Aku Bukanlah Master Sungguhan

Aku Bukanlah Master Sungguhan
Chapter 24 : Lost Control


__ADS_3

Dalam pertarungan antara Yin dan Yang melawan Liu Huan, situasi terlihat cukup serius dan tegang. Liu Huan dengan santai menahan teknik yang dikeluarkan oleh Yin dan Yang, sementara dua orang itu sendiri tampak berkeringat dingin dan berusaha menjaga jarak dengannya. Namun, tanpa mereka sadari, Liu Huan dengan cepat bergerak dan sudah berada di belakang mereka.


Yin dan Yang panik dan berusaha untuk menghindari serangan Liu Huan dan melancarkan serangan balasan, tetapi Liu Huan dengan mudah menghindari serangan balik mereka dan melancarkan serangan pedang yang cepat dan tajam. Serangan pedang itu dengan mudah membelah udara dan menciptakan suara benturan keras ketika menabrak senjata musuh.


Yin dan Yang mencoba untuk mengembangkan teknik-teknik mereka, tetapi mereka tampaknya tidak mampu menandingi kecepatan dan ketepatan Liu Huan dalam menggunakan pedang. Terkadang, Yin dan Yang dapat melancarkan serangan balik yang cukup kuat, tetapi Liu Huan dengan mudah menghindarinya dan melancarkan serangan balasan yang lebih kuat dan mematikan.


"Sial, ternyata kau lebih hebat dari pada yang kami duga," ujar Yin dan Yang kelelahan


"Tenang saja untuk saat ini aku masih setengah serius"


"Haha... Benarkah?"


HIAT!


Pertarungan berlanjut dengan cepat, dan ketegangan terus meningkat saat Liu Huan memperlihatkan keahlian pedang yang luar biasa.


Dalam keputusasaan, Yin dan Yang memutuskan untuk bergabung dan mengeluarkan teknik gabungan yang mereka kembangkan bersama-sama. Dua pedang kecil Yin bersinar terang, sedangkan kapak besar Yang terlihat siap untuk melancarkan serangan.


"Rasakan ini, Teknik gabungan : Pembunuh Malam!" seru Yin dan Yang bersamaan.


Ketika serangan gabungan itu dilepaskan, terlihat seolah-olah langit malam yang cerah dipenuhi dengan kilatan cahaya terang dari senjata mereka. Serangan itu dengan cepat meluncur ke arah Liu Huan, dan tampaknya tidak ada tempat yang aman bagi musuh untuk bersembunyi.


Namun, Liu Huan dengan cepat menghindari serangan itu dan melancarkan serangan balasan dengan teknik pedang yang lebih kuat dan lebih mematikan daripada sebelumnya. Serangan Liu Huan dengan mudah memotong serangan gabungan Yin dan Yang menjadi dua bagian, meninggalkan mereka terkejut dan tersungkur ke tanah.


"Ternyata teknik gabungan kalian masih jauh dari cukup," kata Liu Huan dengan senyum angkuh di wajahnya.


"Baiklah, sekarang mari kita akhiri ini"


Ketika Liu Huan ingin menghabisi mereka berdua, tiba-tiba sebuah aura kultivasi yang kuat muncul di depan rumah. Ternyata itu adalah bos bandit Dao Fan yang datang dengan para anggota bandit yang lain.


"Hahaha, saya melihat ada pertarungan menarik di sini. Mengapa tidak mengajak saya bergabung?" tanya Dao Fan sambil tersenyum sinis.


Liu Huan, yang sedang fokus pada Yin dan Yang, kaget melihat kedatangan Dao Fan. "Kenapa? Apakah saya mengganggu waktu kalian?"


"Sial, kenapa kau harus datang segala," ujar Liu Huan yang sudah kelelahan.


Mendengar ucapan Liu Huan membuat Dao Fan tertawa. Para anggota bandit yang ikut bersamanya mulai memasuki rumah itu. "Sekarang apakah kau bisa mengalahkan kami semua?" ucap Dao Fan sambil tersenyum sinis.


Ketika melihat kawanan bandit memasuki rumah, Yin dan Yang langsung bergegas bangkit dari tempatnya dan mundur ke dalam pasukannya.


"Maafkan kami, boss. Sepertinya dia lebih kuat dari yang kami bayangkan," ucap Yin dan Yang sambil memberi hormat.


"Haha... tidak usah kalian pikirkan, selanjutnya serahkan saja kepada yang lainnya," jawab Dao Fan.


Setelah itu, Yin dan Yang pergi untuk mengobati cidera mereka.

__ADS_1


"Sial, bagaimana ini? Di satu sisi aku harus menjaga Ling Er dan di sisi lain aku harus berhadapan dengan mereka," gumam Liu Huan panik.


"Kalian semua, serang dia!" perintah Dao Fan.


Seketika semua bandit yang berada di sana langsung berlarian menuju Liu Huan dengan senjata mereka yang tajam dan mematikan.


Liu Huan yang pada saat itu cukup kelelahan langsung menggendong Ling Er dan kabur melalui jendela yang berada di belakangnya.


"Sialan, jangan kabur kau!" ucap salah satu dari mereka.


Melihat Liu Huan yang kabur, Dao Fan menjadi geram. Ia kembali memberikan perintah, "Kalian semua kejar dia, jangan sampai dia keluar dari sini hidup-hidup."


Mendengar ucapan Dao Fan, para anggota bandit langsung berpencar ke segala arah untuk menemukan keberadaan Liu Huan.


"Dasar sialan, jika kau tertangkap, akan kubunuh kau," ucap Dao Fan keluar dari rumah itu.


Di dalam sebuah hutan yang berada di dekat sana, Liu Huan dan Ling Er bersembunyi di bawah batu-batu yang terlihat seperti sebuah goa kecil. "Akhirnya, untuk sekarang kita bisa bersembunyi dari mereka."


Melihat Liu Huan yang kelelahan, Ling Er merasa khawatir. Dengan ragu-ragu, ia menarik baju Liu Huan dan berkata, "Kakak, maafkan Ling Er kak, karena Ling Er kakak berada dalam masalah seperti ini."


"Apa yang kamu bicarakan, Ling Er?"


"Karena, karena jika saja Ling Er tidak tertangkap oleh mereka, mungkin kakak tidak akan menjadi buronan mereka seperti ini."


Melihat Ling Er yang sangat khawatir dengannya, membuat Liu Huan teringat akan adik kecilnya sebelum reinkarnasi. Ia kemudian mendekat ke arah Ling Er dan mencubit pipi yang terlihat seperti bakpao itu.


"Aduh, kakak sakit-sakit."


"Kamu paham kan? Jadi jangan merasa bersalah seperti itu lagi, oke?"


"Aku paham, aku paham, kak."


Liu Huan melepas cubitannya setelah Ling Er mengerti. Ling Er pada saat itu langsung mengelus pipinya karena merasa kesakitan.


[Tuan, apakah kau butuh bantuan?]


"Kebetulan sekali, apakah kau bisa membantu ku?"


[Tentu saja saya bisa, memberikan teknik pinjaman sistem : assassin]


"Apa itu?"


[Assassin merupakan salah satu teknik pinjaman yang tuan dapatkan dari sistem. Teknik ini dapat membuat tuan bergerak tanpa ketahuan oleh orang lain.]


Setelah sistem menjelaskan teknik itu kepada Liu Huan, akhirnya ia mengerti. Ketika Liu Huan ingin meninggalkan goa, ia menyuruh Ling Er untuk menunggunya disana.

__ADS_1


"Ling Er, kamu tunggu kakak disini"


"Baik kak, hati-hati ya"


Liu Huan mengangguk kan kepala dan keluar dari dalam goa. Saat keluar dari sana, ia melihat ada para bandit yang sedang melakukan pencarian di sekitar hutan.


"Bagus, kalau begitu mari kita coba teknik ini"


"Mari kita coba teknik pinjaman dari sistem: assassin," ucap Liu Huan dengan percaya diri.


Setelah mengaktifkan teknik itu, Liu Huan menjadi lebih waspada dan terampil dalam gerakannya. Ia bisa bergerak tanpa suara dan terlihat seperti bayangan yang bergerak cepat di antara pohon-pohon di hutan.


Para bandit yang sedang mencari Liu Huan tidak menyadari keberadaannya. Mereka hanya mendengar suara angin yang berdesir dan dedaunan yang bergeser.


Tanpa menunda-nunda, Liu Huan langsung melakukan serangan secara diam-diam kepada mereka semua, hingga akhirnya semua bandit yang sedang mencarinya tumbang seketika tanpa tahu siapa yang melakukan hal itu kepada mereka.


"Siap, berarti tinggal mengalahkan ketua bandit itu dan membebaskan semua tahanan."


[Selamat karena telah mengalahkan para bandit, menghapus teknik pinjaman sistem: assassin]


"Hadeh, kenapa tidak bisa lebih lama lagi sih."


Setelah mengalahkan mereka semua, Liu Huan langsung bergegas pergi ke goa tempat Ling Er berada. Namun, ketika ia sampai kesana terlihat sebuah bercak darah dari pintu masuk goa.


"Ling Er!"


Dengan khawatir, Liu Huan memasuki goa itu, namun disana ia tidak dapat melihat Ling Er.


"Sial, siapa yang menemukan lokasi kami?"


Karena tidak menemukan Ling Er di dalam goa, Liu Huan langsung bergegas keluar dan kembali ke pemukiman para bandit. Saat sampai disana, ketika Liu Huan memasuki tempat itu, tempat itu malah terlihat sangat sepi seperti tidak ada orang sama sekali. Namun, saat sampai di tengah pemukiman, Liu Huan langsung disambut oleh Dao Fan, pemimpin dari para bandit, yang keluar dari persembunyiannya.


"Akhirnya kau datang juga, bocah," ucap Dao Fan tersenyum licik.


"Sialan, dimana Ling Er?" balas Liu Huan emosi.


"Tenang dulu, mari kita bicara santai."


Dengan perasaan was-was, Liu Huan mengamati sekitar sambil mengawasi Dao Fan yang berjalan-jalan mengelilinginya.


"Tenang saja, bukankah semua pasukanku sudah kau habisi?"


"Sudah cukup, di mana Ling Er?"


Melihat wajah Liu Huan yang gelisah, Dao Fan tersenyum jahat. Ia langsung memanggil Yin dan Yang keluar dari tempat mereka. Pada saat itu, adrenalin Liu Huan terpacu, darahnya mendidih, dan emosinya meledak ketika melihat darah dari pipi Ling Er.

__ADS_1


"Sialan, Akan kubunuh kalian semua!"


[Peringatan: Tuan rumah lost control]


__ADS_2