Aku Bukan Perawan

Aku Bukan Perawan
Saya jodohin sama adik saya


__ADS_3

"Yu. Gue dapet undangan dari, Putra."Ucap Irna.


"Gue juga dapet."Ucap Ayu. Mereka sekarang sedang makan siang.


"Hah! Yang bener, lo?"Tanya Irna.


Ayu mengangguk. "iya."Jawab Ayu.


"Gila tuh orang! Lu waktu ketemu dia, gimana?"Tanya Irna.


"Ya, nggak gimana-gimana."Jawab Ayu fokus pada makanan nya.


"Nggak waras emang sih, Putra."Ucap Irna dengan menggelengkan kepalanya.


"Tapi, Jihan tuh cantik, ya. Lo tahu nggak?"Tanya Ayu.


"Iya. Emang cantik sih emang."Jawab Irna.


"Ya, wajar lah kalo, Putra. Ninggalin gue."Ucap Ayu.


"Mmmmm. Lu dateng nggak, nanti ke acara pernikahan mereka?"Tanya Irna.


"Iya. Kalo nggak ada halangan apapun, gue dateng."Jawab Ayu.


"Lo, yakin?"Irna menatap wajah Ayu.


"Iya."Jawab Ayu.


"Terserah, lu deh. Gue sebagai sahabat, lu. Berharap yang terbaik buat, lu. Dan berdoa yang terbaik." Ucap Irna.


"Makasih, ya."Ayu memeluk Irna.


"Inget! Gue nggak akan pernah ninggalin, lo."Ucap Irna.


"Iya. Makasih, lo selalu ada buat, gue."Ucap Ayu melepaskan pelukannya.


"Sama-sama."Jawab Irna.


"Udah belum, makan nya?"Tanya Irna.


Ayu mengangguk. "Udah."Jawab Ayu.

__ADS_1


"Ya udah. Ayok ke toko, kalo nggak cepet-cepet nanti, pak Ridwan. Marah.''Ucap Irna. Lalu, mereka bangkit. Melangkah menuju toko.


...***...


Pulang dari toko Ayu tidak langsung pulang ke kontrakan. Dia langsung ke klinik Ana. Cek kandungan nya.


''Selamat siang, ibu. Mau cek kandungan?"


Ayu mengangguk. "Iya." Jawab Ayu.


"Boleh di bantu namanya, ibu"


"Ayu Salsabila."


"Umur nya berapa, ibu?"


"23 tahun."


"Kita cek tensinya dulu, ibu."


Ayu mengangguk. "Saya antrian nomor berapa?"


"Ibu antrian nomor 20. Sekarang, no 15 ibu. Tensinya bagus ya, ibu. Silahkan tunggu di sana. Terima kasih." Ayu bangkit, lalu dia duduk di tempat yang sudah di sediakan.


"Iya."Jawab Ayu.


"Saya sering loh, ke toko, pak Ridwan. Istri nya itu temen saya."Ucap perempuan itu.


"Oh iya. Mbk." Ayu tersenyum.


"Saya jarang liat, mb. Kalo sih, Irna. Saya paham. Dan saya kira yang kerja disana jomblo semua." Ucap perempuan itu. Ayu tersenyum.


"Namanya siapa, mbk?"Tanya perempuan itu.


"Ayu. Nama mb siapa?"Tanya Ayu.


"Kinan."Jawab nya.


"Antrian nomor berapa, mbk?"Tanya Ayu.


"Nomor 19, mb."Jawab nya.

__ADS_1


"Panggil, Ayu aja, mb."Ucap Ayu.


"Oh iya. Kamu itu kek nya masih muda, umur berapa?"Tanya kinan.


"23 mb."TJawab Ayu.


"Wah masih muda banget. Coba aja kamu belum nikah. Saya jodohin sama adek saya, kamu cantik."Ucap Kinan dengan tertawa.


Ayu tersenyum. "Mb, umur berapa emang?"Tanya Ayu.


"Kalo saya udah tua. Udah umur 32 tahun. Kalo adek saya 30 tahun. Tapi belum nikah-nikah."Kinan terkekeh.


"Oh."Ayu tersenyum.


"Kamu mah enak. Cepet pasti punya anak nya. Saya nikah udah lima tahun, baru mau punya anak."Ucap Kinan.


"Berapa bulan kandungan nya, mb?"Tanya Ayu.


"Udah, tujuh bulan. Biasanya saya selalu di anter suami saya, tapi hari ini dia sibuk banget."Ucap Kinan.


"Udah bisa nendang-nendang dong?"Ucap Ayu.


"Iya. Kamu mau coba?"Tanya Kinan. Ayu mengangguk dengan antusias. Kinan meletakkan tangan Ayu di perut nya.


"Mb dia nendang, mb."Ucap Ayu dengan girang.


"Nanti, juga kamu ngerasain."Ucap Kinan.


"Kamu udah berapa bulan?"Tanya Kinan.


"Udah dua bulan, mb."Jawab Ayu.


"Masih muda banget. Biasanya, kalo masih muda begitu aneh-aneh ngidam nya."Ucap Kinan.


"Nggak sih, mb. Cuma waktu awalan muntah-muntah dan susah makan."Ucap Ayu.


"Kalo mb dulu. Haduh, pusing pokoknya. Yang minta ini, minta itu."Ucap mb Kinan.


"Suami mb, sampek sebel. Dia kerja nggak fokus, kalo pas hamil gini, perhatian nya lebih, sayang nya juga lebih. Selalu di sayang lah pokoknya."Kinan tertawa.


Ayu tersenyum. "Mungkin kalau aku udah nikah begitu."Batin Ayu.

__ADS_1


Bersambung..........


__ADS_2