
Di lorong rumah Qi Zuyan, terdapat seorang pria yang sedang gelisah menunggu kedatangan nya. Saat ia melihat Qi Zuyan berjalan dengan seorang pria, ia bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri mereka. Sementara itu, Liu Huan yang berdiri di samping Qi Zuyan menatap tajam pria itu sambil mengingat-ingat tentang keluarga Lin.
"Inilah orang yang saya maksud," ucap Qi Zuyan.
"Salam," sapanya kepada mereka berdua.
"Ada apa sehingga kamu mencari Shiori?" tanya Qi Zuyan.
"Saya tidak tahu, ketika saya sedang membersihkan area altar Keluarga Lin, tiba-tiba ayah Shiori, Lin Chen, memerintahkan saya untuk mencari nyonya muda," jawab pria itu.
Sementara Qi Zuyan sedang berbicara dengan pria itu, Liu Huan masih berusaha mengingat- ingat untuk mencari tahu siapa pria itu. Dari penampilan dan wajahnya, Liu Huan merasa pernah bertemu dengannya.
Pada saat itu, Shiori datang dari arah belakang. Ia berjalan mendekati Liu Huan dengan rambut yang masih basah, menunjukkan bahwa ia baru saja selesai mandi.
"Jendral We? Kenapa kamu ada di sini?" sapa Shiori.
Seketika Liu Huan ingat, pria itu adalah We, seorang jendral dari pasukan Shiori ketika mereka sedang berperang.
Saat ia kembali dari lamunannya, Liu Huan terkejut melihat Shiori yang sudah berada di sampingnya.
"Shiori? Sejak kapan kamu di sini?" tanya Liu Huan.
"Hmm... Bukankah kamu yang menyuruhku untuk bersiap-siap dan menyusul mu?" balas Shiori.
Liu Huan teringat bahwa ketika mereka hendak meninggalkan kamar, ia menyuruh Shiori untuk bersiap-siap dan menyusulnya ke luar. Dengan kehadiran Shiori di sana, pembicaraan menjadi lebih mudah. Qi Zuyan yang merasa lelah untuk berdiri mengajak mereka berbicara di ruang makan.
Setibanya di sana, Qi Zuyan memanggil para pelayan dan menyuruh mereka untuk membuat makanan.
"Dari mana kamu tahu bahwa saya ada di sini?" tanya Shiori.
"Saya sama sekali tidak menyangka akan bertemu dengan Anda di sini, Nyonya Muda. Pada saat saya ingin mencari Anda, saya sempat bingung untuk mencari Anda di dunia yang luas ini. Ketika saya pergi ke kota, saya tidak sengaja mendengar informasi bahwa ada sebuah acara di negeri matahari terbit. Karena itu, saya memutuskan untuk mencari Anda di sini terlebih dahulu," jawab Qi Zuyan.
"Begitukah."
Shiori mengangguk paham. "Lalu, dari mana kamu tahu bahwa saya berada di kediaman Qi Zuyan?"
"Kalau itu, ketika saya tiba di sini, ada seorang pria bernama Ling Xiu yang sempat membicarakan tentang anda di sebuah warung bersama seorang wanita ," ujar Qi Zuyan.
"Haha.. jadi mereka ya," gumam Liu Huan, membuang wajah dengan ekspresi yang datar.
Di saat mereka berbicara santai, para pelayan datang. Meja yang sebelumnya kosong seketika berubah menjadi penuh dengan makanan yang enak.
"Makanlah, jangan sungkan-sungkan. Anggap saja ini rumahmu sendiri," ajak Qi Zuyan kepada mereka.
Namun, pada saat itu entah kenapa Shiori tidak memiliki nafsu makan. Setelah mencicipi masakan Liu Huan, makanan yang lain terasa sangat jauh berada di bawah masakan suaminya.
Melihat Shiori yang memainkan makannya, Liu Huan mendekat.
"Ada apa?" tanya Liu Huan.
"Tidak ada, aku hanya merasa tidak terlalu menyukainya," jawab Shiori.
__ADS_1
Mendengar ucapan Shiori, Liu Huan langsung paham apa yang dimaksudkan. Untuk pertama kalinya, Liu Huan akhirnya bisa merasakan sensasi punya pacar yang sama dengan dunianya sebelumnya.
Liu Huan mengeluarkan sisa burger yang ia buat dan memberikannya kepada Shiori.
"Kalau begitu, mari kita bertukar. Kamu makan ini dan aku menghabiskan makananmu," kata Liu Huan.
Shiori langsung menyetujuinya, ia mengambil burger yang berada di tangan Liu Huan dan mencicipinya dengan senang.
"Haha.... Aku tidak pernah melihat ekspresi nyonya muda seperti itu," ucap We, melihat Shiori tersenyum senang.
"Hmm... Masa? Dari beberapa hari yang lalu, ekspresinya juga seperti itu," balas Qi Zuyan yang ikut menatap ke arah mereka berdua.
"Iya, ketika di rumah saya melihat nyonya muda sangat bermartabat bagaikan bunga es yang tidak bisa disentuh dan selalu memaksakan dirinya hingga batas kemampuannya," tambah Liu Huan.
Mendengar hal itu, Qi Zuyan menghembuskan nafas panjang. Dengan makanan yang masih berada di mulutnya, ia berkata, "Kalau begitu, bukankah ini bagus?"
Jendral We setuju dengan ucapan Qi Zuyan. Dengan usianya yang tidak muda lagi, wajah yang mulai keriput, ia tidak menyangka bisa melihat orang yang ia jaga sejak kecil tersenyum bebas seperti itu.
Setelah sarapan selesai, percakapan mereka menjadi serius lagi.
"Nyonya, ikutlah dengan saya kembali ke kediaman keluarga Lin."
"Tidak."
"Kenapa, Nyonya?"
"Aku tidak mau. Setelah aku berkelana mencari suamiku, untuk apa aku kembali ke rumah?"
"Tapi, Nyonya, ayah Anda terlihat sangat panik. Bahkan ibu Anda juga sampai mengeluarkan keringat karena mengetahui tamu yang akan datang ini."
Mendengar tentang ibunya membuat Shiori sedikit melunak. Ia melepaskan cengkeraman tangannya dari baju Liu Huan.
"Kenapa dengan ibu?"
"Saya tidak tahu. Ketika ia menerima informasi dari ayah Anda, seketika keringat keluar dari wajahnya."
Qi Zuyan dan Liu Huan yang menjadi pengamat dari pembicaraan mereka berdua mencoba untuk berkomunikasi.
"Bagaimana menurutmu, Qi Zuyan?"
"Liu Huan?"
Qi Zuyan terkejut. Tiba-tiba dari dalam pikirannya, ia mendengar suara Liu Huan.
"Aku tidak tahu. Jika kau memberikan sedikit informasi, mungkin aku tahu sesuatu."
Dengan saling membuat kontak mata, mereka berdua berbicara menggunakan telepati.
"Ibu Shiori, Lin Yujie berada di ranah master realm tahap akhir. Jika kultivator yang berada di ranah itu berkeringat dingin, siapa tamu yang datang?"
Mengetahui informasi yang diberikan oleh Liu Huan, Qi Zuyan mulai mengolahnya. Cukup lama ia terdiam sampai akhirnya kembali berbicara.
__ADS_1
"Jika seperti itu, saya ragu bahwa tamu yang datang bukan berasal dari dunia kita."
"Maksudnya?," Liu Huan tidak paham dengan ucapan dari Qi Zuyan.
"Di dunia ini terdapat dua bagian, satu dunia kita atau bisa dikenal sebagai dunia bawah, dan satu lagi adalah dunia atas tempat para kultivator alam dewa berada."
"Jadi menurutmu, tamu yang datang itu adalah salah satu dari orang dunia atas?"
Qi Zuyan mengangguk, menandakan bahwa tebakan dari Liu Huan itu benar.
Tidak terasa sudah satu jam berlalu, setelah menemukan solusinya, Liu Huan mengelus manja kepala Shiori yang membuat Shiori terlihat seperti kucing yang sedang dielus.
"Shiori, pergilah bersama dengannya."
"Tidak mau."
"Jangan keras kepala, jika kamu mendapatkan masalah di sana, aku akan segera langsung berlari dengan cepat bahkan memutus kecepatan cahaya untuk datang menyelamatkanmu."
Mendengar ucapan Liu Huan, Shiori luluh. Awalnya ia tidak mau, tetapi akhirnya mau ikut pulang untuk menyambut tamu itu dengan syarat bahwa jika ia memerlukan bantuan, Liu Huan harus segera datang untuk menyelamatkannya.
"Sistem, apakah kita bisa?" gumam Liu Huan.
[Tenang saja, tuan rumah. Dengan kemampuan Anda sekarang, bukanlah hal yang mustahil untuk dilakukan.]
Liu Huan menyetujui syarat tersebut. Jenderal We yang mengetahui kabar itu menjadi lega dan segera bersiap-siap. Begitu juga dengan Shiori, setelah selesai pembicaraan, ia beranjak dari sana dan berjalan kembali ke kamar untuk mengambil barang-barangnya, ditemani oleh Liu Huan.
"Terima kasih banyak atas jamuanmu," ucap Jendral We memberikan hormat.
"Tidak apa-apa. Kebetulan kami juga ingin sarapan pagi," balas Qi Zuyan.
Ketika Shiori datang bersama Liu Huan ke gerbang depan, Jendral We bertanya, "Sebelum saya pamit, saya ingin bertanya kepada saudara. Sebenarnya, ada hubungan apa antara saudara dengan nyonya muda?"
Dengan tatapan yang ramah sambil membelai Shiori, Liu Huan menjawab, "Aku adalah suaminya."
Mendengar hal itu, Jendral We langsung menatap Shiori untuk memastikan kebenarannya. Shiori mengangguk dengan wajah bahagia.
"Syukurlah kalau begitu"
Mereka berdua pamit dari kediaman Qi Zuyan, Shiori yang berhadapan dengan Liu Huan merasa bimbang dengan pilihannya.
Mereka berdua pamit dari kediaman Qi Zuyan, saat Shiori berhadapan dengan Liu Huan untuk pamit ia merasa bimbang dengan pilihannya. Liu Huan yang berada di depannya tersenyum tipis sambil meyakinkan Shiori,
"Jangan khawatir, kita tidak akan berpisah terlalu lama."
Mereka berdua berbalik badan dan melangkah pergi dari sana. Dengan hati yang bimbang, Liu Huan yang baru menyadari keimutan dan kecantikan Shiori melangkahkan kakinya selangkah dan berteriak, "Shiori, jujur aku lebih suka kamu yang sekarang! Jadi tunggu aku di sana!"
Shiori yang mendengar hal itu, tersenyum lepas.
"Dasar suami bodoh, ternyata dia juga tidak ingin aku pergi"
[Misi baru tersedia : lewati ujian naga, Hadiah : Rumah pribadi di lembah Naga. Gagal : Ingatan anda akan hilang]
__ADS_1