Aku Adalah Indah

Aku Adalah Indah
Gara - gara Uang


__ADS_3

Dalam perjalan menuju ke rumah, Indah larut dalam kesedihannya, melihat Indah terus menangis Mama Indah mencoba untuk menghibur Indah dan menenangkannya, "Sudahlah nak, tidak usah kamu pikirkan, yang penting komunikasimu nanti lancar dengan Mathew" ucap Mama berusaha menenangkan Indah,


"Iyah ma.." jawab Indah, sejujurnya Indah sangat heran dengan perubahan sikap mama yang sangat drastis, baru beberapa minggu lalu, mama dengan frontal sangat menolak dan menentang hubungannya dengan Mathew, sampai Indah menjadi bulan - bulanan di rumah,


"Indah..., yukk ikut mama belanja ke mall" ajak mama, "Dari pada kamu terlalu pusing memikirkan Mathew, mending kita bersenang - senang" lanjut mama,


"Tapi ma.., uang proyek papa belum cair" ucap Indah,


"Mama ada uang kok" jawab mama singkat, Tidak mau banyam bertanya Indah menyetujui ajakan mama,


"Baiklah ma.." dan mereka pun berjalan menuju ke Mall yang berada di kota tersebut, sesampai di Mall, mama menyuruh Indah menunggu di food court, dan mama berlari karena hendak ke kamar kecil, sedangkan Indah sedang memperbaiki wajahnya yg sembab karena menangis sepanjang jalan,


"Nona Indah..., apakah anda tau? kalau mama anda menerima uang yang cukup banyak dari Mathew" ucap supir pribadi Indah, Indah kaget mendengar ucapan supirnya barusan,


"Apa?? dari mana Om tau?" tanya Indah,


"Karena saya yang mengantarkan mamanya Indah untuk mengambil uang dari Tuan Mathew" terang supir pribadi Indah,


"Baiklah..., terima kasih yah Om" jawab Indah dengan tersenyum, Indah tidak menyangka perbuatan mamanya, dan kini Indah sadar akan alasan perubahan sikap mamanya yang drastis, Indah segera menunggu mama di foodcourt setelah beberapa menit kemudian mama keluar dari toilet dan mengajak Indah untuk berbelanja dan membeli baju - baju juga aksesoris, setelah puas dengan acara berbelanja mama mengajak Indah pulang.


Sesampai di rumah, mama berkata kepada Indah "Ndah..., bagaimana pun mama ini bermaksud agar Mathew itu bisa giat dalam mengejar karir bila perlu ikut sekolah perwira, mama sengaja gembleng Mathew agar dia tidak jalan di tempat" ucap mama,


"Iyah ma..." jawab Indah singkat,


"Jadi kamu jangan salah paham sama mama, karena mama hanya menginginkan yang terbaik untuk kamu" sambung mama, indah hanya mengangguk mengerti dan meminta ijin untuk kembali ke kamar, Sesampai di kamar Indah melihat semua baju - baju yang di belikan oleh mama dari uang pemberian Mathew, satu sisi ada perasaan senang mendapatkan baju baru namun di sisi lain Indah merasa tidak enak hati dengan Mathew.


"Baru dua jam di perjalanan aku sudah merindukanmu" pesan dari Mathew masuk ke ponsel Indah,


"Iyah Kak..., aku juga kangen sama kakak..., kak..., apakah aku boleh bertanya?" balas Indah


"Iyah sayang, ada apa?" - Mathew

__ADS_1


"Berapa jumlah uang yang kamu berikan kepada mamaku?" - Indah


"Maksud pertanyaanmu apa? kakak tidak mengerti.." - Mathew


"Mengapa kakak selalu berusaha menutup nutupi? Indah tidak ingin berdebat, Indah hanya bertanya baik - baik, tolong di jawab dengan jujur, berapa banyak uang yang kakak berikan kepada mama?" -Indah


"Baiklah..., hmmmmm...., kakak memberikan beberapa juta saja" - Mathew


"Apa tujuan kakak kasih uang ke mama?" - Indah


"Agar segala keperluanmu terpenuhi" - Mathew,


"Kak..., aku memiliki seorang papa yang masih sanggup menafkahiku" - Indah


"Biarlah..., aku calon suamimu..., kewajibanku untuk menafkahimu" - Mathew


"Tidak ada kewajiban bila baru menjadi calon suami, tolong ini yang terakhir seperti ini kak, aku tidak mau berhutang terlalu banyak sama kakak" - Indah


"Baiklah jika memang itu yang kamu inginkan" - Mathew


"Indah apa kesalahanku? hingga kamu menghindar dariku?" rasa kasihan kepada Jack meliputi hati Indah, namun Indah sudah berjanji pada diri sendiri untuk menutup hatinya kepada siapapun dan akan selalu setia kepada Mathew.


"Jack..., maafkan aku..., kamu tau posisiku.., aku memiliki pacar yang juga sudah diketahui oleh orang tuaku, aku tidak bisa menerima cintamu, kamu pantas mendapatkan yang lebih baik dari pada aku" terang Indah,


beberapa saat kemudian suara ponsel kembali berbunyi,


"Lalu mengapa dulu seolah kamu memberikan harapan kepadaku? tolong jelaskan!" balas Jack,


"Maafkan aku, aku memang memiliki rasa kagum kepada kamu Jack, tapi aku tidak bisa bersama kamu, maafkan kesalahanku yang sudah memberikan kamu harapan" Indah merasa sangat tidak enak hati,


"Putuskan saja Mathew mu itu Indah...aku akan menunggu kamu" balas Jack

__ADS_1


"Jack..., aku tidak bisa putus dengan Mathew, bahkan sekalipun aku membencinya.. aku tidak bisa putus dengannya, aku sudah terikat dengannya Jack, tolong jangan paksakan aku untuk terjun ke jurang" balas Indah, secara tersirat Indah ingin mengatakan bahwa Indah sudah tidak perawan oleh karena itu tidak mungkin Indah bisa lepas dari Mathew begitu saja, memikirkannya sejenak membuat Indah muak akan dirinya sendiri dan sakit hati ketika mengingat kembali kejadian Mathew mengambil apa yang berharga baginya.


Jack tidak membalas lagi, ketika Indah mengirimkan pesan terakhirnya, dilihatnya jam pada ponselnya ternyata sudah pukul 2:00am, Indah tidak ingin larut dalam pikirannya yang melayang - layang, dia memutuskan untuk tidur namun kegelisahan terus melanda hatinya, hingga langit terang barulah Indah terlelap dalam tidurnya..


_______


Siang hari ketika Indah terbangun dari tidurnya, mama terlihat sangat kesal kepada Indah, dan lagi - lagi Indah bingung melihat sikap mama yang selalu berubah - rubah, "Ma... ada apa?" tanya Indah lembut,


"Kamu ini anak setan!! anak kurang ajar!!! apa kamu tidak percaya kepada mama??? memangnya kenapa kalau mathew kasih uang dan mama yang mengaturnya?? HAH?!!! Jawab!!" bentak mama gusar,


"Ma..., bukannya Indah nggak percaya ma..., tapi untuk apa mama terima uang dari Mathew ma?" tanya Indah tetap dengan lembut,


"Heh!!! hari gini ini gak ada yang namanya gratisan goblokk!!!, Pacaran kok cuman maunya cium ciuman tok!! kalo nggak dapat apa - apa buat apa kamu pacaran sama orang yang mapan!! kalo kamu nggak terima dengan cara mama!! angkat kakimu dari rumah ini!!" bentak mama penuh emosi,


Indah berpikir harus kemana bila diusir oleh mama, dan Indah sama sekali tidak berani membantah mamanya, Indah memilih untuk selalu menuruti kemauan mamanya saat itu dan selalu mengalah, "Baiklah ma..., maafkan Indah ma..., Indah tidak ada maksud apa - apa, maafkan ma..., Indah tidak akan berdebat lagi masalah uang yang Kak Mathew kasih ke mama" Indah memohon agar mamanya tidak memperpanjang kemarahannya,


"Sudah!!! sana kamu!!! MUAK aku punya anak GOBLOK kayak kamu!!!" lagi mama membentak indah,


Air mata Indah terjatuh di pipi, bibirnya gemetar tak sanggup berkata apa - apa, hatinya sesak bagai terikat tali tambang yang mengekangnya untuk bernafas, Indah menahan rasa sakit hatinya, setelah bersiap - siap, Indah pamit untuk latihan band dengan Roy, dan tidak di jawab oleh mama satu kata pun, namun indah tetap berpamitan dan segera pergi ke pantai tempat Indah biasa duduk sendiri, sepanjang jalan di atas mobil angkut air mata terus mengalir deras di pipi Indah, hingga Indah menjadi perhatian para penumpang lainnya dan membuat iba supir angkutannya,


"Non.., mau turun di mana?" tanya supir itu,


"Di pasir putih pak.." jawab Indah sesenggukan,


"Baiklah, silahkan turun non,"


"Ini pak" Indah menyodorkan uang, dan di tolak oleh supir angkut tersebut, sesampainya di pantai, Indah menutup matanya menikmati suara deru ombak yang kembali menghancurkan hatinya ketika mengingat sikap mamanya, Lantas tak kuat menahan rasa sakit indah menangis sejadi - jadi di pinggir pantai itu, sambil berteriak "APA SALAHKU TUHAN!!! YAH Tuhan... apa salahku...., mengapa Engkau menciptakan aku jika hidupku harus seperti ini Tuhan...., mengapa Tuhanku...., tolonglah aku Tuhan...."


*


*

__ADS_1


*


bersambung


__ADS_2