
Sudah satu minggu berlalu. Selama itulah putra tidak ada kabar lagi, Ayu menjadi resah. Dia, takut apa yang dikatakan sahabatnya benar. Dia bekerja pun, tidak fokus. Seperti saat ini, Ayu sedang dimarahi oleh bosnya, karena teledor.
"Niat kerja apa nggak kamu."Tanya pak Ridwan dengan melotot.
"Maaf pak."Ucap Ayu menunduk.
"Awas, kalo kamu ulangi sekali lagi." Ucap pak Ridwan. Irna menghampiri Ayu.
"Lo gimana sih yu, tumben banget."Ucap Irna.
"Aku, lagi nggak enak badan."Ucap Ayu.
"Kalo lu, nggak enak badan. Mending pulang aja." Ucap Irna.
"Minggu depan aku mau pulang."Ucap Ayu.
"Kenapa?"Tanya Irna.
"Disuruh ibu pulang, kangen katanya."Jawab Ayu.
"Iyadeh. Nanti pulang langsung istirahat aja." Ucap Irna. Ayu mengangguk.
Hari semakin gelap, Ayu dan Irna pulang ke kontrakan.
"Gue dijemput Zainal. Lo di jemput nggak?"Tanya Irna
"Nggak" Jawab Ayu
"Ya udah, bareng kita aja."Ucap Irna.
"Lo, nggak mau mampir ke mana-manakan?"Tanya Ayu
"Nanti, mau nonton. Tapi, gue pulang dulu anter Lo." Jawab Irna.
"Nggak usah Ir, gue bisa pulang sendiri." Ucap Ayu.
Tin...Tin...Tin
"Itu mobil Zainal."Ucap Irna.
"Ayo," Irna menarik tangan Ayu.
Blam
Ayu dan Irna masuk kedalam mobil Zainal.
"Antar Ayu dulu ya." Ucap Irna.
__ADS_1
"Iya."Jawab Zainal.
"Ayu masih pacaran sama Putra?" Tanya Zainal pada Ayu.
"Kenapa Lo tanya-tanya." Jawab Ayu
"Kenapa Lo yu, kek sensi banget sama gue."Tanya Zainal.
"Udahlah by, Ayu lagi nggak enak badan."Ucap Irna.
Citt....
"Aduh, sakit tau by." Ucap Irna dengan cemberut.
"Aduh, pelan-pelan dong lu, Zainul."Ucap Ayu
"Nama gue, ZAINAL bukan Zainul." Protes Zainal
"Ir, punya cowok kek Zainul gini buang aja. kekotak sampah." Ucap Ayu. Lalu dia keluar dari mobil.
"Awas, lu ya."Teriak Zainal.
"Udah by, ayo jalan keburu malem."Ucap Irna. Lalu Zainal melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
"Sayang" Panggil Zainal.
"Hmmm" Gumam Irna.
"Kenapa kamu ngomong begitu?" Tanya Irna.
"Kalo menurut ku, Putra itu orang nggak bener. Kayak suka ganti-ganti pacar, kan kasian Ayu cuma buat mainan."Ucap Zainal
"Emang kamu tahu kalo Putra orang nggak bener."Tanya Irna.
"Ya, nggak sih." Jawab Zainal
"Kamu nih, udahlah nggak boleh berperasangka buruk sama orang ."Ucap Irna.
"Hehehe, iya sayang" Ucap Zainal dengan salah tingkah.
"Berhenti by," Ucap Irna.
"Kenapa?"Tanya Zainal.
"Itu, bukannya Putra ya? Tanya Irna. Dengan menunjuk seseorang.
"Kamu salah lihat, mungkin."Jawab Zainal.
__ADS_1
"Nggak, itu beneran Putra." Ucap Irna. Irna keluar dari mobil, tetapi orang yang disangka Putra itu sudah pergi.
Blam
Irna menutup mobil.
"Putra bukan?" Tanya Zianal.
"Nggak tahu,"Jawab Irna.
"Udah lah, mungkin cuma mirip sama Putra." Ucap Zainal
"Kita pulang." Ucap Irna.
"Nggak jadi nonton?" Tanya Zainal. Irna hanya menggeleng kan kepalanya. Lalu Zainal melajukan mobilnya.
***
Ayu sudah berulang kali menelpon Putra, Tetapi nomornya Putra tidak aktiv. Ayu sudah mencoba menghubungi temannya Putra, tetapi temannya tidak tahu.
"Kemana ini orang."Gumam Ayu. Ayu mencoba menelfon kembali, tetapi hasilnya sama saja. Tetap tidak aktiv. Ayu capek, dia takut, jika putra meninggalkan nya.
"Tidur aja deh, capek."Ucap Ayu. Ayu melangkahkan kakinya menuju kasurnya, lalu dia membaringkan tubuhnya.
***
"Hoam!" Ayu menguap sambil merenggangkan otot tangga. Matahari sudah meninggi, jam di dinding menunjukan jam 7pagi. Ayu menoleh kesisi kiri, sudah tidak ada Irna. Mungkin sudah berangkat ke toko, Ayu tidak ketoko karna badan nya kurang sehat.
Ayu berjalan gontai keluar kamar, Ayu memperhatikan sekeliling sudah rapi dan bersih, Lalu dia masuk kamar mandi. Tak berapa lama Ayu keluar rumah.
"Udah bangun tuan putri?"Tanya Irna.
"Iya" Jawab Ayu.
"Ayo, makan." Ucap Irna. Ayu mengangguk. Ayu masih memikirkan Putra, kemana lelaki itu kiranya.
"Udah, ayo duduk." Ucap Irna dengan menarik lengan Ayu menuju meja makan.
"Kalo ada masalah cerita" Tambah perempuan tersebut.
"Putra nomornya nggak aktiv, udah beberapa hari ini." Ucap Ayu dengan menunduk, menahan air matanya.
"Udah, nggak usah nangis. Cowok begitu gak perlu ditangisin." Ucap Irna. Ayu mengusap air mata nya, lalu mereka berdua makan yang di beli oleh Irna tadi.
Bersambung.......
"
__ADS_1
"
"