
Awalnya, Ayu tidak pernah menyangka jika kekasihnya akan tega melakukan itu padanya. Kekasih yang di pujanya dan dikasihinya, selalu terlihat baik, tetapi sekarang meninggalkan luka. tega membohongi nya, Ayu semakin pusing dengan masalahnya belum nanti jika orang tuanya tahu.
Tok tok tok
''Nak, ayo kita makanya.'' Ucap ibu dibalik pintu.
''Iy, sebentar bu.''Jawab Ayu dengan menghapus air mata nya. Lalu, ayu keluar dari kamar menuju tempat makan.
''Kamu, nangis nak,''Tanya sang ibu dengan menatap wajah Ayu.
''Nggak, tadi Ayu kelilipan Bu.''Jawab Ayu dengan mengalihkan pandangan.
Setelah selesai makan Ayu dan keluarganya kesawah, hanya ingin melihat lihat saja.
''Udah, kuning Bu padinya?''Tanya Ayu
''Udah, sebentar lagi mau panen kita nak,''Jawab sang ibu.
''Alhamdulilah, semoga dapet banyak ya Bu.'' Ucap Ayu.
''Aamiin. Kalo dapet banyak bisa buat adek mu kuliah.'' Ucap sang ibu.
''Putri, mau kuliah dimana?'' Tanya Ayu.
''Belum tahu sih kak.''Jawa Putri.
''Nanti, coba kakak tanyain ke temen Kakak.'' Ucap Ayu.
''Iya, makasih kak.'' Ucap Putri.
''Sama-sama.''Jawab Ayu.
''Hari sudah semakin sore, Ayu dan keluarganya pulang kerumah.
__ADS_1
''Nak, tolong beliin makanan. Ibu nggak masak.''Perintah sang ibu.
''Iya,'' Jawab Putri.
''Ayo, kak.'' Ucap Putri pada Ayu. Ayu mengangguk. Lalu, mereka berdua pergi ke warung makan.
''Bu, pecelnya empat bungkus.'' Ucap Putri. Lalu, Ayu dan Putri duduk di bangku yang sudah disiapkan.
''Put, kamu sama siapa?''Tanya seorang lelaki yang berdiri tak jauh dari mereka.
''Sama, kak Ayu.'' Jawab Putri
''Oh, udah lama pulang nya yu?''Tanya lelaki tersebut. Ayu mengangguk.
''Sendirian pulangnya?''Tanya lelaki itu. Ayu hanya diam tidak ingin berbicara dengan lelaki itu.
''Kak Ayu, pulang diantar kak Irna sama pacarnya.'' Jawab Putri.
''Bukan. Pacarnya kak Irna.'' Jawab Putri
''Oh, kamu beli apa?''Tanya lelaki itu.
''Beli pecel, ibu nggak masak.''Jawab Putri dengan tersenyum.
''Put, ambil pecelnya. Kakak udah laper, pengen tidur.'' Ucap Ayu dengan nada kesal. Putri mengangguk.
''Laper atau ngantuk?''Tanya lelaki itu dengan terkekeh, Ayu membuang muka tidak mau melihat lelaki itu.
''Jangan pernah membenci Putri, hanya karna masa lalu. Aku sangat mencintai nya, aku juga menyayangi mu tetapi sebagai teman. Maaf, jika membuat mu sakit hati.'' Tambah lelaki itu.
''Hey, dengar Raka Yazid. Aku tidak pernah membenci adikku , hanya karna laki-laki kayak lo.'' Ucap Ayu dengan geram pada lelaki itu. Ayu melangkahkan kakinya pergi dari tempat itu, dan menghampiri sang adik.
''Ayo pulang,'' Ucap Ayu. Putri mengangguk.
__ADS_1
''Putri! Kakak anter pulangnya, udah malem juga.'' Ucap Raka.
''Iya kak.'' Jawab Putri.
...****************...
''Kak Raka, sama kak Ayu dulu pacaran ya?''Tanya Putri.
''Nggak.'' Jawab Ayu dengan datar.
''Masa, dulu deket banget.'' Ucap Putri.
''Udahlah, kepo banget sih kamu put.''Ucap Ayu. Dia mempercepat langkahnya, Raka hanya terkekeh. Sesampainya dirumah, Ayu langsung masuk rumah. Dia, tidak perduli dengan dua orang dibelakang nya.
''Makasih kak,'' Ucap Putri dengan tersenyum sangat manis.
''Sama-sama.'' Jawab Raka
''Hati-hati kak.'' Ucap Putri
''Iya, jangan tidur malam-malam. Nanti, sakit.'' Ucap Raka dengan lembut.
''Iya.'' Jawab Putri dengan tersenyum.
''Sana masuk. Udah di intip tuh, sama kak Ayu.'' Ucap Raka dengan menunjuk seorang dibalik jendela. Putri mengangguk.
Blam!
Putri menutup pintu rumah. Dia, masuk rumah dengan tersenyum.
Bersambung.........
Maaf, nggak bisa bales komen kalian. Dan nggak bisa up tiap hari sinyalnya susah🙏
__ADS_1