
Di samping sebuah podium yang berada di depan altar acara, beberapa rombongan datang dengan penuh penjagaan. Ketika mereka memasuki tempat tersebut, semua orang yang berada di sana langsung terdiam. Suara hiruk pikuk dari orang-orang yang berada di sana langsung menghilang seketika.
Saat rombongan itu sampai di podium, seorang tetua yang terlihat berusia lebih dari satu abad naik ke atas podium tersebut. Dengan rambutnya yang putih, matanya yang hitam, dan kulitnya yang berkeriput, membuat pandangan semua orang tertuju padanya.
"Semua harap tenang, kali ini tetua dari Serikat Master Pil Dunia akan memberikan kata sambutan," ucap salah satu pengawalnya.
Setelah ucapan dari salah satu pengawalnya, orang tua itu mulai berbicara, "Sebelumnya, saya ucapkan terima kasih banyak atas antusiasme kalian yang begitu luar biasa. Mungkin beberapa dari kalian belum mengenal saya. Perkenalkan saya Qi Zuyan, salah satu tetua yang mengurus Serikat Master Pil di dunia ini."
Liu Huan yang berada di sana terlihat cukup santai, bersama dengan teman barunya Li Wei, mereka mendengarkan kata sambutan dari Qi Zuyan dengan seksama.
"Pada hari ini, bertepatan dengan 100 tahun acara telah berlangsung. Acara ini juga telah sangat membantu para kultivator dan kehidupan kita di dunia ini karena telah menghasilkan penerus yang sangat berbakat dan dapat diandalkan. Jadi, pada hari ini saya berharap akan ada sebuah keajaiban dari para peserta. Semoga salah satu dari kalian dapat membuat pil yang bisa memudahkan para kultivator untuk bisa menembus ranah master realm dengan mudah"
Di tengah pidato yang sedang berlangsung, Liu Huan tampaknya sedikit mengantuk. Melihat Liu Huan hampir tertidur, Li Wei menegurnya.
"Hei, Liu Huan, bangun!"
"Eh, ada apa?"
"Astaga, berani sekali kau tidur ketika tetua agung berbicara di depan."
"Hmm, biarkan saja. Lagian, tujuan utama acara ini kan untuk mencari master pil selanjutnya, bukan untuk mendengarkan ocehan dari pak tua itu."
"Terserah kau saja."
Mendengar ada sepasang peserta yang berbicara di depannya, Qi Zuyan berkata, "Sepertinya kita kedatangan dua peserta baru hari ini."
Sontak, semua pandangan tertuju pada mereka.
"Kalian berdua, apakah kalian tidak keberatan memperkenalkan diri kalian kepada kami?" Tanya Qi Zuyan sambil mengelus jenggotnya.
Mendengar itu, Li Wei langsung memberikan hormat dan memperkenalkan dirinya.
"Izin memperkenalkan diri, tetua. Saya adalah Li Wei, satu-satunya utusan dari sekte Maha Raja."
__ADS_1
Mendengar perkenalan diri Li Wei, semua orang yang berada di sana terkejut. Mereka tidak menyangka salah satu sekte terkuat di daratan akan mengirimkan salah satu petingginya ke acara ini.
"Haha, bagus-bagus. Semoga kau dapat memberikan kejutan kepada kami. Lalu yang berada di sampingmu, apakah anda bisa memperkenalkan diri kepada kami?"
Liu Huan beranjak dari tempatnya dan berjalan ke arah Qi Zuyan. Tepat di hadapannya, Liu Huan berkata, "Perkenalkan saya, Liu Huan. Terima kasih."
Lalu, ia kembali ke tempatnya.
"Huu, apa-apaan perkenalan diri itu?"
"Masa cuma segitu saja?"
"Ayolah, bung, yang benar jika ingin memperkenalkan diri."
Suara protes dari semua orang bergemuruh memenuhi tempat acara.
"Sudah-sudah, mari kita lanjutkan saja. Liu Huan, semoga kau dapat memberikan saya sebuah kejutan," tegur Qi Zuyan, memberhentikan masa.
"Tenang saja, saya akan memberikan anda kejutan yang tidak dapat anda bayangkan," balas Liu Huan dengan mantap.
Setelah cukup lama menyampaikan pidatonya akhirnya Qi Zuyan sampai pada kalimat terakhirnya.
"Dengan ini acara master pil yang ke 100 resmi di buka! Para peserta lomba bersemangat lah dan buktikan bahwa diri kalian layak untuk dunia"
Setelah Qi Zuyan selesai berbicara, atmosfer di ruangan menjadi semakin terisi oleh semangat dan harapan. Para peserta dan pengunjung menatap satu sama lain dengan penuh semangat dan antusias yang begitu tinggi.
Qi Zuyan turun dari podium dan bergabung dengan rombongan menuju tempat yang telah disiapkan khusus untuknya.
"Baiklah, terima kasih kami ucapkan kepada tetua dari Serikat Master Pil Dunia. Para peserta, harap bersiap-siap di tempat yang telah disediakan," ucap pembawa acara mengambil alih pembicaraan.
Setelah semua peserta berkumpul, acara dimulai. Dalam waktu 2 jam, tujuan dari perlombaan ini adalah untuk membuat sebuah pil. Setiap peserta bebas untuk membuat pil apa pun yang sesuai dengan keinginan mereka. Di setiap meja, tersedia bahan-bahan yang diperlukan oleh para peserta lomba. Mulai dari bahan yang mudah dicari hingga sangat sulit untuk ditemukan, semuanya tersusun dengan rapi di sana.
"Sistem, sekarang apa yang akan kita lakukan?" gumam Liu Huan sambil bersiap-siap di tempatnya.
__ADS_1
[Kali ini tuan rumah akan membuat sebuah pil terobosan]
"Apa itu?" tanya Liu Huan.
[Singkatnya, ini adalah pil untuk membantu kultivator menembus ranah dengan lebih mudah tanpa harus menerima efek samping dan karma dari perbuatan mereka yang memaksa melawan langit]
"Begitukah. Kalau begitu, bukankah mereka akan mendominasi pil ini?" tanya Liu Huan.
[Tenang saja tuan, mereka tidak akan bisa]
Di seberang tempat Liu Huan, Li Wei terlihat sudah memulai proses pembuatan pilnya. Ia dengan cermat memilih bahan-bahan untuk membuat pilnya, yang berguna ia masukkan ke dalam keranjang dan yang tidak berguna ia singkirkan.
Ketika ia mengalihkan pandangannya ke Liu Huan, Li Wei melihat Liu Huan yang masih berpikir keras di tempatnya.
"Dasar, apakah dia pikir ini acara untuk senang-senang?" gumam Li Wei.
Liu Huan berdiri di belakang meja kerjanya dengan alat-alat dan bahan-bahan yang tersedia di depannya. Ia terlihat sedang dalam keadaan berpikir keras, mencoba mengembangkan ide dan strategi untuk membuat pil yang sempurna.
Sementara itu, di sekelilingnya, peserta lainnya telah memulai langkah mereka masing-masing. Ada yang sibuk mencampurkan bahan-bahan, memanaskan dan mencampurnya dengan hati-hati. Ada juga yang terlihat sangat fokus dalam memilih bahan-bahan yang tepat untuk pil mereka.
Suasana di altar itu terasa sangat sibuk dan serius. Para peserta saling berlomba-lomba untuk menciptakan pil terbaik, dengan sorak sorai yang terdengar dari penonton yang berada di tempat itu.
Meski begitu, Liu Huan tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh keadaan sekelilingnya. Ia terus berpikir dan merencanakan setiap langkahnya dengan matang. Ia tahu bahwa setiap detik dalam waktu 2 jam ini sangat berharga dan ia harus memanfaatkannya sebaik mungkin.
Setelah beberapa saat berpikir dan berdebat dengan sistem, Liu Huan membuka matanya. "Baiklah, mari kita mulai membuat pil ini," ujarnya dengan penuh semangat.
Sementara perlombaan berlangsung, di luar kota ada seseorang perempuan yang menunggangi kuda dengan napas terengah-engah turun dan berjalan cepat memasuki kota.
"Haha..." suara nafas dari orang itu mengiringi langkahnya yang cepat. "Liu Huan, semoga kamu berada di sini."
Tepat di depan pintu altar lomba master pil, perempuan itu memandangi dengan tajam salah satu peserta dari perlombaan.
"Akhirnya, setelah beberapa hari aku bisa bertemu dengan mu lagi"
__ADS_1
Dengan langkah yang mantap, ia memasuki tempat acara tersebut