
Tok.....Tok...Tok
Ceklek
Ayu membuka pintu, siapa pagi-pagi buta begini mengetuk pintu kontrakannya.
"Pagi-pagi udah main, nggak punya rumah lu."Omel Ayu pada sang tamu.
"Pagi-pagi udah ngomel." Ucap sang tamu
"Sana pulang. Tidak menerima tamu," Ucap Ayu
"Berani lu usir gue." Ucap Zainal dengan melotot.
"Iya, kenapa lu?" Jawab Ayu dengan melotot kearah Zainal.
" Kalian ini kenapa sih?" Tanya Irna. Irna muncul dibalik pintu.
"Ini, nenek lampir. Usir aku!" Jawab Zainal.
"Lu, pagi-pagi udah bertamu. Nggak sopan tau." Ucap Ayu dengan melotot.
"Udah, ayo masuk."Ucap Irna. Lalu mereka bertiga masuk kedalam rumah.
"Kenapa sih, cowok lu main pagi banget?" Tanya Ayu sambil mengunyah kerupuk.
"Dia mau anter lu pulang." Jawab Irna
"Sama lu juga kan?" Tanya Ayu.
"Iya, gue nggak kerja dulu. Mau anter lu, sekalian pulang kampung." Jawab Irna.
"Oh, ya udah deh." Ucap Ayu.
"Tapi, gue bisa sendiri kok." Tambah Ayu
"Nggak usah sok kuat lu, muka aja pucet banget gitu." Ucap Zainal.
"Apaan sih." Ucap Ayu dengan cemberut.
***
Saat diperjalanan Ayu hanya bisa melihat kemesraan Zainal dan Irna. Irna ngontrak 😁.
"Nal, bukannya temennya Putra ada yang kerja di kantor lu ya? Tanya Irna.
__ADS_1
"Iya, Rifki namanya." Jawab Zainal.
"Nggak pernah lihat putra ya? "Tanya Ayu.
"Ya, nggaklah. Yang dikantor gue kan, Rifki bukan Putra." Jawab Zainal dengan sewot.
"Ya, siapa tahu. Putra jemput Rifki gitu?" Ucap Ayu.
"Mereka cuma temen kan? Bukan pacaran." Jawab Zainal.
"Ya, iyalah. Kan gue pacarnya." Ucap Ayu. Dia tak habis fikir dengan Zainal mana mungkin Putra pacaran sama Rifki.
"Emang di anggap." Ucap Zainal. Ayu langsung terdiam, pikirannya langsung tertuju pada sikap Putra yang beberapa hari ini menghilang entah kemana.
"Hus" Ucap Irna dengan memukul lengan Zainal.
"Hehehe, maaf. "Ucap Zainal tak enak hati.
"Nggak papa kali," Jawab Ayu dengan tersenyum. Sebenernya, Zainal sudah tahu semuanya. tetapi, dia tidak mau cerita.
***
Tok...Tok...Tok
Tak berapa lama seorang wanita cantik membukakan pintu. Sekitaran umur 19 tahun.
"Kamu, apa kabar?" Tanya Ayu
"Baik, kakak sakit ya?" Tanya sang adik.
"Nggak." Jawab Ayu.
"Muka kakak kok pucet?" Tanya adiknya Ayu.
"Cuma pusing, Putri." Jawab Ayu.
"Oh, masuk kak." Ucap Putri. Lalu mereka semua masuk kedalam rumah.
"Ayah sama ibu mana?" Tanya Ayu.
"Lagi keluar, nggak tahu kemana." Jawab Putri. Lalu masuk dapur, membuatkan minuman untuk tamunya.
"Cuma ada teh." Ucap Putri.
"Nggak papa, Makasih Put." Ucap Irna dengan tersenyum.
__ADS_1
"Sama-sama." Jawab Putri
"Dek, itu kak Irna. Masa, kamu lupa." Ucap Ayu.
"Beneran kak Irna?" Tanya Putri.
" Iya, ini kak Irna." Jawab Irna.
"Maa Syaa ALLAH, kak Irna cantik banget sekarang." Puji Putri pada Irna.
"Dari dulu Putri," Ucap Irna dengan tertawa. Mereka semua tertawa.
"Abang nggak kamu bilang ganteng?" Tanya Zainal dengan tersenyum sok imut.
"Siapa kak?" Tanya Putri pada Ayu.
"Kenalin Zainal. Cowok tertampan dirumah ini." Ucap Zainal dengan mengulurkan tangannya. Putri tidak membalas uluran tangannya, hanya dibalas dengan tersenyum.
"Oh iya, Ini diminum." Ucap Ayu.
"Assalamualaikum." Ucap seseorang dibalik pintu.
"Wa'alaikumsalam." Jawab semua orang yang ada didalam rumah.
"Bu, apa kabar?" Tanya Ayu.
"Alhamdulillah baik nak, kamu sakit ya?" Tanya sang ibu. Ayu menggelengkan kepalanya. Lalu mereka berpelukkan, melepaskan rindu.
"Ada tamu jauh rupanya." Ucap pak Yoka.
"Hehehe, iya pak." Jawab Irna.
"Ayah, sama ibu dari mana? " Tanya Ayu.
"Biasa lihat sawah." Jawab Bu Asri.
"Pak, Bu. Irna pamit dulu, udah sore." Pamit Irna.
"Nggak nginep." Tanya Pak Yoka.
"Nggak pak, Irna mau pulang aja." Jawab Irna.
"Iya, hati-hati nak." Ucap Bu Asri. Irna dan Zainal mengangguk. Lalu mereka bersalaman.
"Assalamualaikum." Ucap Zainal dan Irna bersamaan.
__ADS_1
"Wa'alaikumsalam." Jawab Pak Yoka.
Bersambung.........