
''Ayu, ayo bangun!'' ucap Irna sambil menggoyangkan tubuh Ayu.
''Hmmmm, sebentar lagi.'' Jawab Ayu dengan mata masih terpejam.
''Ayo. Cepetan bangun!''Ucap Irna tetap berusaha membangunkan Ayu.
''Mau apa sih?''Tanya Ayu sambil menutup telinga nya dengan bantal.
''Ini, testpack nya.''Ucap Irna sambil mengambil alih bantal Ayu.
''Iya.''Ucap Ayu dengan melangkah keluar kamar.
''Ayu! Ini testpack nya belum lu bawa!'' Teriak Irna sambil menggedor pintu kamar mandi. Ayu menepuk kening nya. Lalu, Ayu membuka pintu kamar mandi.
''Ini,''Ucap Irna. Ayu menerima nya.
''Gimana?''Tanya Zainal.
''Apa nya?'' Irna balik bertanya pada Zainal.
''Kok apanya. ya sih, Ayu. Gimana?''Ucap Zainal dengan penasaran.
''Kepo. Udah sana, kamu tunggu di luar aja.'' Ucap Irna dengan mendorong tubuh Zainal keluar dari dapur.
Tak berapa lama, Ayu keluar dari kamar mandi.
''Gimana?'' Tanya Irna dengan penasaran.
''Positif.''Jawab Ayu dengan menunduk.
''Mana, gue mau lihat.''Ucap Irna. Ayu memberikan alat tes kehamilan tersebut pada Irna.
''Iya, garis dua. Positif.''Ucap Irna dengan lesu.
''Gue, kan udah bilang.''Ucap Ayu dengan mata berkaca-kaca.
''Ya udah. Lo, yang sabar.''Ucap Irna dengan memeluk Ayu.
''Nanti, kalo Putra nggak mau tanggung jawab. Gimana?'' Ucap Ayu.
''Sabar! Lo, jangan putus asa begini dong.''Ucap Irna. Lalu, Ayu dan Irna keluar.
''Gimana? Positif apa negatif?''Tanya Zainal.
''Positif!''Jawab Irna.
''Alhamdulilah.'' Ucap Zainal.
''Kok Alhamdulillah?''Tanya Irna menatap heran Zainal.
''Iya. Anak kan rizqi, dan sebentar lagi kita punya keponakan.''Ucap Zainal dengan merentangkan tangannya mau memeluk Irna.
''Ih apaan sih. Jangan macam-macam ya!'' Ucap Irna.
__ADS_1
''Cuma, peluk sayang.'' Ucap Zainal dengan cemberut.
''Peluk, enak aja. Belum mahram.''Ucap Irna menjauh dari Zainal. Ayu tersenyum melihat kedua sejoli tersebut.
''Jangan pernah lo, gugurin anak ini. Inget itu!'' Ucap Irna.
''Anak yang ada diperut lo, nggak salah apa-apa.''Ucap Zainal.
''Iya. Makasih ya.''Ucap Ayu.
''Sama-sama.''Jawab Zainal.
...***...
''Sayang. Aku mau dong, suapin.''Ucap perempuan cantik dengan manja.
''Aaaaa, buka mulutnya.'' Ucap Putra. Lalu, perempuan itu menerima suapan sang suami.
''Enak nggak?''Tambah laki-laki itu.
''Enak. Kan kamu yang suapin.''Jawab perempuan itu.
''Iya, kan pakai cinta.''Ucap Putra.
''Bulshit.'' Ucap perempuan itu.
''Jihan! Aku, cinta sama kamu.''Ucap Putra dengan menggenggam tangan Jihan.
''Omong kosong.''Ucap Jihan dengan tersenyum.
''Kalo, emang cinta. Nggak mungkin tidur sama perempuan lain! Sampek hamil pula!'' Ucap Jihan.
''Siapa?''Tanya Putra.
''Temennya Zainal. Ayu namanya.''Jawab Jihan.
''Oh, perempuan itu.''Ucap Putra.
''Iya. Katanya cinta sama aku.''Ucap Jihan.
''Cuma wanita murahan! Aku kan waktu itu kesepian, kamu juga pacaran sama laki-laki lain.''Ucap Putra.
''Hahaha. Tapi, kamu kebiasaan. Habis tidur bareng ditinggal gitu aja.''Ucap Jihan.
''Udahlah. Nggak penting.''Ucap Putra.
''Oh iya, besok aku mau ke kantor.''Lanjut Putra.
''Ngapain?''Tanya Jihan.
''Di suruh papa, ikut kerja.''Jawab Putra.
''Bagus. Gitu dong.''Ucap Jihan dengan tersenyum.
__ADS_1
''Demi kamu.''Ucap Putra. Jihan tersenyum.
''Gimana, kabarnya papa sama mama?''Tanya Jihan.
''Mama, baik. Papa lagi sakit.''Jawab Putra.
''Sakit apa?''Tanya Jihan.
''Biasa. Makanya aku, ke kantor.''Jawab Putra.
''Katanya, demi aku?''Ucap Jihan.
''Ya, demi kamu juga.''Jawab Putra.
''Kamu, mau kemana lagi?''Tanya Putra.
''Terserah, kamu aja.''Jawab Jihan.
''Kita, pulang aja gimana?''Tanya Putra.
''Ya udah, ayo.''Jawab Jihan. Lalu, mereka melangkah keluar dari cafe, menuju mobil Putra.
Balm!
Ayu menutup pintu mobil milik Zainal.
Ayu, Irna, dan Zainal. Masuk cafe, mereka memilih tempat paling ujung.
''Kayak bau parfum Putra? Apa dia ada disini ya?'' Ucap Ayu dengan melihat sekeliling.
''Bukan, Putra aja yang pakai parfum.''Ucap Irna.
''Tapi, ini beneran! Persis banget baunya.''Ucap Ayu.
''Mana, nggak ada.''Ucap Irna dengan memperhatikan sekelilingnya.
''Udahlah. Kita kesini mau makan, bukan cari Putra?''Ucap Zainal.
''Siapa tahu, ada Putra.''Ucap Irna.
''Nggak ada kan. Ya udah, cepet pesen.''Ucap Zainal.
''Udah. Lo, mau apa Ir?''Tanya Ayu.
''Males gue.''Jawab Irna dengan cemberut.
''Kalo, males. Kenapa kesini?''Ucap Zainal.
''Kamu, kenapa sih?''Ucap Irna.
''Kamu yang kenapa?''Ucap Zainal..
''Udah. Irna, Zainal. Nggak usah berantem.''Ucap Ayu.
__ADS_1
''Mbak?'' Panggil Zainal pada pelayan.
Bersambung.......