
Tok tok tok.
Ceklek! Irna membukakan pintu.
"Udah siap?" tanya Zainal. Irna mengangguk. Lalu mereka melangkah menuju mobil.
Blam! Zainal menutup pintu mobil.
"Tumben, diem aja." Zainal melirik Irna.
"Emang biasanya aku cerewet?" Irna mengerutkan keningnya.
"Iya. kek emak-emak kalo lagi nggak ada duit." Ejek Zainal.
"Mana ada." Irna melotot ke arah Zainal. Zainal tersenyum.
"Kamu tahu nggak......"
"Nggak." ucap Zainal.
"Belum selesai ngomongnya tahu." Irna mengerucutkan bibirnya.
"Hehehe. Maaf, lanjut." ucap Zainal.
"Sih, Arnold. Dia masih kuliah tahu, sayang." ucap Irna.
"Lalu, kalo dia masih kuliah kenapa?" tanya Zainal.
"Umur nya masih, dua puluh dua tahun, Sayang." ucap Irna.
"Masa sih." ucap Zainal.
"Iya. Aku kira dia seumuran sama kamu." ucap Irna.
"Kalo sama aku ya udah pasti nggak lah. Kalo sama, Putra. Bisa jadi mungkin." ucap Zainal.
"Tapi dia lebih muda dari, Putra. Ya." ucap Irna.
."Mmmm. Enak nya beli apa ya untuk kado pernikahan, Jihan sama Putra?" Tanya Zainal.
"Mmmm. Gimana kalo baju aja?" tanya Irna.
"Iya deh. Kamu yang pilih, ya." Jawab Zainal.
Irna mengangguk. "Boleh juga." ucap Irna. Lalu, Zainal melajukan mobilnya.
...***...
"Arnold." Teriak Putra. Arnold dan Ayu membalikkan tubuhnya. Putra mendekat ke arah Ayu dan Arnold.
"Kenapa, Put?" tanya Arnold.
__ADS_1
"Ada urusan sebentar." jawab Putra.
"Urusan apa?" Tanya Arnold.
"Kita perlu bicara berdua, Ar." jawab Putra.
"Nanti malem aja gimana?" tanya Arnold.
"Nggak bisa. Harus hari ini juga." jawab Putra.
"Ya udah. Gue anter pulang, Ayu." Arnold menatap kesal Putra.
"Ya udah. Gue tunggu di tempat biasa." Putra tersenyum.
"Lo duluan ke parkiran. Gue ambil pesenan tadi." ucap Arnold. Ayu mengangguk. Lalu Arnold pergi.
"Sekarang mainnya sama bocil, ya." Putra tersenyum sinis. Ayu menatap tajam Putra. Lalu, Ayu melangkah ke arah parkiran.
"Ini gimana sih, helmnya." Ayu kesusahan memakai helmnya. Putra membantu Ayu.
"Gini aja kok nggak bisa." ucap Putra.
"Gue bisa sendiri." ucap Ayu. Putra mendekatkan wajahnya ke wajah Ayu. Putra berbisik.
"Inget. Lo hamil anak gue, jangan macem-macem."
"Ekhem." Arnold berdehem.
"Ngapain tadi sih, Putra?" tanya Arnold.
"Nggak." jawab Ayu.
"Oh. Buruan naik." perintah Arnold. Lalu, Ayu naik ke atas motor.
...***...
Selama diperjalanan Ayu hanya diam saja. Dia memikirkan ucapan Putra tadi.
"Yu. Udah sampek." ucap Arnold. Tetapi, Ayu tetap diam melamun.
"Ayu. Udah sampek. Lo nggak mau turun?" Arnold memegang tangan Ayu. Ayu terkejut. Dia langsung menarik tangan nya.
"Maaf. Udah sampek ini." ucap Arnold.
"Ehh iya." Ayu turun dari motor.
"Ini martabak nya." Arnold memberikan pada Ayu.
"Makasih, ya." Ayu tersenyum.
"Harus nya gue yang terima kasih." ucap Arnold.
__ADS_1
"ya udah. Gue masuk dulu, ya."
"Kapan-kapan kita jalan lagi, ya." ucap Arnold.
"Iya. Kalo ada waktu, ya." Ayu tersenyum manis.
"Haduh. Jangan senyum begitu dong, Yu. Lo manis banget." Batin Arnold.
"Ya udah. Sana masuk rumah. Mau ngelamun disini." ucap Arnold. Ayu mengangguk. Lalu dia masuk kedalam rumah.
"Putra sialan. Awas lo ya, Put. Udah ganggu waktu gue sama, Ayu." Geram Arnold. Lalu dia melajukan motornya.
Ayu melempar tasnya kesembarang arah. Lalu dia menjatuhkan tubuhnya di kasur. Dia merebahkan tubuhnya dan merentangkan kedua tangannya.
"Apa maksud, Putra?" Batin Ayu.
"Bukannya dia udah nggak mau sama, gue. Kenapa dia ngomong kek tadi." Ayu masih memikirkan ucapan Putra.
"Ahh. Bodo amat lah." Ayu bangkit. Lalu dia keluar kamar menuju kamar mandi.
...***...
"Putra!" Teriak Arnold.
"S*a*l*n, lo." Arnold menonyor kepala Putra.
"Nggak sopan. Dasar bocah." cibir Putra.
"Pengganggu." ucap Arnold.
"Dasar bocah." ucap Putra.
"Oh iya. Ada urusan apa lo sama gue?" tanya Arnold serius.
"Urusan apa." jawab Putra.
"Kata Lo tadi ada urusan sama gue." ucap Arnold.
"Oh. Urusan ini." Putra memberikan catur pada Arnold.
"Catur?" tanya Arnold.
"Iya. Kitakan udah lama nggak main ini." ucap Putra.
"Lo nggak ke kantor?" tanya Arnold.
"Nggak. Gue ambil cuti dua minggu." jawab Putra.
"Besok datang, ya." ucap Putra
"Pasti, bro." Arnold menepuk pelan pundak Putra.
__ADS_1
Bersambung........