
Pintu kamar sudah terbuka lebar, Indah terbangun tanpa Mathew di sampingnya.., Indah langsung buru - buru bersiap ke sekolahan, aktivitas di sekolah hari ini terasa sangat tidak menyenangkan bagi Indah, ditambah lagi dengan berbagai macam pikiran - pikiran yang membuat Indah ingin menangis sejadi - jadinya, namun Indah berusaha menutupi rasa sedih dan sakit hatinya dengan menanggapi berbagai macam canda tawa dari para sahabatnya..,
"Hari ini, kak Mathew pulang ke Kota dingin.." tiba - tiba Indah memulai pembicaraan,
"Kamu pasti sedih yah Ndah...?" tanya Vany,
"Iyah.., tapi aku sedikit bahagia.." jawab Indah dengan nada suara yang datar,
"Kok bahagia?? bahagia di tinggal biar masih bisa tebar pesona ke sana kemari yah..?" goda Maya,
"Nggak May..., tapi nggak tau aja kenapa.., tapi di sisi lain hatiku sakit karena di tinggal pergi May.." Ujar Indah lirih..
"Udahlah.., gak apa - apa, biar kamu bisa fokus di ujian juga Ndah.., tinggal 1 bulan lagi kita ujian akhir nasional Ndah.." Vany benar - benar membuat Indah sadar bahwa pendidikannya jauh lebih penting dari apapun,
"Thanks Van..., thanks May..., kalian selalu saja ada untukku, aku sayang kalian semua" ujar Indah seraya memeluk kedua sahabatnya itu.
Waktu berputar hingga tiba saatnya Indah pulang ke rumah, tetapi di perjalanan pikiran Indah melayang - layang, entah mengapa Indah merasa ingin sekali menangis sejadi - jadinya, Indah merasa bersalah dengan apa yang sudan terjadi semalam,
"Maafkan aku Tuhan..., apa yang harus aku lakukan Tuhan.., apakah aku harus memutuskan hubungan ini Tuhan?" guman Indah dalam hati, sambil menyeka air matanya yang bercucuran, buru - buru Indah mengambil Tisu di dalam tas dan membersihkan wajahnya dari tetesan air mata yang tersisa.
Sampailah Indah di rumahnya..., dan kali ini Indah hanya mendapati Mama dan Leo junior yang sedang tidur,
"Ma..., mama...." panggil Indah,
"Iyah ndah..., makan sana, mama uda masak itu nasi kacang dan ada telur dadar, oh iyah Mathew katanya ada urusan di kantornya, mau laporan klo besok pulang katanya" mama menjelaskan keberadaan Mathew sebelum Indah bertanya,
__ADS_1
"Iyah ma..., gak apa - apa..., ehhmmmm...ma..." panggil Indah,
"iyah, ada apa Ndah?" tanya mama,
"Ma..., kalau Indah putusin kak Mathew aja gimana ma?" tanyaku kepada mama, ..
"Emang ada apa? apakah kalian ada masalah?" tanya mama dengan penasaran,
"Enggak ada ma..., Indah cuman kurang sreg ma..." jawab Indah melas
"Ndah..., kamu kan tau kalau sekarang keadaan perekonomian papamu lagi goyang Ndah..., sekarang kamu punya pacar uda kerja, walaupun gajinya Mathew sedikit tapi kan bisa bantu - bantu kamu Ndah, mama gak mau kamu sampai putus sama Mathew, pokoknya gak boleh Ndah!" perintah mama sambil menautkan kedua alisnya dan meninggalkan Indah masuk ke dalam kamar,
Lalu Indah menyusul Mama.."Ma..., baiklah..., kalau memang bagi mama itu yang terbaik buat kita, Indah akan nurut sama mama" Lirih Indah..
"Bener Ndah???, terima kasih yah Ndah..., Mama berharap sekali Ndah..., apalagi sebentar lagi kamu mau lulus SMP, Mama gak tau apakah Papa sudah menyiapkan uang masuk untuk kamu daftar di SMA nanti." Rasanya dada Indah terasa sakit ketika mendengar apa yang barusan di ucapkan oleh Mamanya,
"Baiklah ma.., terima kasih ma...Indah mau ganti baju dulu," ucap Indah sambil berjalan ke kamarnya,
"Iyah, Mandi dulu sana baru ganti baju yah.." ujar Mama mengingatkan Indah,
"Iyah Ma.." sahut Indah
Setelah Indah mandi dan ganti baju, rasanya kepala Indah sangat berat sekali, tidak mau terlarut dengan perasaan yang tak menentu, Indah memilih untuk Tidur siang, Dalam tidurnya Indah bermimpi bagian bajunya di buka dan bagian depan tubuh Indah di jelajahi oleh seseorang menggunakan tangan, ada beberapa kali hembusan nafas seseorang, aroma parfumnya sangat familiar di indera penciuman Indah, dan ketika Indah memaksakan matanya terbuka ternyata Mathew lah yang menjelajahi tubuh bagian depannya Indah, sontak Indah terkejut dan hendak marah namun dengan sigap Mathew langsung ******* bibir Indah dan memeluk Indah, Rasa emosi di dada Indah masih mendidih tapi lagi - lagi.., Mathew menyadari bahwa anak kecil ini sangat mencintainya,
"Dek.., kakak sayang adek.., malam ini kakak pulang, doakan kakak... 3 bulan lagi kakak pindah.., kakak gak mau jauh dari kamu, kakak akan jaga kamu, nanti kalau adek sudah lulus SMA kita langsung menikah yah..., kakak sangat cinta kamu Dek..." Ujar Mathew sambil menjelajahi tubuh Indah dan mencumbu mesra Indah,
__ADS_1
Tak berdaya dengan rayuannya Mathew, Indah mengurungkan niatnya untuk marah dengan apa yang sudah dilakukan Mathew,
"Kak...Kamu sudah semakin berani sama aku kak..., aku nggak berani dengan segala yang kamu lakukan untuk aku seperti tadi kak..." lirih Indah.. dan mundur agar menciptakan jarak di antara mereka berdua, tidak ingin lagi memberikan kesempatan untuk Mathew berbuat lebih.
"Itu karena kakak cinta kamu..., bukan berani..tapi karena cinta..., adek harus ingat itu" Mathew seakan menyakinkan Indah, bahwa cintanya sangat besar kepada Indah yang masih bodoh dan naif juga tidak mengerti maksud yang terselubung di isi kepala Mathew.
Jarak usia mereka yang terpaut jauh membuat Mathew sangat lihai dalam memanipulasi Indah remaja, Indah yang polos yang seharusnya masih harus kepada pendidikannya malah sudah berpacaran dengan pria yang jauh lebih tua darinya.
Harusnya sebagai orang tua, Indah tidaklah patut diijinkan untuk berpacaran, mengingat usianya yang masih belia, pendidikan moral dan pendidikan akademis saja belum selesai di enyam sampai tuntas, panutan tidak di berikan dengan baik, lalu jika sudah begini apa dan siapa yang harus di salahkan.
Bukankah semuanya salah??? Kemiskinan bukanlah alasan bagi orang tua untuk mengeksploitasi seorang anak, kedok cinta juga bukanlah hal yang pantas untuk menjebak seorang anak remaja yang awam akan cinta,
Bahkan seharusnya jika pun Indah saat itu sudah berpacaran, pantasnya Indah berpacaran dengan anak seusianya, dengan judul cinta monyet bukan?, namun apa yang terjadi??? ketika masih duduk di bangku SMP Indah bahkan sudah menerima sebuah lamaran tak resmi dari Mathew, ajakan menikah seolah memaksakan Indah untuk mau tidak mau berpikiran lebih dewasa di bandingkan anak - anak yang seumuran dengannya.
Di saat teman - teman Indah menikmati masa remaja dengan malu - malu kucing, Indah justru di hadapkan dengan beberapa kejadian yang sudah melecehkan harga diri dan martabatnya.
*
*
*
jangan lupa like and share
minta kritik dan saran
__ADS_1
juga follow IGku yah @ovie.el