
Irna, Zainal, dan Ayu malam ini pulang ke kota. Karna, Ayu meminta malam ini juga.
''Yu! Kenapa?''Tanya Irna.
''Gue, d usir sama ayah.'' Jawab Ayu dengan menangis.
''Masalahnya apa? Kok bisa lu di usir?'' Tanya Irna.
''Karna....Gue, hamil ir.'' Jawab Ayu dengan semakin terisak.
''Apa?'' Ucap Zainal dan Irna bersamaan. Mereka terkejut.
''Hamil? Sama siapa?'' Tanya Zainal dengan mata melotot.
''Ya, udah pasti. Sama Putra, Iyakan?'' Tanya Irna.
''Iya. Dan sekarang gue bingung, Putra udah mau nikah.'' Jawab Ayu.
''Apa? Sama siapa?'' Tanya Irna. Ayu menggelengkan kepalanya.
''Sama, Jihan. Sepupu aku.'' Jawab Zainal.
''Jadi...Cewek yang mau nikah sama Putra itu sepupu lu?'' Tanya Ayu. Zainal menggangguk.
''Kenapa nggak cerita?'' Tanya Irna.
''Sebenarnya, udah lama aku mau cerita. Tapi, takut kalo Ayu sama kamu nggak percaya. Dan takut kalo Ayu sakit hati.'' Jawab Zainal.
__ADS_1
''Lo, sekarang tambah buat sahabat gue sakit. Tahu nggak lu. Hah.'' Ucap Irna dengan menunjuk wajah Zainal. Irna tidak habis fikir dengan Zainal, sudah lama tahu tetapi tidak mau memberi tahu.
''Sayang. Dengerin aku dulu.'' Ucap Zainal dengan memegang tangan Irna.
''Iya Ir, kita dengerin Zainal cerita dulu.'' Ucap Ayu. Irna menggangguk.
''Jadi... Jihan itu, udah lama nikah sama Putra. Tapi, mereka nikah sirih. Dan sekarang ini mereka nikah beneran, biar diakui negara. Dulu, kejadian Jihan sama kek Ayu. Maaf, hamil duluan! Tapi, mereka masih kecil, jadi mereka nikah sirih. Dan, anak mereka meninggal waktu umur satu tahun. Dan, Putra dulu nggak pernah peduli sama Jihan dan anaknya. Udah lama mereka pisah rumah.'' Jelas Zainal.
''Terus, kok mereka bisa kembali?'' Tanya Irna.
''Iya, mereka putus nyambung. Sebenernya, orang tua mereka nggak setuju! Tapi, mereka tetep kekeh. Apalagi orang tua Jihan, nggak pernah setuju. Karna, mereka takut anaknya ditelantarkan. Kek dulu, waktu Jihan hamil.'' Jawab Zainal.
''Kenapa? Lo nggak kasih tahu gue, dari awal. Nal?'' Tanya Ayu dengan terisak.
''Maaf. Karna gue fikir, Putra sama Jihan udah nggak akan nyambung lagi. Setahu gue, Jihan udah punya pacar.'' Jawab Zainal.
''Tapi, Rifki kok bisa-bisanya jodohin Putra sama Ayu?'' Tanya Irna.
''Nggak ada yang tahu, tentang pernikahan Putra sama Jihan. Selain, keluarga nya.'' Jawab Zainal.
''Pokoknya, lu harus minta tanggung jawab yu. Harus! Gimana pun caranya.'' Ucap Irna dengan emosi.
''Gimana caranya? Putra nomornya nggak aktif.'' Tanya Ayu.
''Gimana Nal?'' Irna balik bertanya pada Zainal.
''Besok aja, sekarang aku pulang dulu.'' Jawab Zainal.
__ADS_1
''Oh iya, udah malem juga.'' Ucap Irna. Lalu, Zainal dan Irna berdiri. Melangkah keluar.
''Hati-hati. Udah malem soalnya.'' Ucap Irna.
''Iya, aku pulang dulu.'' Jawab Zainal.
''Assalamualaikum.'' Lanjut Zainal.
''Wa'alaikumsalam.'' Jawab Irna.
Blam!
Irna menutup pintu, dia melihat sahabatnya sedang menangis. Lalu, dia menghampiri sang sahabat.
''Sabar yu.'' Ucap Irna.
''Gue, bingung harus gimana? Apa yang harus gue lakuin Ir?''Ucap Ayu semakin terisak.
''Lo, juga susah gue nasehatin. Coba, kalo Lo dengerin gue.'' Ucap Irna.
''Maaf, gue pikir Putra nggak begitu.'' Ucap Ayu.
''Sabar! Dengerin gue, kita cari solusi sama-sama. Oke!'' Ucap Irna. Ayu memeluk sang sahabat .
''Makasih. Lo, selalu ada buat gue. Disaat semua orang nggak mau nerima gue, bahkan orang tua gue.'' Ucap Ayu.
'' Ayah sama ibu pasti kecewa banget. Makanya, mereka begitu. Tapi, sebenernya mereka sayang sama Lo.'' Ucap Irna. Ayu menggunakan kepalanya.
__ADS_1
Bersambung..........