Aku Adalah Indah

Aku Adalah Indah
Firasatku


__ADS_3

(Monolog Indah)


Pagi ini, aku masih meratapi Kak Mathew yang pergi bertugas, berbeda pada saat bertugas di Sumatra, dimana aku memilih untuk mengantarnya ke pelabuhan, namun saat tugas ini, aku memilih untuk tidak mengantar kak mathew, bukan karena apa, tapi aku tidak sanggup melihatnya pergi lagi, walaupun aku tau ini adalah resiko yang harus aku tanggung seumur hidupku bila aku menjadi istrinya, kami hanya saling mengucapkan selamat jalan melalui telpon genggam.


Malam harinya Kak Mathew menghubungiku lewat telepon rumah, memberikan kabar kalau sudah sampai dari siang dan menanyakan kabarku seperti biasany,


"Halo selamat malam...,"


"Selamat malam, maaf mau berbicara dengan siapa?" tanyaku,


"Mau bicara sama anak yang namanya Indah" goda Mathew


"Ohh..., Indah lagi keluar sama teman - temannya..." balasku menggodanya, padahal kami saling tau siapa yang berada di balik gagang telepon itu,


"Yah uda kalau begitu kakak mau berbicara sama nona saja, nona namanya siapa?" balasnya menggodaku


"Sudah ah..., kak...!! kapan kakak sampai? kenapa Indah kirim pesan tidak terkirim kak? ponselnya koo mati? Indah kan kawatir kak.." omelku..


"Adek..., ini loh..., kakak telepon mau menjelaskan, kakak sampai dari siang tadi.., di sini tidak ada sinyal untuk nomor gsm, nah sekarang kakak di wartel, tapi kakak sudah dapat orang yang bersedia dipinjam teleponnya untuk komunikasi kita, karna kakak tinggal di rumah kos persis disamping rumahnya, nah rumah kos ini di pakai atau disewa sama dinas, selama kakak bertugas disini" jelas kak Mathew panjang lebar,


"Baiklah kak..., berapa nomornya?" tanyaku, dan kak Mathew memberikan nmr teleoon rumah tersebut,


"Anak pemilik rumah ini namanya Kak Martha, biasanya dia nanti yang angkat telepon dan panggil siapapun yanh dapat telpon dari keluarganya atau pacarnya hehehehe..."


"Okay, Kak Martha yah...., hmmmmm...., kak...."


"Apa sayang?"


"Hari ini Indah nggak fokus belajar karena mikirin kakak, dan ini lama sekali kak...., Nanti kakak pulang pas Indah selesai ujian sekolah, Indah bingung bagaimana mengatasi perasaan Indah yang galau kayak gini kak..." aku sungguh galau saat itu dan dengan terang - terangan aku nyatakan kepada kak Mathew,


"Adek..., bersabarlah...., kakak pulang kita langsung tunangan yah sayang...., sesuai keinginan adek..., bagaimana? apakah adek mau? kakak tidak akan memaksa adek untuk menikah dengan kakak, tapi kakak juga ingin tenang, kakak ingin kita terikat dalam pertunangan, bagaimana sayang?" sungguh pertanyaan kak Mathew membuatku sangat berbunga - bunga saat itu.


"Baiklah kak..., Indah mau..., Indah mau bertunangan sama kakak..., Indah tunggu kakak pulang, Indah sangat cinta sama kakak" ujarku dengan haru,

__ADS_1


"Terima kasih sayang..., kakak akan ganti nomor gsm, biar kita bisa komunukasi, karna nomor yang kakak pakai tidak ada jaringannya disini, setelah ini kakak akan info ke adek, dan disini telpon pakai ponsel juga gak jelas jadi kita tetap bisa komunikasi lewat pesan singkat, dan untuk berbicara kita komunikasi lewat telepon rumah nya Martha yah,.." terang Kak mathew


"Baiklah kak..., Indah paham..., kalau begitu kakak istirahat aja sekarang, besok pasti kakak sudah mulai bertugas, dan Indah juga banyak PR yang harus dikerjakan" pamitku


"Baiklah sayang..., cium kakak sayang..." pinta Mathew


"Muuuaaacchhh...., Love you kak.."


"Muaaaacchhh..., love you too Indah"


______


Ada sedikit perasaan tidak enak saat itu, tapi aku tidak tau mengapa perasaan ini sangat mengganggu pikiran dan hatiku, padahal kak Mathew juga berkomunikasi denganku seperti biasanya, bahkan hampir setiap hari kami berkomunikasi, sering kali ku abaikan perasaanku yang tidak - tidak agar semua bisa berjalan baik - baik sama, tidak terasa hubungan kami sekarang telah genap tiga tahun berjalan, aku sangat bersyukur begitu pula dengan Kak Mathew kami sangat bersyukur dengan bertahannya hubungan ini.


Walaupun rasa sakit hati akan tindakan semena - mena Mathew dulu, namun lambat laun ku lihat Kak Mathew sudah banyak berubah, Kak Mathew lebih dewasa dan mau mendengarkan segala pendapatku serta mempertimbangkannya, salah satu contoh adalah masalah pertunangan kami, awalnya Kak Mathew sangat ngotot setelah lulus SMA aku harus mau menikah dengannya, tapi akhirnya Kak Mathew mengikuti harapanku, yaitu bertunangan, karena aku masih ingin kuliah dan meniti karirku.


Namun akhir - akhir ini, Kak Mathew jarang sekali telpon aku, dan jarang sekali mengirim pesan text kepadaku, Tapi aku tetap percaya kepada Kak Mathew, aku tau kalau kak Mathew sedang bertugas, dan pastinya bila kami tidak berkomunikasi semua semata - mata karena Kak Mathew sedang di lapangan, suatu kali aku menelpon Kak Mathew dan tepat yang mengangkat telepon adalah Kak Martha,


"Halo malam, dengan siapa dan mau bicara dengan siapa?" sambut seorang wanita di balik gagang teleponnya,


"Oh..., iyah telepon lima menit lagi yah.., saya panggil dulu orangnya" sahutnya


"Baik terima kasih kak, maaf merepotkan" dan telponpun terputus, karena kak Mathew sudah lama tidak berkomunikasi denganku, aku memutuskan untuk langsung menelpon rumah Kak Martha, walaupun sebenarnya rasa malu dan rasa tidak enak hati sedang melandaku karena kami akan berkomunikasi dengan menumpang di telpon rumah orang lain, sungguh tidak leluasa. Lima menit kemudian aku menekan kembali nomor telepon yang sama dan tersambung,


"Halo selamat malam, dengan siapa dan mau bicara dengan siapa?" lagi kalimat itu terulang,


"Malam kak, ini Ovie..ma.." omonganku terputus


"Oh yah,. Woiiiii!!!! Mathew!!! kau pung nona ini telepon" teriaknya di balik gagang telpon itu,


Juga terdengar suara langka dari seseorang yang sedang buru - buru, "iyooo"


suara yang sangat familiar bagiku, "Terima kasih yah.." ucap suara pria itu,

__ADS_1


"Halo sayang..." sambutnya


"Halo kak..,Indah kangennn!!!" suaraku setengah berteriak,


"Kakak juga, sangaat!!!" jawabnya "maaf kakak beberapa hari ini turun terus di lapangan sayang, dan pulsa gsm kakak habis, makanya nggak bisa balas sms adek" terangnya


"Iyah nggak apa - apa kak.., apa kabar kak?" tanyaku


"Kabar kakak baik, adek baik - baik kan?" tanya nya lagi,


"Iyah baik kak.." jawabku,


"adek, tunggu..., kakak kenalin sama kak martha yah.. yang tadi terima telpon adek, Martha!!! Martha!!! sini" panggil kak Mathew, dan aku hanya mendengar percakapan mereka di balik gagang teleponku, "Apa Mathew???"


"Mari kenal dulu sama cewekku" jawab kak Mathew,


"Haloo..." suara Kak Martha terdengar lebih ramah dari saat menerima telponku tadi


"Halo kak.,,, ini Ovie.., terima kasih sudah mau bantu Ovie sehingga bisa komunikasi sama Kak Mathew" tuturku ramah..


"Iyah.., sama - sama..., ini kak Martha, nanti kalau mau telpon kapanpun telepon aja, nggak apa - apa kok" balasnya,


"Baik.., terima kasih kak,," jawabku,


"Ini kakak sambungkan ke Mathew lagi yah.." jawabnya


"Baik kak.., terima kasih" dan setelah itu aku melanjutkan perbincanganku dengan Kak Mathew, karena ini adalah telponnya orang, aku juga tau diri, percakapan kami cukup singkat hanya sekitar dua puluh menit, biasanya kami berkomunikasi lebih dari satu jam, lalu kami saling mengucapkan sampai jumpa dan mengakhiri komunikasi kami Malam itu.


*


*


*

__ADS_1


bersambung,


__ADS_2