Aku Bukanlah Master Sungguhan

Aku Bukanlah Master Sungguhan
Chapter 13 : Kecurigaan


__ADS_3

Aku Bukan Master Sungguhan


CH 13 : Kecurigaan


Satu hari setelah kejadian itu, Shiori terlihat sibuk mempersiapkan pasukannya untuk pergi ke medan perang melawan Sekte Langit Biru. Para prajurit dan anggota keluarga Lin terlihat berlalu-lalang di halaman utama rumah keluarga.


“Kakak ipar, apa yang harus kita lakukan?” tanya Liu Huan yang duduk bersama Lin di tepi halaman dekat pohon.


“Aku juga tidak tahu, adik ipar. Terlalu panas untuk bisa bergerak dari sini,” ujar Lin sambil mengipas dirinya.


“Iya juga ya,” balas Liu Huan merasa gerah.


Pada hari itu, siang hari entah kenapa menjadi sangat panas. Lin dan Liu Huan yang biasanya suka berkeliaran menjadi sangat malas bergerak dari tempat mereka karena cuaca yang begitu panas.


Saat mereka berdua tengah asik berteduh di tepi halaman, ibu Shiori, Lin Yujie, berjalan ke arah mereka. “Apakah enak berteduh di sini?” ujarnya sembari mendekat.


“Ibu, kenapa ibu ke sini?” tanya Lin yang melihat Lin Yujie mendekat.


“Tidak ada, ibu hanya berjalan-jalan saja mengamati suasana,” balas Lin Yujie sambil duduk di samping mereka.


Suasana menjadi hening beberapa saat, Lin Huan yang merasa ibu Shiori menatapnya dari tadi membuat Liu Huan sedikit takut. “Ada apa lagi ini, kenapa dia selalu menatapku?” gumam Liu Huan terlihat panik di dalam hati.


“Hei, Lin Yang, bantu aku sebentar di sini!” teriak Shiori melambaikan tangannya dari jauh.


“Hadeh, padahal hari panas begini,” keluh Lin Yang berdiri dari tempatnya dan pergi ke arah Shiori.


“Waduh, gak benar nih. Lebih baik aku pergi dari sini,” gumam Liu Huan ketika ditinggal oleh Lin.


Saat Liu Huan ingin berdiri, Lin Yujie menahan tangannya. “Mau kemana, menantu?” tanya Lin Yujie dengan senyum tipis.


“Anu… aku mau mengambil minuman dulu di kamar, Ibu mertua,” ucap Liu Huan terbata-bata.


“Aku tahu tempat yang lebih baik untuk mendapatkan air,” balas Lin Yujie, berdiri dari tempatnya.

__ADS_1


Ia membawa Liu Huan dengan paksa dan pergi ke sebuah tempat. “Eh, eh….” Ucap Liu Huan yang seketika dibawa oleh Lin Yujie.


Setelah beberapa lama, Liu Huan dan Lin Yujie tiba di sebuah tempat yang menakjubkan. Mereka berdiri di tepi sebuah kolam dengan air yang begitu jernih, di mana air mancur yang mengalir dari atas gunung menambah keindahan alam tersebut. Beberapa bunga liar tumbuh di sekitar kolam, dan terdapat beberapa kursi batu yang tersusun rapi di dekatnya. Di atas kepala mereka, terlihat awan putih yang berarak perlahan-lahan di langit biru.


Lin Yujie membuka tangannya dan menikmati embusan angin sepoi-sepoi yang menghembuskan udara segar ke wajahnya. "Ini adalah tempat rahasia keluarga kami," ujarnya sambil tersenyum. "Kami menyebutnya 'Kolam Surgawi'."


Liu Huan memandangi pemandangan yang indah dengan kagum. Ia merasa seperti berada di alam surgawi yang menyejukkan hati. "Luar biasa indahnya tempat ini," ucapnya terkesima.


"Ya, tempat ini menjadi tempat bersemayam nenek moyang keluarga Lin. Kami sering datang ke sini untuk bermeditasi atau sekadar menikmati alam," jelas Lin Yujie sambil duduk di salah satu kursi batu.


Liu Huan mengikuti dan duduk di samping Lin Yujie. Ia merasakan suasana yang tenang dan damai, serta keindahan alam yang terhampar di depan matanya seperti lukisan impresionis yang membuat hatinya terasa tenang.


“Jadi, untuk apa kita kesini?” tanya Liu Huan, setelah beberapa saat menikmati keindahan alam.


Mendengar ucapan Liu Huan, Lin Yujie beranjak dari tempatnya dan berjalan ke belakang Liu Huan dengan langkah yang ringan seperti bayangan yang menyusup.


“Kamu tahu kan, Shiori adalah anakku yang paling berharga. Sebagai ibunya, aku harus memastikan bahwa suami dari anakku dapat menjadi pelindungnya ketika ia sedang menghadapi sebuah masalah,” ucap Lin Yujie dengan suara yang halus namun tegas.


“Terus, hubungannya dengan ku apa?” tanya Liu Huan, mencoba memahami maksud Lin Yujie.


“Umm… apa yang ibu mertua bilang, aku hanya berada di ranah inti dasar tahap awal. Bukankah dari aura ku bisa tergambar jelas?” balas Liu Huan dengan suara yang sedikit gugup.


“Jangan berbohong. Mungkin bagi mereka, kamu adalah seorang yang berada di ranah inti dasar tahap awal, tapi bagi ku yang sudah berada di ranah Master Realm tahap awal, aura mu berbanding terbalik dengan yang kau katakan,” ucap Lin Yujie dengan suara yang tegas namun berwibawa. Ia menghunuskan pedangnya ke arah Liu Huan, memancarkan sinar yang tajam seperti sinar matahari yang menyinari bumi.


Lin Yujie adalah seorang wanita yang memiliki penampilan yang memukau. Wajahnya berbentuk oval dengan mata yang besar dan bulat yang selalu memancarkan kecerdasan. Rambutnya yang panjang dan hitam terurai indah di bahunya, memberikan kesan anggun dan feminin.


Dalam kultivasinya, Lin Yujie berada di ranah Master Realm tahap awal. Hal itu terlihat dari aura yang terpancar dari tubuhnya yang menandakan kekuatan yang luar biasa. Tubuhnya terlihat tegap dan kokoh, menandakan kekuatan fisik yang tak kalah hebat.


Pada saat ini ia menggunakan pakaian dengan jubah berwarna biru tua yang dipenuhi dengan bordiran emas. Pedang yang selalu disandangnya terlihat mengkilap dalam sinar matahari. Tidak sulit untuk melihat bahwa ia adalah seorang yang memiliki kemampuan bertarung yang luar biasa.


Meskipun memiliki kesan yang anggun dan lembut, Lin Yujie terlihat kuat dan tegas dalam sikapnya. Tatapan matanya yang tajam dan penuh percaya diri menunjukkan bahwa ia adalah seorang yang pantang menyerah dalam mencapai tujuannya.


"Sistem apa yang harus aku lakukan?" pikir Liu Huan dalam hati, mencoba untuk tenang dan berpikir dengan jernih.

__ADS_1


[Kenapa tuan rumah harus pusing? Bukankah tinggal kita perlihatkan saja?] balas sistem dengan santai


"Namun, bagaimana caranya?" tanya Liu Huan, masih merasa bingung dengan ucapan sistem.


"Tunggu, kenapa kamu diam saja?" tanya Lin Yujie, melihat Liu Huan yang terdiam.


[Sudahlah, begini caranya...] jawab sistem mengambil alih.


Karena Liu Huan tidak menjawab pertanyaan-nya, Lin Yujie berjalan maju dengan aura ancaman yang begitu kuat, tapi saat itu dengan seketika. “Jangan Bergerak” ucap Liu Huan


"Apa itu? Monster apa yang kamu miliki, Liu Huan?" ujar Lin Yujie ketakutan, melihat gambaran malaikat maut di belakang Liu Huan.


Liu Huan menggaruk kepalanya. "Baiklah, karena kamu adalah ibu dari Shiori, maka akan kuperlihatkan tingkat kultivasiku yang sebenarnya," ucapnya.


Tiba-tiba, sebuah angka yang fantastis muncul dari telapak tangan Liu Huan, tanpa bantuan batu pengukur. Liu Huan dapat mengeluarkan angka kultivasinya sendiri.


"Tidak mungkin! Mengapa seorang yang agung seperti Anda mengunjungi kediaman kami?" ucap Lin Yujie dengan hormat setelah melihat angka itu.


Liu Huan hanya menggelengkan kepala. "Tidak, tidak. Tidak usah seperti itu, Ibu Mertua," katanya dengan rendah hati.


"Sungguh, aku tidak tahu apa-apa tentang hal ini," gumam Liu Huan dalam hati. “Sistem apakah ini sudah cukup?”


[Selamat, Tuan Rumah. rasa suka Lin Yujie kepada anda meningkat dengan sangat pesat.] notifikasi dari sistem memecah keheningan.


"Masih juga mendapatkan notifikasi seperti ini," gumam Liu Huan, terkejut.


Dengan ragu, dibawah tekanan aura dari Liu Huan, Lin Yujie mencoba untuk memohon. "Tuan, sebagai seorang ibu, saya meminta tolong agar Anda menjaga anak saya. Saya tidak ingin Shiori terluka karena orang lain."


Melihat hal itu, Liu Huan mengambil nafas panjang. Ia menyuruh sistem menghilangkan aura kultivasinya dan berjalan ke arah Lin Yujie yang terlihat begitu ketakutan. "Serahkan saja padaku. Shiori adalah istriku dan menjadi tanggung jawabku mulai dari sekarang."


Sementara itu, di rumah kediaman Lin. “Shiori, bukankah ini sudah sangat berlebihan” ucap Lin Yang, kehabisan tenaga


“Tenang kakak, masih ada 20 barang lagi yang harus kita atur” ucap Shiori tersenyum kecil

__ADS_1


“Adik ipar, Tolong aku!” teriak Lin Yang kelelahan.


“Ayo kak, kita berangkat” kata Shiori, menarik Lin Yang.


__ADS_2