Aku Bukan Perawan

Aku Bukan Perawan
Bertemu Arnold


__ADS_3

Ceklek! Ayu membuka pintu kamar.


"Cantiknya."Irna memuji Ayu.


"Masa sih. Gue nggak pede, Ir."Ucap Ayu.


"Serius. Lo cantik banget. Gue udah nebak kalo dres ini, cocok banget buat lo."Ucap Irna.


"Oh iya. Bapak sama ibu, udah di mana? Kok nggak ke sini?"Tanya Ayu.


"Di tempat saudara, katanya kontrakan nya kecil, kamar nya kan cuma ada satu."Jawab Irna


"Oh."


"Mmmm, gue duluan ya, Ir."Ucap Ayu.


"Kok gitu sih. Kita kan mau ke sana sama-sama."Irna cemberut.


"Gue bareng, Rifki aja lah."Ucap Ayu.


"Zainal sebentar lagi sampek loh."Ucap Irna.


"Nggak pa-pa. Gue udah janji sama, Rifki sama Ana."Ucap Ayu.


"Ya udah deh."Irna mengalah.


"Ya udah. Gue duluan, sayang."Ayu memeluk Irna.


"Iya. Hati-hati nabrak suami orang."Goda Irna.


"Ish. Lu mah."Ayu cemberut. Lalu dia keluar dari rumah. Ayu mengeluarkan hp nya dari dalam tas, dia memesan ojol. Tak berapa lama, ojol yang di pesan Ayu sampai.


"Bang. Ke cafe ini, ya."Ucap Ayu.


"Iya mbk."Jawab bang ojol.


...***...


Ayu telah sampai di tempat tujuan. Ayu turun dari motor.


"Makasih, mas."Ayu tersenyum.


"Sama-sama."Jawab nya. Ayu melangkah menuju cafe. Ayu berjalan dengan melihat hp nya.

__ADS_1


Bruk! Ayu menabrak seseorang laki-laki.


"Maaf. Saya nggak sengaja."Ucap Ayu.


"Lo. Ayu kan?"Tanya laki-laki itu. Ayu mendongak, melihat laki-laki itu. Dia membuang muka, dan melangkah cepat masuk cafe.


"Tunggu!"Cegah laki-laki itu. Ayu tetap melangkah dengan cepat. Laki-laki itu mengejarnya, dan mencekal tangan Ayu. Ayu mengibaskan cekalan itu.


"Gue mau ngomong, sebentar aja."Ucap laki-laki itu.


"Ngomong apa?"Tanya Ayu.


"Gue Arnold. Gue minta maaf, karna waktu itu....."Ucap Arnold.


"Hmmmm, gue sibuk."Ucap Ayu masuk ke dalam cafe.


"Maaf. Nunggu lama, ya?"Tanya Ayu.


"Eh Ayu. Nggak kok."Jawab Ana.


"Mana Rifki?"Tanya Ayu.


"Ke acara nya, Zainal."Jawab Ana.


Ana menggeleng. "Kamu, nggak ke sana. Bukannya Irna sahabat kamu?"Tanya Ana.


"Ke sana, nanti aja."Jawab Ayu


"Nanti? Emang acara nya jam berapa?"Tanya Ana.


"Jam sembilan, inikan masih jam delapan."Jawab Ayu.


"An. Kenapa perut ku, semenjak hamil sering kram. Padahal masih muda."Tanya Ayu.


"Besok ke klinik aja."Jawab Ana.


"Iya deh."Ucap Ayu.


"Ya udah. Gue pamit dulu, ya."Pamit Ayu.


"Sekalian bareng gue."Ucap Ana.


"Emang satu arah, ya?"Tanya Ayu.

__ADS_1


"Iya."Ucap Ana.


"Ya udah deh."Ucap Ayu. Lalu mereka melangkah keluar cafe,menuju mobil milik Ana.


Blam! Ayu menutup pintu mobil. Lalu, dia melajukan mobilnya.


"Itu mobil siapa sih? Dari tadi ngikutin kita terus."Ucap Ana.


Ayu melihat belakang. "Kalo emang bener, gimana dong?"Ayu panik. Dia takut kalo itu Arnold.


"Nggak usah panik. Kita udah mau sampek kok."Ana berusaha tenang. Mobil itu melaju semakin cepat. Ana menambah kecepatan laju nya.


Ciiiiittt! Mereka sudah sampai di gedung tempat acara Irna dan Zainal.


"Lu gimana?"Tanya Ayu.


"Nggak pa-pa."Jawab Ana.


"Kalo itu orang jahat gimana?"Tanya Ayu.


"Nggak pa-pa."Ana tersenyum.


"Lo ikut gue aja, ada Rifki juga."Ucap Ayu.


"Emang boleh?"Tanya Ana.


"Boleh. Ayo!"Ucap Ayu. Ana mengangguk. Lalu, mereka keluar dari mobil. Masuk ke dalam gedung tersebut.


"Rif!"Ana menepuk pundak Rifki. Rifki menoleh.


"Sama siapa?"Tanya Rifki dengan memperhatikan sekeliling nya.


"Sama, Ayu."Jawab Ana.


"Mana dia?"Tanya Rifki.


"Ngambil minuman."Jawab Ana. Rifki mengangguk. Lalu dia menggenggam tangan Ana. Tak berapa lama, Ayu datang.


"Ini, an."Ayu memberikan jus pada Ana.


"Makasih."Ana menerima nya.


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2