
Di malam hari setelah kejadian itu, Liu Huan yang tidur bersama dengan Yin dan Yang bangun dari tempatnya. Ia berjalan perlahan keluar dari tenda menuju tempat Ling Er ditahan. Yin, yang pada saat itu tidur disampingnya, merasakan pergerakan Liu Huan.
Ketika Liu Huan keluar, Yin membuka matanya dan membangunkan Yang. "Yang, bangun. Sepertinya dia sudah bergerak."
Dengan wajah yang baru bangun dan nyawa yang masih belum terkumpul, Yang perlahan-lahan bangun dari tempatnya dan mengikuti Yin keluar dari tenda.
"Hmm... dimana dia ditahan. Teknik Peminjaman dari sistem: Indra ke enam."
Liu Huan berjalan sambil mengamati area sekitar. Di malam yang dingin dengan suasana yang begitu sepi membuatnya lebih leluasa untuk memeriksa pemukiman bandit. "Kakak, menurutmu apa yang dia lakukan?"
"Hmm... aku tidak tahu. Tapi-"
Tiba-tiba, Yin teringat dengan ekspresi wajah Liu Huan ketika kelompok tadi siang datang.
"Jadi begitu, Yang, mari ikut aku."
Dengan senyum sinis, ia mengajak Yang untuk mengambil jalan memutar.
[Tuan, sepertinya ada aura anak kecil dari arah sana]
Liu Huan menolehkan pandangannya ke arah yang dimaksud oleh sistem. Saat itu, di sebuah rumah kecil yang memiliki atap dari jerami, terlihat ada aura dari seorang anak kecil dan dua orang pria.
"Sialan, apa yang mereka lakukan!" ujar Liu Huan dengan geram.
Dengan cepat, ia berlari ke arah rumah itu. Di dekat jendela rumah yang terbuka, ia mengintip apa yang terjadi di dalam.
"Haha... boss, sepertinya kita mendapatkan gadis perawan malam ini," kata salah satu dari dua orang pria yang terlihat sangat menjijikan dengan wajah mesum melihat tubuh Ling Er yang kecil.
"Tenang aja, setelah saya bermain-main dengannya, akan saya kasih kesempatan kepadamu," ujar pria yang lain.
Terdengar suara serak dari Ling Er yang mencoba melepaskan diri dari atas meja dengan tangan yang terikat. "Lepaskan! Lepaskan aku!"
Salah satu dari mereka berjalan perlahan dan mencengkram mulutnya yang kecil. "Hei gadis bodoh, tenang dulu. Biarkan kami bermain-main denganmu."
Dengan air mata yang mulai keluar, Ling Er menggigit tangan pria itu.
TAP!
Tiba-tiba, sebuah tamparan keras melayang ke wajahnya.
"Sialan, sakit sekali!" ujar pria itu dengan wajah yang emosi.
Karena sudah marah Ia mulai membuka pakaiannya, dan temannya yang berada di sana juga bergegas membuka pakaiannya dan perlahan-lahan membuka baju Ling Er.
"Kakak Liu Huan, tolong aku!" terdengar suara harapan keluar dari mulut kecil Ling Er sambil berlinang air mata melihat mereka yang mulai melepaskan bajunya.
__ADS_1
"Haha... siapa dia? Mana mungkin ada orang yang bangun pada jam segini?" tanya salah satu dari mereka.
"Lagian, ini di kawasan kami. Tidak ada yang berani memasukinya tanpa izin."
Liu Huan yang melihat hal itu dari luar jendela, mengepalkan tangannya dengan erat serta emosi yang tergambar jelas dari wajahnya.
"Sudah cukup sistem, kali ini aku tidak akan mengikuti arahan mu."
Ketika mereka mulai membuka pakaian Ling Er, tiba-tiba...
BRAK!
Pintu rumah itu melayang ke ujung dinding. "Siapa?!"
Sontak dua orang itu langsung memalingkan wajah mereka ke belakang. Tapi, dengan cepat Liu Huan mengeluarkan tekniknya.
"Teknik berpedang tahap awal: pembelah awan." Seketika dua orang itu berubah menjadi seperti daging yang dipotong halus-halus. Dengan emosi yang tidak dapat dibendung, Liu Huan menatap potongan daging dengan wajah datar tanpa emosi.
"Wah seperti yang kau duga kak, ternyata dia menyembunyikan kemampuan aslinya." "Sepertinya ini akan menjadi menarik."
Di atas rumah itu, Yin dan Yang sedang mengamati pergerakan Liu Huan yang dilanda emosi.
Liu Huan memasukkan pedangnya ke dalam sarung lalu berjalan ke arah Ling Er yang menutup matanya dengan wajah yang sangat ketakutan. "Ling Er sekarang sudah tidak apa-apa, kakak datang untuk membantumu."
Mendengar suara yang sangat mirip dengan Liu Huan, Ling Er langsung membuka matanya. Dengan wajah yang lega, Ling Er menangis menatap Liu Huan yang berada di depannya. "Hua......."
Di malam yang begitu sunyi, tangisan dari Ling Er mengisi kekosongan yang ada di tempat itu. Ketika Liu Huan ingin membebaskan Ling Er, terdengar beberapa langkah kaki dari pintu masuk.
[Tuan, sepertinya Anda sedang berada dalam masalah]
Dengan cepat, Liu Huan mengeluarkan pedangnya dan menatap tajam ke arah pintu masuk.
"Halo kak, sepertinya kakak sedang bersenang-senang di sini. Kenapa tidak ajak kami juga?" ucap dua orang yang ia kenal dengan wajah yang terpampang senyuman jahat, membuat Liu Huan menjadi waspada ketika mereka memasuki rumah.
"Jadi begitu, sebenarnya apa identitas kalian berdua, Yin dan Yang?" tanya Liu Huan, menatap tajam ke arah mereka.
Melihat Liu Huan yang cukup tegang membuat mereka tambah semangat.
"Tidak usah terlalu takut kakak. Bukannya kita itu satu kelompok," ujar Yin dengan senyum jahat.
"Memangnya sejak kapan kalian menganggap saya sebagai bagian dari kalian?" tanya Liu Huan lagi.
Mendengar ucapan Liu Huan, mereka berdua saling bertatapan. Seketika,
"Kapan ya? Apakah kau tahu, dek?" tanya Yin.
__ADS_1
"Hmm... Tidak. Bukannya kita hanya menganggap dia sebagai mainan," tambah Yang.
Di situasi itu, Liu Huan yang terpojok dengan Ling Er yang berada di belakangnya harus berpikir keras.
"Bagaimana ini, apa yang harus aku lakukan?"
Di dalam lamunannya itu, sebuah pesan dari sistem terpampang di depannya. [Mengkonfigurasi tekat dari tuan rumah. Mengubah misi: Lakukan apapun yang tuan rumah sukai. Hadiah misi: masih sama seperti sebelumnya. Hukuman: jika gagal kultivasi dihapuskan.]
Dengan pesan itu, kebingungan yang menyelimuti Liu Huan hilang seketika. Melihat Liu Huan yang tersenyum membuat mereka berdua menjadi waspada.
"Dengarlah kalian berdua, saatnya untuk latihan tata Krama," ucap Liu Huan tiba-tiba dengan aura intimidasi yang kuat.
Melihat itu, mereka berdua menjadi berkeringat dingin.
"Waduh, sepertinya ini akan sedikit menyakitkan," ucap Yin, melihat aura yang berbeda dari Liu Huan.
Mereka berdua langsung bergerak dengan cepat dan mengeluarkan senjata yang disembunyikan di balik baju.
"Rasakan ini, Teknik assassin: Pembunuh Kilat!"
Sebuah kilatan cahaya keluar dari dua bilah pedang kecil yang dipegang oleh Yin.
BUM!
Suara benturan keras terdengar hingga ke luar rumah, membuat para bandit yang lain terbangun dari tidur mereka.
"Haa.. suara apa itu?"
"Bangun, bangun, sepertinya ada penyusup!"
"Mari ke sana!"
Di dalam rumah, Liu Huan dengan santai menahan teknik yang dikeluarkan oleh Yin. Mendengar suara langkah kaki yang cukup banyak, membuat Liu Huan kembali berpikir keras.
"Sial, sepertinya ini akan menjadi pertarungan yang tidak adil."
Melihat kakaknya kesulitan, Yang langsung mengeluarkan pedangnya dan menyerang Liu Huan dari arah belakang. Namun, tingkat kultivasi mereka yang berbeda membuat Liu Huan dengan mudah dapat bertahan dan menghindari serangan itu.
"Mari kita serius."
Dengan mengeluarkan pedangnya, Liu Huan mulai menjadi serius. Melihat Liu Huan yang serius, Yin dan Yang berusaha menjaga jarak dengannya. Namun, tiba-tiba tanpa mereka sadari, Liu Huan sudah berada di belakang mereka.
"Sial!"
"Dia cepat sekali kak!"
__ADS_1
"Teknik berpedang tahap awal: Pembelah Awan!"