
"Makasih.''Ucap Ayu membuka pintu mobil.
''Sama-sama.''Jawab Rifki.
''Boleh, bicara sebentar?''Tanya Rifki.
''Kenapa?''Jawab Ayu.
''Nanti, kalo Lo mau ketemu Putra, hubungin gue.''Ucap Rifki.
''Kenapa?''Tanya Ayu.
''Gue, nggak mau Lo kenapa-kenapa disana nanti.''Jawab Rifki.
''Iya.''Jawab Ayu keluar dari mobil.
Blam!
Ayu menutup pintu mobil. Ayu melangkah masuk ke kontrakan.
Tok...Tok...Tok
''Siapa ya.''Batin Ayu.
Ceklek
Ayu membuka pintu kontrakan.
''Mb, ini ada paket. Untuk Ayu Salsabila.'' Ucap tukang kurir.
''Dari siapa mas?''Tanya Ayu.
''Nggak ada nama pengirim nya.''Jawab Mas kurir.
''Ya udah. Makasih mas.''Ucap Ayu.
''Sama-sama.''Jawab mas kurir.
...***...
''Dari siapa ya?''Batin Ayu bertanya-tanya. Lalu, dia membuka pakettan.
''Baju bayi, susu ibu hamil. Dari siapa ya?''Ucap Ayu bingung. Ayu melihat-melihat baju itu. Ada kertas jatuh. Lalu, Ayu mengambilnya. Lalu, membuka kertas itu.
{Jangan pernah lo, minta tanggung jawab ke Putra!
Dari:Jihan ISTRI PUTRA}
''Dari istrinya Putra. Tapi, dari mana perempuan itu tahu? Apa Zainal yang kasih tahu, apa Rifki. Tapi, kalo Rifki nggak mungkin.''Batin Ayu bertanya-tanya. Dari mana, perempuan itu tahu. Ayu melamun.
''Ayu!'' Teriak Irna.
''Astagfiruallah.''Ucap Ayu memegang dadanya.
''Ngelamun aja.''Ucap Ayu.
__ADS_1
''Baju bayi? Dari siapa?''Tanya Irna.
''Dari Putra ya?''Ucap Zainal.
''Oh, jadi...Laki itu udah tahu. Mana dia?''Ucap Irna memandang sekitar.
''Bukan!''Ucap Ayu.
''Bukan apa?''Tanya Zainal.
''Bukan dari Putra!''Jawab Ayu.
''Terus, dari siapa?''Tanya Irna.
''Dari Jihan.''Jawab Ayu.
''Apa?''Ucap Irna.
''Dia, kenal sama lu?''Lanjut Irna.
''Nggak.''Jawab Ayu.
''Terus, kok bisa dia ngirim ini.''Ucap Irna dengan melihat baju bayi. Pemberian Jihan.
''Gue juga bingung. Kok dia tahu.''Ucap Ayu.
''Gue yang kasih tahu.''Ucap Zainal. Irna memandang Zainal.
''Kok lo kasih tahu sih.''Ucap Irna menatap tajam Zainal.
''Dia kirim surat.''Ucap Ayu.
''Surat? Mana?''Tanya Irna. Ayu memberikan surat itu pada Irna.
''Jahat banget sih.''Ucap Irna.
''Mana. Aku mau lihat.''Ucap Zainal. Irna memberikan pada Zainal.
''Emang minta kena, ini bocah.''Ucap Zainal.
''Udah lah, kalian dari mana?''Tanya Ayu mengalihkan topik pembicaraan.
''Oh iya, minggu depan kita ada acara.''Ucap Irna.
''Acara apa?''Tanya Ayu.
''Biasa, makan-makan aja.'' Jawab Zainal.
''Dan...Yang paling penting. Ada Putra disana.''Ucap Irna .
''Putra! Kok ada dia.''Ucap Ayu.
''Iya, sengaja gue undang. Dari temen-temen gue, dan saudara gue.''Ucap Zainal.
''Acara apa sih?''Tanya Ayu penasaran.
__ADS_1
''Gue sama Zainal, mau tunangan.''Jawab Irna.
''Alhamdulilah. Selamat ya.''Ucap Ayu memeluk Irna. Irna membalas pelukan Ayu.
''Biar lo, bisa ketemu sama cowok baj*ngan itu.''Ucap Irna.
''Kalo ketemu juga, nggak mungkin gue minta tanggung jawab. Di depan umum juga, yang ada gue, dipermaluin sama Putra!''Ucap Ayu.
''Oh iya. Kita nggak kepikiran.''Ucap Irna.
''Lokasinya dimana?''Tanya Ayu.
''Lo, nggak perlu tahu.''Jawab Zainal.
''Kok gitu?''Ucap Ayu.
''Nanti, Lo bareng kita aja.''Ucap Zainal.
''Jadi..... Untuk bumil ini, nggak usah capek-capek pesan ojek.''Ucap Irna.
''Makasih ya.''Ucap Ayu dengan memandang Irna dan Zainal bergantian.
''Sama-sama.''Jawab Zainal.
''Ya udah, kita jalan dulu ya.''Ucap Irna.
''Iya. Hati-hati.''Ucap Ayu. Irna mengangguk lalu keluar dari kontrakan.
Ting
Hp Ayu berbunyi tanda ada pesan masuk. Ayu membuka benda pipih tersebut.
Rifki
(Ini, nomornya Putra)
(08**********)
Ayu
(Makasih, Rif🙏)
Rifki
(Sama-sama)
Ayu menyimpan nomor baru Putra.
Ayu
(Put, aku Ayu. Bisa kita ketemu!)
Lama Ayu menunggu balasan dari Putra, tetapi tak kunjung di balas. Ayu meletakan hp nya, dia memasukkan baju bayi ke dalam box dan menyimpan nya.
Bersambung........
__ADS_1