Aku Adalah Indah

Aku Adalah Indah
Segala kejanggalan


__ADS_3

Hi readers...., Indah Part 1 sudah akan habis episodenya beberapa episode lagi...,


Liz sebagai author minta saran dan kritiknya yah readers..., juga Aku adalah Indah Part 2 akan segera Liz kerjakan setelah Liz menyelesaikan novel fiksinya Liz yang berjudul "My Fatamorgana Love"


Nah kenapa kisahnya Indah ini Liz pisah per part, karena mbk Indah bakalan keluar kota sekitar tiga mingguan, dan Mbk Indah juga bilang selama tiga minggu ini pasti bakal sibuk banget dan takutnya nggk bisa maksimal untuk kasih updatetan kisah hidupnya,


Mbk Indah bilang juga setelah pulang, Mbk Indah bakalan bantu Liz untuk melanjutkan kisahnya di Part ke 2, dan pleaseee..., jangan lupa kasih Vote ke Liz yah teman - teman..., biar Lizbeth semakin semangat nulisnya,


Mbk Indah kirim salam buat semua para readers yang baik hati, untuk pesan - pesan dari beberapa readers semua sudah Liz sampaikan ke mbk Indah, dan mbk Indah mengucapkan banyak terima kasih untuk teman - teman yang baik dan perhatian sama mbk Indah,


Okay, Liz akan lanjutin lagi kisah Aku adalah Indah Part 1 nya, happy reading semuanya


__________________


(monolog Indah)


Komunikasiku dan Kak Mathew kembali terjalin dengan baik, sampai aku mendengar kabar kurang sedap dari salah satu sahabat kak Mathew yang habis pulang kampung dan kok yah kebetulan banget kampung halamannya adalah tempat di mana Kak Mathew bertugas,


Sore itu, Kak Frans salah satu sahabat kak Mathew main ke rumahku, dan berbincang - bincang dengan mamaku, seperti biasa, bila ada tamu pasti mama yang paling heboh dan menyambut dengan semangat, kami pun berbincang - bincang kala itu, sampai Kak Frans memanggilku dan menanyakan sesuatu yang membuatku bagai tersambar petir. LAGI!!!


"Indah..., sini dek.," panggilnya,


"Ada kak?" tanyaku


"Kamu sama Mathew sudah putus kah?" tanya nya,


"Nggak kak, ini ada barusan sms an sama kak mathew," jawabku "Kenapa kak?" tanyaku penasaran,


"Nggak apa - apa, kakak hanya tanya aja" jawabnya gugup,


"Kenapa sih kalian ini kalau mau menyampaikan berita tidak sedap harus bikin orang memohon dan penasaran?!!" sahutku kesal,


"Bukan begitu Indah..., kakak nggak mau kamu sakit hati, karena Kakak di sana lihat dia jalan sama perempuan lain, kakak nggak tega sama kamu" jawab kak Frans prihatin,


"Kak..., kalai dia jalan sama perempuan lain, selama dia nggak macam - macam yah biarin aja!!" tegasku,


"Iyah, kakak juga awalnya ngomong gitu sama Mathew, tapi Mathew bilang hubungan kalian sudah putus, makanya kakak kaget dan memastikan itu sama Indah" spontan Kak Frans membela dirinya,


"Putus??!!! Kak Mathew bilang dia putus sama Indah??" tanyaku dengan gugup,


"hhmmmm" jawab kak Frans sambil mengangguk kepalanya,


"Lalu siapa perempuan yang jalan sama dia?" tanyaku,


"Kakak nggak berani kasih info lebih panjang lagi, adek tanyakan saja sama Mathew" sahut kak Frans,


"Tidak kak..,, tolong di jawab kak!!" bentakku kepada Kak Frans,

__ADS_1


"Adek, maaf..., kakak tidak berani ikut campur terlampau jauh, kakak sampaikan berita ini hanya karena kakak kasihan sama kamu Indah..., tidak lebih dan tidak ada maksud apa - apa" sahut Kak Frans dan Kak frans langsung berpamitan kepada mamaku di dapur, juga berpamitan kepadaku serta berusaha menguatkanku saat itu.


Hatiku kembali hancur, dan kegalauanku sudah pada puncaknya, apakah firasatku sebelumnya benar? tanyaku pada diriku sendiri, bagaimana bila dia kembali mengkhiatani cintamu Indah??? pertanyaan itu kembali hadir di pikiranku, apakah aku harus menjadi dungu lagi dan kembali memaafkannya?? dan bila kumaafkan lagi, maka akan terulang lagi, dan lagi dan lagi seperti yang sudah - sudah..


Lalu jika aku mengakhiri hubunganku ini..., lalu siapa yang mau menerima aku? perempuan yang tidak perawan lagi?!! Oh Tuhan... hatiku kembali hancur, mengingat serusak ini diriku, membuatku tak kuasa menahan tangis, rasanya kepalaku berputar tiada henti dan jantungku terasa tertikam oleh ribuan jarum, bagaimana mungkin aku bisa bertahan Tuhan bila aku mengakhiri hubunganku dengan kak Mathew, lalu bagaimana juga aku akan bertahan bila aku melanjutkan hubunganku dengannya, dan seumur hidupku dia akan terus menyakitiku dengan segala ulah perselingkuhannya..


Dilema yang kurasakan adalah dilema terbesar dalam hidupku, aku sungguh berdiri di persimpangan yang sangat membingungkan, aku mencoba untuk menenangkan jiwaku, dan berusaha untuk memikirkan segala resiko dalam hidupku, apa yang harus kulakukan dan apa tidak harus kulakukan, apa yang pantas ku pertahankan dan apa yang tidak pantas ku pertahankan,


Akhirnya aku memutuskan untuk melanjutkan hubunganku dengan Kak Mathew dan berusaha mencari tau apa yang akan terjadi dan aku ingin tau kejadian sebenarnya, aku tidak ingin mendengar informasi hanya dari satu pihak tanpa mendengarkan informasi dari pihak yang berbeda, Malam itu dengan tenang aku mengirim pesan text kepada Kak Mathew..


"Kak...., aku sangat mencintaimu..., apakah perasaan kakak sama dengan Indah?" - Indah


Namun pesanku tak terbalaskan semalam hampir satu hari, keesokkan harinya tepat jam delapan malam pesanku pun terbalaskan,


"Kakak juga Indah..., sangat mencintaimu" - Mathew


"Kak..., apakah tugasmu di sana berat?" - Indah


"Iyah dek, sangat berat, maaf baru sempat membalas sms adek" - Mathew


"Iyah..., nggak apa - apa kak..,, asal kakak baik - baik di sana dan tetap menjaga hati kakak untuk Indah" - Indah,


"Selalu sayang, " - Mathew,


"Kakak di mana?" - Indah


"Kakak di Kamar, di barak sementara, Adek di mana?" - Mathew


"Halo selamat malam, dengan siapa? mau berbicara dengan siapa?" suara ini sangat aku kenal,


"Malam Kak Martha ini Indah, mau berbicara dengan Kak Mathew" jawabku,


"Oh...., iyah.., telepon lima menit lagi yah..., kakak panggil dulu di kamarnya" jawab kak martha ramah,


"Baiklah" sahutku


Sambil menunggu 5 menit berjalan aku membalas pesan singkat kak mathew


"Sama kak..., Indah juga di kamar" - Indah


"Kok Lama balasnya?, lagi ngapain?" - Mathew


"Lagi mikirin kakak" - Indah


Lalu lima menit kemudian aku kembali menelpon rumah kak Martha dengan memencet tombol redial, dan tersambung,


"Selamat malam" sahutku duluan,

__ADS_1


"Malam Indah..., ini Mathew tidak ada di kamarnya, katanya lagi tugas" jawab Kak Martha, aku sungguh kaget mendengar jawaban dari Martha,


"Baiklah kak.. terima kasih yah kak..., besok Indah telpon lagi" sahutku


"Oh iyah..." jawab Martha lalu memutuskan sambungan telponnya,


Lalu aku melihat layar ponselku ada pesan masuk lagi dari kak Mathew dan aku membukanya,


"kakak juga selalu memikirkan adek" - mathew


"Terima kasih kak..., kak... apakah kakak sekarang benar - benar di kamar?" - Indah, tanyaku lagi kepada Mathew,


"Iyah sayang, dan sekarang kakak mau istirahat, karena besok jam lima pagi kita mau turun ke lapangan, pulangnya sore" - Mathew


"Baiklah kak..., selamat tidur yah kak..." - indah


"Sama - sama sayang..., selamat tidur juga untuk Indah" - Mathew


Aku sungguh bingung dengan keadaan ini, mengapa ada kejanggalan, dan apakah firasatku berkata benar kali ini, malam itu aku berperang dengan hati dan pikiranku sendiri, namun aku tetap berusaha mengabaikan perasaan galauku ini dan memilih untuk meninggu hari esok tiba untuk mencoba berkomunikasi lagi dengan Kak Mathew,


Keesokan harinya, tepat jam tujuh malam, aku kembali menelpon kak mathew, dan lagi - lagi kali ini Kak Martha yang mengangkat teleponnya,


"Selamat malam dengan Indah disini, apakah bisa berbicara dengan Kak mathew?" aku memulai percakapan di balik telepon ku,


"Oh Indah..., Mathew belum pulang tugas, nanti kalau sudah pulang tugas saya kabarkan kalau Indah tadi telpon" sahut Martha dari balik telepon


"Baiklah kak" jawabku dan segera menutup sambungan teleponnya


Lalu aku kembali mengambil ponselku dan mengirim pesan singkat kepada Kak Mathew,


"Sayang..., ada dimana?" - Indah, kali ini dengan cepat Kak Mathew membalas pesanku,


"Lagi makan malam sama teman - teman, tadi kakak pulang siang sayang dan makan di rumahnya Kak Martha, tapi kakak tadi lupa kabarkan adek kalau kakak sudah pulang tugas" - Mathew


Deg!!!!


Hatiku merasakan ada yang tidak beres, dan lebih merasa curiga kepada Martha, dari pada kepada Kak Mathew, tapi aku kembali mengabaikannya, selama Kak mathew setia, aku tidak akan perduli juga ada orang lain yang tergila - gila dengannya,


"Baiklah kak..., apakah kakak habis ini akan ke rumah kak Martha? karena Indah mau telpon sama kakak" - Indah


"Nggak Indah.., karena telpon rumah Kak Martha katanya sudah satu minggu ini rusak" - mathew


DEGGGG!!!!!!


*


*

__ADS_1


*


bersambung


__ADS_2