Aku Bukan Perawan

Aku Bukan Perawan
Muntah-muntah


__ADS_3

Putra terlihat keluar dari kamar dengan pakaian rapi.


"Putra! Kamu mau kemana?" Bentak sang ayah sambil menghampiri pemuda itu.


"Apa sih pa? Aku mau ngumpul sama temen-temen masa nggak boleh?" Putra melotot kearah ayahnya.


Plakk...


Ayah Putra menampar pipi kanan Putra. Sang ibu menghampiri sang anak dan suaminya.


"Udah pa, sabar." Ucap sang istri menenangkan suaminya.


"Anak ini kalo dibiarin makin ngelunjak ma."Ucap sang ayah dengan emosi.


"Putra, kamu itu jangan main terus nak. Seharusnya kamu itu bantu papa dikantornya, papa sudah tua nak. Kamu pewaris satu-satunya nak." Ucap sang ibu dengan lembut.


Putra memutar bola mata malas. Dia tidak peduli, Putra tetap melangkah keluar rumah. Menghampiri mobil sport berwarna hitam miliknya dan melaju begitu saja.


***


"Hay bro. Kusut banget muka lo."Ucap Rifal.


"Biasalah, diomelin bokap."Jawab Putra. Dengan menarik kursi.


"Males gue, disuruh ikut dia kekantor terus."Tambah lelaki tersebut dengan cemberut.


"Ya, wajar lah put. Lo main terus, Nggak jelas lagi." Ucap Rangga.


"Gue. beda kali sama lo, ngga." Jawab Putra.

__ADS_1


"Coba, sekali aja lo nurut sama orang tua lo." Ucap Rangga.


"Diem Lo." Jawab Putra dengan emosi


"Udah bro, nggak usah berantem. Kalian kan saudara." Ucap Rifal.


"Oh iya, kemarin. Ayu nelfon gue, nyariin Lo."Ucap Rifki.


"Kemana aja lo?" Tanya Rifal.


"Gue males sama dia."Jawab Putra cuek.


"Nggak sayang Lo. Udah dapet cewek cantik, penurut juga. Apa kurangnya Ayu put?" Tanya Rifki


"Cantik sih, Tapi murahan." Jawab Putra.


"Bukan Ayu yang murahan. Tapi, Lo yang buat dia jadi murahan." Geram Rifki.


"Nggak ada hati Lo put." Ucap Rifki.


"Jujur, gue nyesel ngenalin Lo sama Ayu." Ucap Rifki. Rangga dan Rifal hanya diam saja, Rangga memang tidak pernah tahu pacar putra yang mana. Sedangkan, Rifal malas berdebat dengan Putra.


"Berisik Lo." Ucap Putra. Lalu dia pergi meninggalkan cafe itu.


"Gue nggak habis fikir sama Putra. Cewek sebaik itu, dan secantik itu, dia buang begitu aja." Ucap Rifki. Dia tak habis fikir sama temannya satu itu, tidak pernah serius dengan wanita. Setelah tidur dengannya pasti ditinggalkan oleh Putra.


"Lo juga, Udah tahu Putra begitu," Ucap Ucap Rifal


"Gue kira, dia udah berubah." Jawab Rifki. Dia menyesal.

__ADS_1


"Gue pulang dulu, Kapan-kapan kita ngumpul lagi.''Ucap Rangga. Lalu dia berdiri melangkahkan kakinya menuju mobil sport warna merah miliknya.


***


"Aduh, kok perut ku mual banget ya."Gumam Ayu. Dia langsung lari kearah kamar mandi, Ayu muntah-muntah. Badannya terasa lemas, Irna baru saja masuk dapur melihat Ayu muntah-muntah.


"Ya ampun, Lo pucet banget yu!" Ucap Irna menghampiri Ayu, lalu dia membimbing Ayu ke kamar.


"Udah, Lo tiduran dulu. Gue ambil minyak kayu putih dulu." Perintah Irna pada Ayu, Ayu mengangguk. Dia merebahkan tubuh nya di kasur.


"Kerumah sakit aja ya?" Ucap Irna, dia sangat khawatir dengan kondisi Ayu.


"Nggak usah, besok gue mau pulang." Jawab Ayu dengan lemah.


"Gue tahu, tapikan Lo sakit sekarang." Ucap Irna.


"Nggak papa, nanti juga sembuh." Ucap Ayu


"ya udah deh, lu istirahat aja dulu."Ucap Irna.


***


"Hoam!" Ayu menguap sambil merenggangkan otot tangan. Jam sudah menunjukkan pukul 05.00 pagi, Ayu bangkit. Keluar kamar, Ayu menatap sekeliling. Di ruang tamu kosong, dan ternyata Irna sedang memasak.


"Irna," Panggi Ayu.


"Kenapa?" Jawab Irna


"Kalo gue pulang, tolong kasih tahu gue. Kalo putra jalan sama perempuan lain," Ucap Ayu.

__ADS_1


"Tenang aja. Udah sana mandi, nanti telat Lo." Ucap Irna. Ayu melangkah masuk kamar mandi.


Bersambung........


__ADS_2