
Hoam! Ayu menguap. Ayu baru saja bangun tidur, langsung melihat hp nya.
"Nggak di bales."Ucap Ayu dengan lesu.
"Udah bangun, tuan putri."Ucap Irna
"Udah. Loh kok, udah pulang?"Tanya Ayu.
"Dari tadi."Jawab Irna.
"Jam berapa sekarang?"Tanya Ayu.
"Udah, jam 7."Jawab Irna.
"Oh."Ucap Ayu.
"Besok ke toko?"Tanya Irna.
"Belum. Masih tiga hari lagi."Jawab Ayu.
"Lama banget."Ucap Irna.
"Cuma satu minggu, Irna."Ucap Ayu.
"Gue capek tahu, kerja sendirian."Ucap Irna.
"Sabar, sayang."Ucap Ayu.
"Udahlah. Gue mau bobok syantik."Ucap Irna sambil menarik selimut.
"Emang udah mandi?"Tanya Ayu.
"Udahlah."Jawab Irna.
"Udah wangi begini."Tambah Irna.
"Wangi dari mana, bau ikan asin begini."Ucap Ayu.
"Enak aja. Lu tuh, yang belum mandi."Ucap Irna.
"Tapi tetep wangi."Ucap Ayu.
"Bau telur busuk."Ejek Irna.
"Mana ada."Ucap Ayu dengan cemberut. Ayu bangkit lalu masuk kamar mandi.
Tak berapa lama, Ayu masuk lagi ke kamar.
"Ir, gue besok mau nemuin, Putra."Ucap Ayu. Tetapi tidak ada respon. Ayu melihat Irna, Irna sudah tertidur pulas.
__ADS_1
"Udah tidur, bocah."Ucap Ayu. Ayu menarik selimut, lalu tertidur.
...***...
"Cantik banget, mau kemana?"Tanya Irna.
"Kepo."Ucap Ayu dengan menjulurkan lidahnya.
"Ihh, nyebelin."Ucap Irna.
"Hahaha. Mau jalan-jalan."Ucap Ayu.
"Kemana? Sama siapa?"Tanya Irna.
"Sendirian. Kemana aja, yang penting happy."Jawab Ayu.
"Oh. Gue berangkat dulu."Pamit Irna. Irna melangkah keluar rumah.
Ayu ngambil tasnya, dan ngambil alat tes kehamilan, dia sengaja membawanya agar Putra percaya. Kalau dia memang hamil.
Tin tin tin
Ayu keluar rumah, menuju mobil warna putih yang sudah dia pesan.
Blma!
Ayu menutup pintu mobil. Lalu, mobil melaju dengan kecepatan sedang.
"Terima kasih,pak."Ucap Ayu keluar dari mobil.
Ayu memandang rumah mewah itu. Rumah nya mewah, tapi seperti tidak terawat. berserakan di teras rumah. Ayu melangkah menuju rumah tersebut. Sesampainya di depan pintu, Ayu menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskan dengan pelan.
"Bismillah."Ucap Ayu.
Tok tok tok
Tak berapa lama, seorang lelaki membukakan pintu.
"Cari siapa?"Tanya laki-laki itu.
"Putra!"Jawab Ayu.
"Lo, siapa nya?"Tanya laki-laki itu.
"Putra ada?"Tanya Ayu.
"Ada."Jawab laki-laki itu dengan memandang Ayu dari atas sampai bawah. Ayu merasa risih karna di pandang seperti itu oleh laki-laki.
"Masuk!"Tambah laki-laki itu.
__ADS_1
"Iya."Ucap Ayu. Lalu, mereka berdua masuk kedalam rumah itu. Ayu memperhatikan sekeliling, banyak bekas botol minuman alkohol berserakan dimana-mana.
"Put. Ada yang nyari, Lo."Ucap laki-laki itu dengan menepuk pundak Putra.
"Siapa?"Jawab Putra.
"Itu, dibelakang lo."Ucap laki-laki itu. Putra memutar tubuhnya, melihat siapa yang mencarinya.
"Ayu."Ucap Putra terkejut. Putra langsung berdiri.
"Ngapain kesini?"Tanya Putra. Ayu tidak menjawab pertanyaan Putra. Ayu memandang Putra dengan mata berkaca-kaca, lalu Ayu beralih memandang wanita cantik yang disampingnya putra. dengan bergelanyut manja di lengan Putra.
"Siapa dia?"Tanya Ayu menunjuk perempuan itu. Semua teman Putra memandang Ayu.
"Bukan siapa siapa."Jawab Putra.
"Kenapa cari gue?"Tambah Putra.
"Kamu tanya kenapa aku cari kamu. Setelah kamu hilang kabar. "Ucap Ayu.
"Sibuk."Ucap Putra.
"Aku mau ngomong sama kamu, Put."Ucap Ayu.
"Disini aja."Ucap Putra.
"Disini banyak orang, Put."Ucap Ayu.
"Kalo nggak mau, ya udah."Ucap Putra.
"Aku hamil!"Ucap Ayu.
"Kamu hamil ngomong aku?"Ucap Putra dengan menunjuk dadanya.
"Iyalah, kamu yang buat aku hamil."Ucap Ayu.
"Yakin, anak gue aja."Ucap Putra.
"Siapa tahu, Lo sama laki-laki lain."Tambah Putra.
Plak!
Ayu menampar pipi kanan Putra.
"Ingat ya! Putra Pangestu. Aku nggak pernah melakukan hal hina itu sama siapapun, selain kamu."Ucap Ayu dengan emosi.
"Hahaha. Udahlah, ini duit untuk malam itu. Gue nggak ada waktu."Ucap Putra memberikan uang pada Ayu. Ayu melempar uang itu ke wajah Putra.
"Gue, nggak perlu duit itu. Yang penting tanggung jawab, Lo."Ucap Ayu dengan menangis.
__ADS_1
"Dasar perempuan murahan."Ucap Putra dengan emosi. Putra mengangkat tangannya hendak menampar Ayu. Tetapi ada yang menahan tangan Putra.
Bersambung............