
Aku Bukan Master Sungguhan
CH 12 : Identitas Pemimpin Keluarga Lin
“Hmm… jadi begitu” ucap Shiori memandang ke arah mereka seperti harimau lapar yang menatap mangsa potensial.
“Iya Adik, kami tadi hanya berjalan-jalan saja, tapi ternyata kami khilaf dan masuk ke sini. Seperti kacang yang terguling, kami terbawa arus kesalahan.” kata Lin Yang mengelus pipinya sambil memperlihatkan senyum manisnya yang mencurigakan.
“Iya benar apa yang kakak ipar bilang” sahut Liu Huan sembari membujuk Shiori.
“Sudahlah, kalian berdua segera keluar dari sini dan tunggu aku di rumah utama. Jika tidak…. jangan salahkan aku jika nanti kalian merasakan api neraka yang membakar seluruh jiwamu.” Shiori berkata dengan tajam seperti pedang yang siap menusuk dada musuhnya.
“Baik, kami mengerti” balas mereka serentak dan bergegas pergi dari sana.
“Hadeh, kenapa aku harus memiliki kakak dan suami seperti itu” gumam Shiori menghela nafas panjang.
Karena tidak ada hal lain, Shiori pergi dari tempat itu dan menuju ke kudanya. Setelah sampai di rumah utama, Shiori melihat Liu Huan dan Lin Yang yang sudah sampai di sana dan duduk di tengah altar seperti dua anak kecil yang menunggu hukuman.
“Tumben kalian nurut” ucapnya turun dari kuda.
“Jika tidak kami pasti akan mati” gumam mereka berdua di dalam hati ketakutan.
Pada saat itu ayah Shiori datang, “Anakku, apa yang terjadi?” ujar ayahya seperti singa yang mencari mangsa.
“Tidak ada apa-apa ayah, Cuma tidak sengaja memergoki kedua orang ini yang masuk ke rumah bordil di kota” ujar Shiori memandang sinis ke arah mereka berdua.
“Dasar menantu sampah, sudah tidak memiliki kultivasi masih saja berani bermain perempuan di belakang anakku” ujar ayah Shiori marah.
“Sudahlah ayah, lagian itu terjadi karena kakak Lin Yang” kata Shiori menenangkan ayahnya.
“Lin Yang, apa itu benar?” ujar ayahnya menatap tajam seperti elang yang siap menyambar mangsanya.
“Eh… ayah aku bisa jelaskan” balas Lin Yang ketakutan.
“Hahaha….. mari kita bicara di dalam anakku” ucap ayahnya sambil menarik Lin Yang seperti tikus yang diseret ular ke sarangnya.
“Shiori, adik ipar tolong aku!” teriaknya ketakutan bercucuran keringat.
“hahaha… apa yang kau ucapkan, kita hanya akan membahas masalah ayah dan anak didalam sana” ujar ayah nya tersenyum jahat.
“Umm.. mati, pasti mati itu” ujar Shiori dan Liu Huan melihat Lin Yang diseret ke dalam ruangan
__ADS_1
“Jadi sekarang tinggal kamu” ucap shiori mengalihkan pandangannya ke liu huan
“Ampuni aku istriku, aku tidak tahu kalau itu rumah bordil” ucap liu huan membujuk shiori
Melihat wajah liu huan yang memelas, Shiori merasa terbelah hatinya untuk memberikan hukuman yang lebih berat. Shiori pergi dari sana lalu kembali lagi dengan membawa beberapa batu bata. “Umm… istriku, untuk apa bata itu?” tanya liu huan heran
“Tentu saja untukmu, kau harus berdiri disini selama 1 jam penuh dengan batu bata ini diatas tangan mu” balas shiori tersenyum jahat
“Ternyata ayah dan anak sama saja” gumam liu huan menangis dalam hati.
[Selamat, daya tahan dan kekuatan tuan rumah telah meningkat pesat]
“Lah, Cuma dihukum masih bisa dapat hadiah” gumam Liu Huan kaget
Sementara Liu Huan dilanda hukuman, Shiori melarikan diri ke dapur dan memasak. "Aku tidak tega melihatnya seperti itu, tapi apa boleh buat, dia harus bertanggung jawab atas kesalahannya," gumam Shiori sambil mengiris bahan makanan dengan mata yang menyala api.
Setelah satu jam berdiri dengan batu bata di atas tangannya, akhirnya hukuman Liu Huan selesai. Dia pergi meninggalkan altar dan bergegas ke kamar mandi untuk meredakan panasnya. "Akhirnya aku bisa mendapatkan tempat perlindungan, selamat datang kamar mandi," ucap Liu Huan sambil membuka pintu dengan hati yang lega.
Namun, ketika Liu Huan membuka pintu kamar mandi, dia kaget melihat seorang wanita cantik sedang berendam di dalamnya. “Ara?” ucap wanita itu, ketika pandangan mereka bertemu
"Apa?!" teriak Liu Huan dengan cepats menutup pintu dengan cepat.
"Sialan, mengapa aku selalu terlibat dalam masalah seperti ini? Kalau Shiori mengetahuinya, aku pasti akan dihukum lebih parah lagi," gumam Liu Huan panik ketika berjalan pergi.
Saat membuka pintu kamar, Shiori terkejut melihat Liu Huan terbaring lemah di atas kasur. “Apa yang terjadi padamu?” tanya Shiori khawatir.
“Aku ingin mandi, tapi ada orang di kamar mandi,” jawab Liu Huan dengan suara lemah.
“Siapa orangnya?” tanya Shiori dengan rasa penasaran.
“Dia seorang wanita,” jawab Liu Huan terbata-bata, sebelum mereka diganggu oleh kedatangan seorang prajurit.
“Laporan, Jendral. Ibu Anda telah kembali dari perjalanannya dan memanggil Anda untuk bertemu di aula utama sekarang,” ujar prajurit tersebut.
“Baiklah, kami akan segera datang,” balas Shiori sambil menyuruh prajurit itu menunggu mereka di luar.
“Kita harus bersiap-siap dan segera bertemu ibuku, kamu tidak mau kan bertemu dengan beliau cuma memakai handuk” ucap Shiori sambil membuka lemari pakaian.
Setelah mereka berpakaian, keduanya keluar dari ruangan dan bergegas menuju aula utama. Saat berjalan di lorong aula, dari kejauhan mereka melihat semua anggota keluarga Lin telah berkumpul. “Wah, sepertinya semua orang sudah berkumpul,” bisik Liu Huan kepada Shiori.
“Jangan berbuat aneh-aneh, ibuku sangat tegas,” tegur Shiori sambil mencubit Liu Huan.
__ADS_1
Di lorong lain, mereka melihat Lin bersama ayah Shiori datang. “Adik ipar, Shiori, kalian juga dipanggil!” seru Lin dari kejauhan.
“Diam, anak bodoh,” ujar ayah mereka sambil memukul kepala Lin.
Suasana di aula utama menjadi tegang saat keluarga Lin berkumpul untuk bertemu ibu Shiori, Lin Yujie yang merupakan penguasa keluarga Lin karena tingkat kultivasinya yang sangat tinggi. Semua anggota keluarga merasa gugup dan khawatir, karena mereka tahu betapa tegas dan memerintah ibu Shiori. Mata semua orang terfokus pada pintu masuk, menunggu kedatangan ibu Shiori.
Tiba-tiba, pintu terbuka dan masuklah ibu Shiori, yang dipenuhi oleh aura kuat dan kekuatan spiritual yang luar biasa. Semua orang merasa terpana oleh kehadirannya yang mempesona dan menakutkan. Dengan tenang dan tegas, ibu Shiori memandang semua anggota keluarga dengan tatapan tajam dan memerintahkan mereka untuk duduk.
“Sepertinya saya medapat kabar burung tentang sekte Langit Biru yang sudah mengarah ke tempat keluarga kita berada,” ujar ibu Shiori dengan suara yang tenang tapi tegas. “Ini tidak dapat ditoleransi. Sebagai salah satu keluarga terkuat yang dapat bersaing dengan ketiga sekte besar, berani sekali mereka melakukan invasi ke negara kita.”
Setiap kata yang diucapkan oleh ibu Shiori terdengar seperti pukulan telak bagi semua orang di ruangan itu. Mereka merasakan ketegasan dan kekuatan yang ada pada Lin Yujie, dan tahu bahwa ia tak akan memberikan ampun bagi siapa pun yang berani melawan keluarga Lin.
“Mati aku, seriusan ini benaran mati kayaknya” gumam Liu Huan berderai air mata ketika mengetahui identitas asli wanita yang ia temui
Lin Yujie, ibu Shiori, duduk di tempatnya dengan tenang sementara pandangannya terfokus pada Shiori dan Liu Huan yang berdiri di hadapannya. Lin Yujie tersenyum sinis sementara Liu Huan menjadi semakin panik.
"Sialan, kenapa malah ketemu lagi," gumam Liu Huan ketakutan.
"Baiklah, untuk hari ini saya cukupkan sampai di sini," ujar Lin Yujie, mengakhiri pertemuan. "Tapi ingat, siapapun yang berani mengusik kediaman keluarga Lin harus dibinasakan," lanjutnya sebelum membubarkan anggota keluarga.
"Ayo kita pergi," ucap Shiori menarik tangan Liu Huan.
Namun, Lin Yujie memutuskan untuk menahan Shiori. "Shiori, kamu tinggal dulu di sini bersama suamimu itu."
Mendengar ucapan ibunya, Shiori langsung membeku. Ia tidak berani beranjak dan memilih untuk kembali dan menuju ke arah ibunya. "Istiriku, apakah kita akan mati?" tanya Liu Huan yang dari tadi ketakutan.
"Tenang saja, kita tidak akan mati. Tapi aku malas jika sudah seperti ini," balas Shiori sambil mengambil nafas panjang.
Setelah semua anggota keluarga keluar dari aula utama, ibu Shiori berdiri dari tempatnya dan berjalan ke arah Shiori. Saat sudah dekat dengan anaknya, Lin Yujie langsung bergegas memeluk Shiori dan mengucapkan, "Anakku, akhirnya ibu datang. Apa kamu makan dengan teratur? Kenapa kamu terlihat lebih kurus? Apa ayahmu sering marah?"
“Apa ini?, apa yang ku lihat ini?” gumam liu huan dalam hati membatu melihat tingkah Lin Yujie yang berbanding terbalik saat pertemuan tadi.
Shiori mencoba melepaskan pelukan ibunya, "Ibu, lepaskan aku. Sudah besar aku sekarang."
"Tidak boleh, bagi ibu kamu masih tetap anak kecil," ujar Lin Yujie sambil memeluk Shiori erat.
Sementara itu, disaat Lin Yujie memeluk Shiori, tatapan nya sekali lagi bertemu dengan Liu Huan, "Ara, bukannya kamu yang di kamar mandi tadi ya?" ujarnya kaget.
Shiori tiba-tiba merasa aneh dan melepaskan pelukan ibunya. Ia mengalihkan pandangannya kepada Liu Huan, "Apa yang kamu lakukan?" ucap Shiori dengan aura yang gelap.
"Aku kan sudah bilang tadi, tapi diganggu oleh prajurit yang masuk," ujar Liu Huan ketakutan.
__ADS_1
[Semangat tuan rumah, punya istri ternyata tidak se enak yang dipikirkan]
“Tolong!” teriakan liu huan mengudara di dalam ruangan sembari di siksa oleh Shiori.