Aku Bukan Perawan

Aku Bukan Perawan
Tunangan Rifki


__ADS_3

Hari semakin gelap. Ayu dan Irna pulang dari toko. Mereka berjalan beriringan menuju mobil yang sudah di pesan oleh Irna.


"Ayu, Irna!"Panggil pak Ridwan.


Ayu dan Irna berbalik badan. "Kenapa bos?"Tanya Irna.


"Ini, untuk kalian." Pak Ridwan memberikan plastik hitam pada Irna.


Irna menerima nya. "Apa ini, pak?"Tanya Irna.


"Roti. Untuk kalian."Jawab pak Ridwan.


"Tumben amat sih, bapak."Ucap Irna dengan tersenyum lebar. Ayu menyenggol lengan Irna.


"Dari istri saya."Ucap pak Ridwan.


"Oh. Ucapkan terima kasih sama, ibu indah pak." Ucap Irna.


"Iya. Nanti saya sampaikan." Ucap pak Ridwan.


"Terima kasih, pak."Ucap Irna.


"Sama-sama."Jawab pak Ridwan.


"Terima kasih. Kita pulang dulu, pak." Pamit Ayu. Pak Ridwan mengangguk. Lalu, Irna dan Ayu berjalan menuju taksi .


Blam! Irna menutup pintu mobil.


"Jalan pak."Ucap Irna .


Butuh waktu 30 menit sampai di kontrakan. Irna dan Ayu keluar dari mobil.


"Kok ada mobil nya, Rifki?"Tanya Irna.


"Iya. Tadi pagi udah bilang, kalo mau kesini."Jawab Ayu.


"Ngapain?"Tanya Irna.


Ayu menggelengkan kepalanya. "Mau ngapelin lu."Tambah Irna sambil tertawa.


Ayu mencubit pipi Irna. "Sembarangan."Ucap Ayu jalan duluan.


"Udah nunggu lama, ya?"Tanya Ayu.


"Eh. Baru aja kok, yu."Jawab Rifki.


Ceklek! Ayu membuka pintu.


"Silahkan masuk!"Ucap Ayu. Lalu mereka semua masuk ke dalam. Irna langsung masuk kamar.


"Sebentar, ya."Ucap Ayu berlalu ke dapur. Membuatkan minuman untuk tamu nya.

__ADS_1


"Ayu mana?"Tanya Irna.


"Masuk. Ke dapur kek nya."Jawab Rifki.


"Oh." Irna sesekali mencuri pandang ke arah perempuan yang di sebelah Rifki.


"Oh iya. Gue mandi dulu, ya."Pamit Irna.


"Iya."Jawab Rifki.


Irna menepuk pundak Ayu. "Yu."Panggil Irna.


"hmmm"


"Itu perempuan siapa? Yang sama, Rifki."Tanya Irna.


"Nggak tahu."Jawab Ayu.


"Penasaran gue, yu."Ucap Irna.


"Kenapa tadi nggak nanya?" Tanya Ayu.


"Malu lah. masa belum kenal nanya-nanya."Irna menonyor pelan kepala Ayu.


"Ya udah lah. Gue ke depan dulu."Ayu berlalu dari dapur.


"Maaf ya, lama."Ucap Ayu. Rifki mengangguk.


"Ini di minum. Cuma ada ini doang."Ucap Ayu.


"Sama-sama."Ayu tersenyum.


"Oh iya. Kenalin tunangan gue."Ucap Rifki.


"Ana." Mengulurkan tangannya.


Ayu menerima nya. "Ayu."


"Ana pengen banget ke temu sama, lo."Ucap Rifki.


"Oh iya. Jadi tersanjung gue."Ayu tersenyum.


"Rifki, sering cerita tentang kamu."Ucap Ana.


"Oh iya. Cerita apa, hayo." Ucap Ayu.


"Cerita apa aja lah."Ucap Rifki.


"Oh iya. Kalo misalkan kamu, mau cek kandungan bisa ke klinik aku." Ucap Ana.


"Iya. Minggu depan gue cek kandungan."Ucap Ayu.

__ADS_1


"Berapa bulan sih?"Tanya Ana.


"Baru dua bulan."Jawab Ayu.


"Oh."


Irna baru selesai mandi. Menuju ruang tamu. "Ya ampun! Kom tamu nya nggak di kasih cemilan? Pelit amat lu, yu."Ucap Irna heboh.


"Nggak ada cemilan kok."Ucap Ayu.


"Tadi yang di kasih, pak Ridwan."Ucap Irna. "Sana ambil di kamar." Lanjut Irna. Ayu berdiri lalu masuk kamar. Tak berapa lama, Ayu keluar membawa plastik besar.


"Ini, roti nya."Ayu mebuka satu bungkus roti.


"Iya." Ucap Rifki.


"Jadi, cewek ini tunangan, lo?"Tanya Irna.


"Iya."Jawab Rifki.


"Kok gue nggak tahu?"Tanya Irna.


"Ya, kenapa lu mesti tahu?"Ayu bertanya pada Irna.


"Rifki kan, satu kantor sama, Zainal. Masa nggak di undang acara tunangan nya." Jawab Irna.


"Gue undang. Masa bos sendiri nggak di undang."Ucap Rifki.


"Tapi, Zainal nggak ngajak gue. Apa jangan-jangan, Zainal sama cewek lain."Ucap Irna.


"Nggak lah. Gue tunangan udah lama banget."Ucap Rifki.


"Gue, pacaran sama, Zainal. Juga udah lama."Ucap Irna.


"Kita tunangan udah 3tahun. Waktu itu, Zainal belum punya pacar."Ucap Ana dengan lembut.


"Oh. Pantesan aja."Ucap Irna.


"Ir, bukannya malam ini acara lu, ya?"Tanya Ayu. "Udah jam tujuh loh ini."Tambah Ayu.


"Oh iya. Lupa gue."Ucap Irna masuk kamar.


"Gue pulang dulu, yu."Pamit Rifki.


"Oh iya. Hati-hati, ya."Ucap Ayu.


"Kapan-kapan kita ketemu lagi, ya."Ucap Ana.


"Iya. Kalo mau ketemu, chat gue aja."Ucap Ayu.


"Aku nggak punya nomor kamu."Ucap Ana.

__ADS_1


"Nanti aku kirim, sayang."Ucap Rifki. Lalu mereka pulang.


Bersambung...........


__ADS_2