
Terdengar isakan tersedu didalam kamar mandi. "Apa yang aku lakukan?" Ayu meratapi perbuatannya sendiri. Gadis bernama lengkap Ayu Salsabila itu, sungguh menyesal ketika menyadari bahwa telah menyerahkan keperawanannya pada sang kekasih.
Ayu bukannya tidak melawan, tapi ayu terlalu lemah untuk melakukan perlawanan hingga akhirnya malam ini harus merelakan keperawanan nya direnggut putra kekasihnya.
Sudah terlalu lama ayu didalam kamar mandi,lalu ayu keluar dari kamar mandi.
Ceklek
Ayu membuka pintu kamar mandi.
"Hay sayang". Sapa putra dengan tersenyum genit.
Ayu hanya diam saja,ayu ngambil tas selempang nya,dia ingin pulang secepatnya,badannya sakit, bukan hanya badan tetapi juga hatinya,mahkota yang telah dia jaga selama 23tahun, dia berikan begitu saja pada sang kekasih.
Ayu melangkahkan kakinya menuju pintu kamar hotel, tetapi putra menghalanginya.
"Nanti pulangnya aku antar". Ucap putra
"Aku bisa pulang sendiri". Jawab ayu cuek
"Gak, aku antar kamu pulang,gak ada penolakan". Ucap putra
Ayu mengalah, ayu kembali duduk di tepi ranjang, putra masuk kamar mandi.
Ayu masih mengingat dengan jelas bagaimana putra memaksanya,ayu menangis meratapi nasibnya nanti bagaimana jika orang tuanya tahu.
"Bagaimana jika aku hamil". Batin ayu
Ceklek
Putra keluar dari kamar mandi, sudah lengkap pula dengan pakaian nya.
"Kamu nangis lagi sayang". Tanya putra menghampiri ayu.
"Aku takut, kalo aku hamil bagaimana?". Jawab ayu dengan sesenggukan.
Sudah aku katakan,aku akan tanggung jawab kalau kamu hamil, walaupun kamu gak hamil,aku akan tetap nikahin kamu sayang". Ucap putra
"Kamu gak bohongkan put?".Tanya ayu
"Gak akan, kan aku udah janji".Ucap putra
__ADS_1
"Udah sedihnya, ayo kita pulang".ajak putra
Lalu mereka berdua keluar dari kamar tersebut.
"Silahkan masuk tuan putri" ucap putra membukakan mobil sport miliknya,lalu ayu masuk.
Lalu putra masuk kedalam mobilnya.
kring..... kring..... kring
Bunyi suara ponsel milik ayu,lalu ayu menjawab.
Ayu
"Halo, kenapa ir?".Tanya ayu
.........
Ayu
"Iya, aku lagi dijalan".Jawab ayu
...........
Tut Tut Tut
Ayu memutuskan panggilan.
"Irna ya?". Tanya putra
"Iya disuruh cepet pulang".Jawab ayu
"Irna tuh udah kayak ibu kamu aja". Ucap putra dengan terkekeh
"Hehehe,iya dia tuh sahabat aku dari kecil sampe sekarang, dia emang begitu,dia sayang banget sama aku". Jawab ayu
"Tapi dia tuh cerewet banget".Ucap putra dengan tertawa.
"Tapi dia baik". Jawab ayu
"Aku nggak baik sama kamu?".Tanya putra
__ADS_1
"Nggak". Jawab ayu dengan cuek
"Udah dong marahnya".Bujuk putra
Cittttt...
"Udah sampai".Ucap putra
"Iya". Jawab ayu
Ayu hendak keluar dari mobil
"Makasih ya". Ucap putra
"Makasih untuk apa?".Tanya ayu dengan bingung.
"Makasih untuk yang tadi".Ucap putra dengan tersenyum, lalu putra mencium pipi tembem ayu,ayu tidak menjawabnya, ayu langsung keluar dari mobil putra.
Tok...Tok...Tok
Tak berselang lama pintu terbuka.
"Lo tuh yu, pulang tengah malam,ini udah jam berapa?". Omel Irna
"Masuk dulu bu Irna". Ucap ayu dengan tersenyum.
Lalu mereka berdua masuk ke kontrakan.
"Udah, sekarang jelasin kenapa bisa pulang semalam ini". Tanya Irna
"Habis jalan jalan". Jawab ayu
"Masa jalan jalan sampai malem begini". Tanya Irna
"Iya, tadi mobilnya mogok". Jawab ayu dengan berbohong.
"Kamu gak macam macamkan". Tanya Irna
"Gak". Jawab ayu
Blam
__ADS_1
Ayu menutup pintu kamar,ayu langsung tidur karena badan nya capek sekali,hati dan pikirannya juga capek.
Bersambung.....