Aku Bukan Perawan

Aku Bukan Perawan
Apa kamu yakin sama, Jihan


__ADS_3

Hoam! Ayu menguap. Ayu bangkit dari tempat tidur, melangkahkan kakinya menuju kamar mandi. Tak berapa lama, Ayu keluar.


"Pagi, Irna."Sapa Ayu.


"Sana siap-siap, udah jam enam ini."Perintah Irna sambil menyiapkan bekal.


"Siap, Bu bos."Ayu langsung ke kamar. Dan siap-siap. Tak berapa lama, Ayu keluar dari kamar.


"Ini susu nya, buruan di minum nanti dingin."Ucap Irna sambil memasukan bekal ke dalam tas.


"Kalo gue pikir-pikir, Lo itu cocok nya jadi, emak gue. Bukan sahabat."Ayu terkekeh.


"Ya udah. Gue nikah sama, ayah."Ucap Irna.


"Hahaha. Jadi mama muda."Ayu tertawa.


"Nggak pa-pa. Gue jadi punya sugar dedy."Irna tertawa.


"Sugar dedy kok miskin."Ayu tertawa.


"Nggak pa-pa. Tapi ganteng."Ucap Irna.


"Bahaya nih. Harus lapor ke ibu."Ucap Ayu.


"Udahlah. Ayo, berangkat. Udah siang."Ucap Irna. Lalu, mereka melangkah keluar rumah.


...***...


"Putra. Apa kamu yakin mau rujuk sama, Jihan?"Tanya sang ibu.


"Iya. Putra yakin, ma."Jawab Putra.


"Put. Papa senang kamu udah mau bantu papa di kantor. Dan, papa bahagia kamu sekarang udah nurut sama orang tua. Tapi, kamu jangan lupa, kamu harus nikah sama perempuan yang benar-benar cinta sama, kamu. Jangan sampai masa lalu, terulang kembali."Jelas sang papa.


"Iya, pa. In syaa Allah, Jihan udah berubah."Putra tersenyum.


"Nak. Papa sama mama, selalu berdoa yang terbaik buat kamu."Ucap sang ibu.


"Iya. Ma, Putra ke kantor dulu, ya."Putra mencium tangan Papa dan mama nya. Lalu melangkah keluar rumah, menuju mobil sport warna hitam milik nya.


Blam! Putra menutup pintu mobil nya.

__ADS_1


Drttt! Hp Putra bergetar.


"Ada apa, sayang?"Tanya Putra setelah tombol hijau di tekan.


Jihan❤️


(.....)


"Oh. Iya, nggak pa-pa, sayang."


Jihan❤️


(....)


"Love you."


Jihan ❤️


(...)


Putra mematikan sambungan telepon nya. Lalu melajukan mobil nya.


...***...


"Yu. Kita ke warteg depan, yuk."Ucap Irna.


"Bukannya bawa bekal, ya?"Tanya Ayu.


"Iya."Jawab Irna.


"Ya udah. Makan siang di sini aja."Ucap Ayu. Irna mengangguk. Lalu membuka bekal nya.


"Yu. Kalo misalkan, Putra. Balik sama lo, gimana?"Tanya Irna.


"Jujur. Gue masih cinta sama, Putra. Tapi, gue nggak akan mau balikan sama dia lagi."Jawab Ayu.


"Irna, Ayu. Kalian bisa pulang, habis makan ini."Ucap pak Ridwan. Ayu dan Irna menghentikan acara makannya. Irna langsung berdiri.


"Ini. Uang gaji kalian, bulan ini."Pak Ridwan memberikan amplop pada, Ayu dan Irna.


"Pak. Apa kamu di pecat? Salah kita apa? Kok kita di pecat?"Tanya Irna. Pak Ridwan dan Ayu saling pandang.

__ADS_1


"Siapa yang mecat kalian. Kamu lupa, setiap bulan di kasih gaji. Apa kamu nggak mau di kasih uang?"Ucap pak Ridwan.


"Kok kita di suruh pulang?"Tanya Irna.


"Karna, saya mau nutup toko. Sementara."Jawab pak Ridwan.


"Bapak bangkrut?"Tanya Irna.


"Kamu nih, sembarangan. Besok saya mau pulang ke rumah orang tua saya."Jawab pak Ridwan.


"Oh. Saya kira, bapak bangkrut."Irna terkekeh.


"Kalian cuti empat hari, ya."Ucap pak Ridwan.


"Iya, pak."Ucap Ayu membersihkan bekas makannya.


"Ini kuncinya."Pak Ridwan memberikan pada Ayu. Ayu menerima nya.


"Kita pulang dulu, pak."Pamit Ayu.


"Ini. Kalian bawa."Pak Ridwan memberikan dua kantong besar pada Ayu dan Irna.


"Banyak banget, pak."Ucap Ayu.


"Iya. Karna saya pulang nya lama."Jawab pak Ridwan. Ayu mengangguk. Lalu Irna dan Ayu melangkah keluar dari toko.


Tin tin tin.


"Itu bukannya mobil, Zainal?"Tanya Ayu.


"Iya. Gue mau jalan sebentar."Jawab Irna.


"Hay, sayang."Zainal tersenyum dan merentangkan tangannya hendak memeluk Irna. Irna menghindar.


"Jangan, macam-macam."Irna menatap tajam Zainal.


"Hahaha. Nggak lah, sayang."Ucap Zainal.


"Ayu, mau sekalian ikut?"Tanya Irna.


"Nggak lah. Gue ada urusan sebentar."Jawab Ayu

__ADS_1


"Oh. Kita duluan, ya."Ucap Zainal menarik tangan Irna masuk mobil. Ayu melangkahkan kakinya. Dia pulang jalan kaki.


Bersambung........


__ADS_2