Aku Adalah Indah

Aku Adalah Indah
Semua Gajiku di pegang Mama mu


__ADS_3

"Hanya ada satu yang kurang..," tiba - tiba Mathew melanjutkan,


"Apa yang kurang kak?" tanya Indah bingung sambil menatap wajah Mathew,


Lalu Mathew mendekatkan wajahnya kewajahnya Indah dan ******* bibir mungil Indah, tanpa mempedulikan bahwa mereka sedang berada di tempat umum, dan siapa saja bisa melihat aksi Mathew, sambil berbisik Mathew berkata "Aku ingin kamu sesegera mungkin menjadi milikku sayang..." lalu Mathew ******* lembut ujung daun telinga Indah.


Sekujur tubuh Indah seperti kesetrum mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Mathew, sambil tertawa gugup Indah mencoba menguasai dirinya dan hendak bertanya apa dari maksud yang di katakan oleh Mathew namun Indah mengurungkan niatnya, karena Indah tidak mau membuat makan malamnya berantakan.


"Aku sudah menjadi milikmu kak..., kan sekarang aku adalah kekasihmu" sahut Indah dan memberikan senyuman manis kepada Mathew lalu mengalihkan pandangannya ke tangannya yang sedang bertaut menahan rasa gelisah,


"Dek.., ada yang mau kakak beri tahu kepada kamu," sambung Mathew dan membalas senyuman Indah,


"Apa kak?" tanya Indah sambil memakan salad yang baru saja di antar oleh pelayan restauran.


"Mulai bulan depan, sebagian gaji kakak akan di pegang oleh mamamu, itu untuk tabungan sekaligus keperluan kamu sayang..., kakak harap kamu bisa pergunakan sebaik mungkin yah..." Kata Mathew sambil makan nasi goreng pesanannya tadi,


"Loh, kok?! ngapain kak? gak usa lah kak.." Indah protes dengan keputusan dari Mathew, karena takut lebih banyak berhutang budi lagi kepada Mathew,


"Gak apa - apa, kalau kamu tidak mau di kasih ke mama mu, nanti kakak langsung transfer ke rekeningmu saja, okay?!, besok sebelum kakak pulang, kita buka rekening sama - sama, atau adek bawa rekeningnya kakak dan kartu atm nya kakak." lanjut Mathew,


"Gak usah kak..., Indah gak mau.." lagi - lagi Indah menolak tawaran dari Mathew yang di nilainya terlalu berlebihan.

__ADS_1


"Yah sudah kalau tidak mau, kakak kasih ke mama mu aja," paksa Mathew, karena malas berdebat Indah memilih untuk diam dan tidak melanjutkan pembicaraan ini.


Setelah mereka menikmati makan malam, Mathew mengajak Indah menuju Asrama tempat Mathew menaruh sebagian barangnya, dan Indah mengikuti juga menolong Mathew merapikan barang - barangnya yang berada di kamar tersebut, hari itu barak tempat Mathew menaruh barang - barangnya terlihat sepi tidak ada orang, Indah buru - buru menyelesaikan aktifitasnya dan segera mengajak Mathew untuk pulang, namun keinginan Indah di urungkan oleh Mathew yang saat itu sedang tinggi. Mathew mendekap erat tubuh Indah dan ******* bibir Indah suara nafas Mathew memecahkan keheningan suasana barak malam itu, Indah pun menikmati cumbuan panas yang di tuntun oleh Mathew, tangan Mathew berkali - kali mencoba meramas kedua buah dada Indah, namun Indah dengan perlahan menahan agar tangan Mathew tidak memainkan bagian sensitifnya, Namun Mathew tetap tidak mau menyerah, ketika Indah menyingkirkan tangannya pelan - pelan dari area dada Indah.., Mathew ******* - ***** bokong Indah dan saat itu Indah merasa sungguh tidak nyaman akan aktifitas yang di lakukan oleh Mathew,


"Jangaannn kak.." bisik Indah kepada Mathew,


Namun sayangnya ketika Indah berbisik ditelingan Mathew, membuat Mathew semakin menggila, Mathew menekan bagian vitalnya ke area vitalnya Indah, dan Indah langsung menghentikan aktifitas seketika sampai membuat Mathew seperti orang ling lung saat itu.


"Kita pulang kak.., cukup.., aku nggak mau lebih dari ini" Indah menghentikan semuanya dan buru - buru keluar dari kamar barak iti meninggalkan Mathew yang masih berdiri dengan menahan hasratnya.


"Biarkan dia menormalkan dulu pikirannya, mending aku segera menunggunya di parkiran saja" guman Indah. Cukup lama Indah menunggu sekitar dua puluh menit barulah terlihat Mathew keluar dengan wajah agak sedikit basah.


"Kenapa kak? mukanya basah?" tanya Indah, "kakak tadi mandi?"


"Nggak kak.., aku nggak jahat, hanya jangan sampai melampaui batasan kak.." jawab Indah,


"Kakak tidak akan menyerah sampai kamu jadi milikku" lagi - lagi kalimat yang sama yang di ucapkan oleh Mathew, membuat Indah bingung maksudnya apa, tidak mungkin kan Indah harus menikah saat masih sekolah, kalau belum menikah maka aku belum menjadi miliknya Mathew, tapi bahasa Mathew bagi Indah saat itu sungguh membingungkan.


"Ayo pulang kak.." ajak Indah dan Mathew pun langsung memerintahkan Indah untuk segera naik dan mereka melanjutkan perjalanannya ke arah rumah Indah. Sesampai dirumah mereka menghabiskan waktu bersama keluarga Indah sampai tengah malam berkelakar dan bercerita panjang, rasa sedih melanda hati indah yang beberapa jam lagi akan ditinggal pulang oleh Mathew, melihat waktu sudah tengah malam, mama Indah masuk ke kamar duluan.


"Kak..., mama sudah tau maksud kakak soal uang tadi yah?" tanya Indah,

__ADS_1


"Iyah, sebelum kakak sampaikan ke Adek, kakak sudah berbincang - bincang panjang sama mamanya Adek" jawab Mathew sambil mengelus ngelus rambut Indah,


"Kenapa kakak berbicara seperti itu dengan mama kak? Indah tadi nggak mau berdebat soal uang ini karena posisi kita di tempat umum, sekarang Indah bahas juga bukannya mau ngajak berdebat kak.., tetapi Indah nggak bisa terima semuanya begini kak..,, kakak kemarin sudah bantu Indah bayar uang pangkal sekolahnya Indah, sekarang harus seperti ini, rasanya Indah sungguh tidak sanggup lagi menerima semua bantuan ini kak" indah berbicara panjang lebar dan meneteskan air mata karena menahan rasa malu yang tak tertahankan.


"Indah kakak mau tanya..., Indah tau kan kalau kakak cinta sama Indah?" tanya Mathew sambil mengecup bibir Indah,


"Iyah kak.., Indah juga sayang sama kakak" jawab Indah polos,


"Kalau seperti itu, jangan lagi kita perdebatkan masalah ini, semua ini kakak lakukan agar kamu menjadi milikku sayang..." tanpa menunggu Indah menjawab, Mathew langsung ******* bibir Indah lagi dan lagi tanpa memberikan kesempatan Indah untuk menyudahi aktifitas yang di lakukan oleh Mathew, dan ketika Mathew puas, Mathew menyudahi ciuman di bibir Indah, lalu Mathew mengajak Indah untuk tidur bersama - sama.


"Adek..., malam ini tidur sama kakak dek.,," ajak Mathew,


"Jangan kak..., Kakak tidur di kamar tamu aja yah., tolong jangan memaksa kak.." lirih Indah,


"Baiklah sayang" jawab Mathew dan mereka masuk kekamarnya masing - masing, Indah memilih untuk langsung tidur karena besok harus sekolah, namun masalah keuangan ini sangat mengganggu Indah,


"Mengapa mama bisa menerima tawaran dari Mathew, ataukah mama yang minta uang kepada kak Mathew? ah..,, tidak mungkin mamaku seperti itu!" Indah berperang dengan dirinya sendiri.


*


*

__ADS_1


*


bersambung


__ADS_2