Aku Bukan Perawan

Aku Bukan Perawan
Suami kamu dimana?


__ADS_3

Blam! Ayu menutup pintu mobil. Dia memperhatikan rumah mewah milik laki-laki itu.


''Mari, Mbak,'' ucap laki-laki itu. Ayu mengangguk.


''Assalamualaikum.'' laki-laki itu mengungkapkan salam.


"Wa'alaikumsalam.'' jawab dari dalam rumah. Tak berapa lama, seorang wanita cantik membukakan pintu.


''Kok pulangnya lambat, Mas?'' tanya wanita itu. Lalu mencium tangan laki-laki itu.


''Iya, ada masalah sedikit.'' jawab laki-laki itu.


''Ayu! Kok bisa sama, Mas?'' tanya wanita itu.


''Mbak Kinan.'' Ayu terkejut. Ternyata wanita itu mbak Kinan.


''Nanti, mas cerita. Sekarang mas mau mandi dan solat dulu.'' sahut laki-laki sambil itu mencium kening mbak Kinan.


''Ya udah. Masuk, yuk.'' ucap Kinan. Lalu mereka semua masuk ke dalam rumah.


''Kamu solat kan?'' tanya Kinan.


''Iya, mbak.'' Ayu mengangguk.


''Ya udah. Kamu solat dulu, itu kamarnya udah ada mukenahnya di dalam lemari. Ada kamar mandinya juga.'' ucap mbak Kinan.


''Iya, mbak.'' Ayu masuk kedalam kamar. Ayu masuk kamar mandi. Dia mencuci wajahnya. Setelah itu dia wudhu. Tak berapa lama, Ayu keluar dari kamar mandi. Dia menggelar sajadah dan memakai mukenahnya. Lalu dia solat.


''Assalamualaikum warahmatullah.''


''Assalamu'alaikum warahmatullah.'' Ayu melirik Kinan yang sedang duduk di tepi ranjang sambil fokus pada hp nya. Ayu menghampiri Kinan.


''Mbak.'' Ayu tersenyum.


''Udah solatnya?'' tanya Kinan. Ayu mengangguk.


''Kamu lepas dulu mukenahnya, setelah itu kita makan sama-sama, ya.'' ucap Kinan.


Ayu mengangguk. ''Iya, mbak.''


''Mbak tunggu di luar, ya.'' Kinan keluar kamar. Ayu melepas mukenahnya. Lalu memasukkan kembali kedalam lemari. Setelah itu dia keluar dari kamar, menghampiri Kinan yang duduk di sofa depan tv.


''Ehh, Ayu. Sini duduk.'' Kinan menepuk sofa sebelah kanan. Ayu duduk di sebelah kanan Kinan.


''Gimana kabarnya?'' tanya Kinan.


''Alhamdulilah, baik mbak.'' jawab Ayu.


''Kandungan nya, gimana?'' tanya Kinan memperhatikan perut Ayu yang terlihat agak buncit.


''Alhamdulilah. Gimana sama, mbak?'' tanya Ayu.


''Alhamdulilah, baik semuanya. Ini pun suka nendang-nendang baby nya.'' Kinan mengelus perut buncitnya.


''Alhamdulilah.'' Ayu tersenyum.


''Oh iya. Kok kamu bisa sama, mas Radit?'' tanya Kinan.


''Jadi, begini.....''


''Sayang!'' panggil Radit.


''Ayo kita makan.'' tambah laki-laki itu. Ayu dan Kinan saling pandang.

__ADS_1


''Ya udah. Nanti aja cerita nya.'' ucap Kinan kecewa. Ayu mengangguk. Lalu mereka melangkah menuju meja makan.


''Silahkan duduk, mbak.'' Radit tersenyum. Lalu Ayu duduk tepat di depan Kinan.


''Kalau ada tamu itu, suruh makan dulu, baru kita cerita.'' ucap Radit lembut.


''Iya. Tadikan mas lagi solat.'' sahut Kinan pelan. Radit mengusap kepala Kinan dengan sayang.


''Ya udah. Ayo silahkan, mbak.'' ucap Radit. Ayu mengangguk. Lalu mereka makan malam dengan tenang.


...***...


''Udah jam sembilan malam. Tapi, Ayu belum ketemu juga.'' Zainal memijat pelipisnya.


''Sebenernya lo dimana sih, Yu?'' ucap Irna sendu.


''Kita balik aja deh ke kontrakan. Siapa tahu Ayu udah pulang.'' ucap Rifki.


''Kalau belum pulang ke kontrakan gimana?'' tanya Irna.


''Kita cari lagi besok. Dan kita lapor polisi.'' jawab Rifki.


''Iya. Ini udah malam juga.'' ucap Zainal. Lalu mereka masuk mobil masing-masing.


''Arnold, ayo.'' ucap Zainal dari dalam mobil.


''Kalian duluan aja. Gue mau cari, Ayu.'' sahut Arnold.


''Kita cari besok lagi, Ar.'' ucap Zainal.


''Nggak.'' ucap Arnold kekeh. Rifki keluar dari mobil.


''Bocah, ayo. Nggak usah ngeyel, lo.'' ucap Rifki dingin.


''Lo mau ikut gue, atau.....''


''Iya. Gue ikut lo.'' Arnold masuk mobil Zainal.


Tak berapa lama, mereka telah sampai di kontrakan.


Blam! Zainal menutup pintu mobil. Lalu mereka masuk kedalam rumah. Irna mencari Ayu di kamar mandi kosong, di dapur kosong, di kamar kosong.


''Ayu belum pulang.'' ucap Irna lesu.


''Ya sudah. Kita tunggu saja disini.'' sahut Ana.


''Berarti kita semua tidur di sini?'' tanya Rifki.


''Iya.'' jawab Zainal.


''Ya sudah. Ana tidur sama gue di dalam. Kalian semua tidur di sini.'' ucap Irna. Mereka semua mengangguk.


''Nal. Kamu izin dulu sama yang punya kontrakan.'' perintah Irna. Zainal mengangguk. Lalu, dia keluar rumah.


''Ya sudah. Aku masuk kamar duluan, Ir.'' Ana masuk kedalam kamar. Irna mengikuti Ana masuk kedalam kamar. Lalu dia keluar lagi.


''Ini bantal sama selimut nya.'' ucap Irna.


''Iya. Masuk kamar sana, Ir.'' ucap Rifki.


''Iya. Itu kasurnya.'' Irna menunjuk kasur lantai yang sedikit tebal.


''Iya. Terima kasih, Kak.'' ucap Arnold. Irna hendak membuka pintu kamar. Dia membalikkan tubuhnya.

__ADS_1


''Oh iya. Nanti kalau nggak boleh sama yang punya kontrakan, kabarin gue, ya.'' ucap Irna. Arnold mengangguk. Irna masuk kedalam kamar. Lalu dia ganti baju tidur. Lalu menjatuhkan tubuhnya di kasur miliknya. Ana sudah tertidur pulas.


...***...


''Oh. Begitu ceritanya. Kamu lagi ada masalah apa, Yu? Besok lagi jangan begitu. Kalau butuh teman cerita, mbak Kinan juga bisa.'' ucap Kinan.


''Iya, Mbak.'' ucap Ayu.


''Kalau memang sedang ada masalah, solat. Minta sama ALLAH, semoga masalah nya tidak berlarut-larut. Kalau ke jembatan begitu bukan menyelesaikan masalah, malah nambah masalah.'' ucap Radit lembut.


''Iya, Mas.'' ucap Ayu.


''Kamu tahu nggak sih, Mas. Ayu ini kerja di toko, Mas Ridwan. Kinan pernah ceritakan sama, Mas. Yang waktu di klinik, Kinan bertemu dengan wanita cantik. Ya ini, Ayu.'' ucap Kinan.


''Ah iya. Mas lupa, sayang.'' sahut Radit.


''Kita sama sama periksa kandungan.'' ucap Kinan.


Radit mengangguk. ''Oh.''


''Suami kamu kemana? Kamu itu sedang hamil muda, jangan banyak fikiran. Dan kalau memang ada masalah sama suami, jangan kabur-kaburan begini. Nggak baik!'' ucap Kinan.


Ayu tersenyum. ''Iya, mbak.''


''Saya pulang dulu, takut nanti, Irna cari saya.'' ucap Ayu.


''Mau saya antar pulang atau suaminya yang jemput?'' tanya Radit.


''Saya bisa pulang sendiri.'' jawab Ayu.


''Jangan pulang sendiri. Di antar mas Radit saja.'' ucap Kinan.


''Kamu antar saja, Mas.'' tambah Kinan.


''Mas berdua sama mbak Ayu?'' tanya Radit.


''Iyalah, Mas.'' jawab Kinan.


''Ini sudah malam, sayang. Cuman berdua laki-laki dan perempuan, loh.'' ucap Radit.


''Ya sudah. Sama Kinan juga.'' ucap Kinan. Lalu mereka semua keluar rumah. Melangkah menuju mobil. Tiga puluh menit mereka sampai di kontrakan. Ayu keluar dari mobil. Radit dan Kinan pun keluar dari mobil.


''Terima kasih, Mas, Mbak Kinan.'' Ayu tersenyum.


''Sama-sama.'' jawab Kinan.


''Ya sudah. Kita pulang dulu, Mbak.'' ucap Radit.


''Nggak masuk dulu?'' tanya Ayu.


''Nggak. Ini sudah malam juga.'' jawab Kinan. Ayu mengangguk.


''Oh iya. Jangan lupa save kontak Mbak Kinan, ya.'' tambah Kinan.


''Siap, Mbak.'' Ayu tersenyum.


''Hati-hati, Mas, Mbak.'' ucap Ayu. Mereka berdua mengangguk. Lalu masuk kedalam mobil Dan melajukan mobilnya. Ayu melangkah masuk kedalam rumah.


Ceklek! Ayu membuka pintu, lalu menutupnya kembali.


''Mereka semua kenapa pada tidur disini?'' batin Ayu. Ayu membuka pintu kamar pelan-pelan. Lalu dia masuk. Dia ganti baju. Lalu tidur di sebelah Irna.


Bersambung........

__ADS_1


__ADS_2