
"Yuhuu. Ayu, gue pulang." Teriak Irna. Ayu sedang di dalam kamar mandi, tidak mendengar teriakan Irna.
Ceklek
Irna membuka pintu, Irna memperhatikan sekeliling kosong, ruang tamu kosong, kamar kosong, dapur kosong. Irna hendak membuka pintu kamar mandi.
Ceklek! Ayu membuka pintu.
"Astaghfirullah." Ayu terkejut.
"Gue, Irna. Bukan setan!" Ucap Irna.
" Ngapain lo di sini?" Tanya Ayu.
"Nyari lo." Jawab Irna melangkah menuju meja makan. Membuka tutup saji.
"Tumben masak." Ucap Irna.
"Iya. Bosen diem aja." Jawab Ayu.
"Yu. Ambilin gue handuk!" Perintah Irna.
"Iya. Gue ganti baju dulu."Ucap Ayu.
Tak berapa lama, Ayu keluar kamar. Memberikan handuk pada Irna.
"Ini." Ucap Ayu.
"Makasih. Sayang." Ucap Irna fokus dengan hp nya.
"Sama-sama." Jawab Ayu. Ayu berjalan ke arah rak piring. Hendak ngambil piring.
"Piring gue, mana?" Tanya Irna.
"Punya kaki?" Tanya Ayu.
"Punya." Jawab Irna.
"Punya tangan?" Tanya Ayu.
"Punya." Jawab Irna.
"Sehat?" Tanya Ayu lagi. Irna mengangguk.
"Ambil sendiri!" Ucap Ayu.
"Tega banget, sih." Ucap Irna dengan cemberut.
__ADS_1
"Biarin." Ucap Ayu dengan memasukan makanan ke mulut nya.
"Oh iya. Besok acara gue, lo udah siapin baju?" Tanya Irna.
"Belum. Gue bingung mau pakek apa? Gue nggak punya baju nya." Jawab Ayu.
"Gimana kalo malam ini, kita beli aja?"Ucap Irna.
"Nggak ah. Udah malem." Jawab Ayu.
"Ada, Zainal." Ucap Irna.
"Gue ngontrak." Ucap Ayu.
"Bukan lu aja, gue juga." Ucap Irna.
" Walaupun lo nggak ngomong, gue juga udah tahu." Tambah Irna.
"Bukan ngontrak itu, maksud gue." Ucap Ayu.
"Lalu." Ucap Irna.
"Jadi obat nyamuk gue nanti, liat kalian mesra-mesraan di depan gue. Nggak ah, bosen tau." Ucap Ayu.
"Nggak lah." Ucap Irna.
"Temenin gue aja, please." Ucap Irna memelas.
"Nggak ah." Ucap Ayu.
"Gue takut, kalo Zainal macem-macem." Ucap Irna.
"Nggak mungkin. Selama ini lo sama, Zainal. Nggak pernah macem-macem."Ucap Ayu.
"Pokoknya, lu harus ikut!" Ucap Irna tidak mau di bantah.
"Ya udah lah. Iya." Ucap Ayu.
"Gitu dong." Ucap Irna tersenyum.
"Gue mandi dulu."Ucap Irna berlalu masuk kamar mandi. Ayu bangkit menaruh piring nya di wastafel. Lalu, dia masuk kamar ganti baju, dan memakai liptin. Irna tak kunjung keluar dari kamar mandi.
"Irna. Buruan!"Teriak Ayu.
Ceklek! Irna membuka pintu kamar.
"Udah rapi aja, ini bocah." Ucap Irna.
__ADS_1
"Lama banget lo, Ir." Ucap Ayu.
"Masa?"Ucap Irna.
"Iya." Jawab Ayu.
"Udah sana keluar." Irna mengusir Ayu keluar kamar. Ayu menunggu Irna di ruang tamu. Dia mengeluarkan hp mau dari dalam tas. Dia membuka aplikasi WhatsApp, membuka chat nya dulu dengan Putra.
"Irna.Cepet!" Teriak Ayu.
"Iya. Sebentar lagi."Jawab Irna.
Tok tok tok
Ayu membuka pintu. Zainal memandang Ayu.
"Gue mau ketemu, Irna. Bukan Lo!" Ucap Zainal.
Ayu hendak menutup pintu nya kembali. Tetapi, Zainal menahan nya.
"Jangan di tutup. Gue becanda, yu." Ucap Zainal.
"Irna, mana?" Tambah Zainal.
"Masih dandan." Jawab Ayu.
"Lo, mau kemana?" Tanya Zainal.
"Mau ikut, Irna." Jawab Ayu.
"Oh. Ada Rifki, loh." Ucap Zainal.
"Bodo amat." Ucap Ayu.
"Maaf lama."Ucap Rifki.
"Nah, ini Rifki. Rif, tadi Ayu nyariin Lo." Ucap Zainal berbohong.
" Mana ada." Ucap Ayu melotot ke arah Zainal.
"Hahaha."Zainal tertawa.
"Masuk, Rif. Biarin orang ini di sini." Ucap Ayu melotot ke arah Zainal.
"Tega amat, lu." Ucap Zainal. Ayu masuk ke dalam rumah, di ikuti Zainal dan Rifki.
Bersambung...........
__ADS_1