
''Kak.''Panggil Putri.
''Kenapa?''Tanya Ayu.
''Nggak, mau tidur bareng kakak.''Jawab Putri.
''Sini. Buruan tidur, nanti sakit kalo tidur malem-malem.''Ucap Ayu dengan terkekeh.
''Kakak tadi ngintip ya?''Tanya Putri.
''Hahaha, iya.''Jawab Ayu dengan tertawa.
''Kakak nih.'' Ucap Putri dengan tersipu.
''Nggak usah malu gitu, biasa aja dek.'' Ucap Ayu dengan tertawa.
''Kamu, udah pacaran sama Raka?''Tanya Ayu.
''Belum.'' Jawab Putri.
''Kalo, belum berarti mau dong!'' Ucap Ayu.
''Nggak, aku nggak mau pacaran. Dosa.'' Ucap Putri.
''Pinter. Emang kita nggak perlu pacaran dek, kalo jodoh nggak akan kemana.'' Ucap Ayu.
''Iya. tapikan kak, Putri nggak pernah lihat kak Raka pacaran. ''Ucap Putri.
''Mungkin. Kakak juga nggak terlalu tahu.'' Ucap Ayu.
''Kata kak Raka, dia nggak mau pacaran. Dia udah ada orang yang dia cinta, kira-kira siapa ya kak?'' Tanya Putri.
''Kamu mau tahu?'' Tanya Ayu. Putri mengangguk kepalanya dengan antusias.
''Orang itu kamu!'' Ucap Ayu.
''Aku!''Tanya Putri dengan menunjuk dirinya. Ayu hanya mengangguk.
Flashback
''Raka!''Panggil Ayu.
''Iya,'' Jawab Raka.
__ADS_1
''Aku mau ngomong. Boleh?''Tanya Ayu.
''Iya,mau ngomong apa?'' Tanya Raka.
''Kamu, mau nggak jadi pacar aku?''Tanya Ayu.
''Hah! Nggak salah denger aku.'' Tanya Raka dengan terkekeh geli.
''Aku serius. Kita kan udah lulus sekolah.'' Ucap Ayu.
''Maaf, aku nggak bisa. aku udah cinta sama orang lain.'' Ucap Raka dengan menundukkan kepalanya.
''Siapa?''Tanya Ayu.
''Adek kamu, Putri!'' Jawab Raka.
''Putri! Dia kan masih kecil, dan kamu perhatian banget sama aku, kamu baik banget sama aku. Jadi selama ini kamu cuma ngasih harapan palsu ke aku? Aku pikir kamu emang suka sama aku.'' Ucap Ayu. Matanya berkaca-kaca.
''Maaf, udah buat kamu salah faham. Dan, aku juga nggak mau pacaran. Kamu tahu kan, kalo pacaran itu dosa. Maaf, aku nggak bisa yu.'' Ucap Raka. Dia pergi meninggalkan Ayu seorang diri.
Flashback selesai.
''Jadi, kak nembak kak Raka. Terus, kak Raka nolak kak Ayu?'' Tanya Putri.
''Kakak juga, pacaran kan dosa!'' Ucap Putri.
''Udahlah, masa lalu juga. mending tidur aja, udah malem.'' Ucap Ayu. Lalu, Ayu menarik selimut nya. Dia langsung tertidur, sedangkan Putri masih memikirkan bagaimana mungkin Kakak nya nembak cowok duluan.
...***...
Pagi ini Ayu merasakan perutnya sangat mual, dia sudah bolak balik kamar mandi. Dia muntah-muntah, sampai badannya sangat lemas dan tak bertenaga.
''Kenapa sih, kok mual banget.'' Gumam Ayu.
''Nak,'' Panggil sang ibu. Ayu membalikkan badannya menghadap sang ibu.
''Iya.'' Jawab Ayu dengan lemah. Ayu merasakan kepalanya seperti berputar putar.
Bruk
Ayu pingsan, ibunya sangat terkejut.
''Ayah, yah!'' Teriak sang ibu. Tetapi tidak ada yang mendengar, ibunya lari ke depan.
__ADS_1
''Yah, Ayu pingsan yah,'' Ucap sang ibu dengan panik.
''kok bisa? Dimana?'' Tanya sang ayah.
''Nggak tahu, Ada didapur yah. ayo, cepet yah.'' Ucap sang ibu. Lalu, ayah menuju dapur dan mengangkat badan Ayu, dimasukkan kedalam kamar.
''Putri! Panggil Bu bidan Ani.'' Perintah sang ibu.
''Iya, Bu.'' Ucap Putri. Lalu, Putri melangkah keluar rumah menuju motor metic berwarna putih miliknya.
...***...
"Assalamualaikum.'' Ucap Putri.
''Wa'alailukumsalam.'' Jawab ibu dan ayah.
''Mana, Bu bidannya nak?'' Tanya sang ibu.
''Nanti, dia masih ada pasien.'' Jawab Putri.
...***...
''Assalamualaikum.'' Ucap seorang wanita cantik.
''Waalaikumsalam.'' Jawab Putri.
''Masuk Bu Ani.'' Ucap Putri.
''Siapa yang sakit put?'' Tanya Bu ani
''Kak Ayu. Ini kamarnya, Bu. ''Ucap Putri.
''Sakit apa?" Tanya Bu bidan.
"Dari pagi muntah-muntah Bu,"Jawab ibu nya Ayu. Lalu, Bu bidan memeriksa Ayu.
"Gimana Bu?" Tanya sang ayah.
"Bu Asri, pak Yoka. Bisa kita bicara diluar saja?"Tanya Bu Ani. Bu Asri dan pak Yoka mengangguk dan melangkah keluar kamar.
" Jadi, begini...."
Bersambung.........
__ADS_1