segera pulang dan menceritakan semua kepada mama, tentang apa yang terjadi hari ini, dan setelah sesampainya di rumah, aku pun meneritakan semua kepada mama dan mama sungguh kaget dengan apa yang terjadi di sekolahan, lalu aku menunjukkan hasil ujian yang selama ini aku sembunyikan dari mama, dan setelah mama melihat nilai kursi terbalikku, mama sangat murka.


Mama menelpon Pak Joty dan marah - marah, lalu keesokkan harinya mama dengan segera mengurus kepindahanku di sekolahan swasta lainnya, namun sangat disayangkan aku tidak di terima, akhirnya aku masuk ke Sekolahan Negeri yang cukup baik di kotaku.


Hari pertamaku di sekolahan negeri..


*


*


*


Pelecehan yang kerap terjadi di sekolahan sampai sekarang masih saja belum teratasi sampai tuntas, sangat di sayangkan bila di lingkungan pendidik yang seharusnya menjadi tempat pembelajaran moral justru mempekerjakan seorang guru yang tak bermoral,


Sungguh aku adalah salah satu manusia yang kurang beruntung.., baik dalam kehidupanku sebagai seorang anak, dalam kehidupan asmara dan dalam lingkungan sekolahan yang seharusnya menjadi satu - satunya tempat teraman selain rumah,


tapi tidak pada kenyataannya...


*


*


*

__ADS_1


bersambung


__ADS_2