
Pagi hari tiba, Liu Huan membuka matanya. Saat ia bangkit dari tempat tidur, ia melihat Shiori yang tertidur pulas di sisinya. Wajahnya yang tersenyum membuat Liu Huan merasa bahagia, ia mengelus halus rambut Shiori sambil melihat wajahnya yang sedang tertidur.
Dahulu, ia tidak pernah bisa merasakan hal ini. Bahkan, saat mereka hanya pegangan tangan saja, Shiori langsung membersihkan tangannya dengan kain. Namun, sekarang semuanya berbeda.
Malam sebelumnya, Shiori lah yang mengambil inisiatif untuk naik ke atasnya dan melakukan hal tersebut. Karena kejadian tadi malam, membuat leher Liu Huan masih terasa sakit karena digigit oleh Shiori. Begitu pun dengan bagian tubuhnya yang lain, masih terasa lelah dan lemah. Ia tidak menyangka bahwa Shiori akan menjadi se agresif itu.
Liu Huan beranjak dari tempat tidur, mengenakan pakaiannya, dan berniat untuk pergi ke dapur membuat makanan untuk mereka.
Di luar kamar yang dipinjamkan oleh Qi Zuyan, terlihat dua temannya, Ling Xiu dan Li Wei, sedang berkelahi.
"Apa yang kalian lakukan?" tanya Liu Huan mendekat.
Ketika Liu Huan mendekat, mereka berdua berhenti berkelahi. Mengambil kesempatan itu, Ling Xiu langsung berlari ke arah Liu Huan.
"Sahabatku, lihat apa yang wanita iblis itu lakukan," ujar Ling Xiu sambil bersembunyi di belakang badan Liu Huan.
"Apa yang kau katakan? Bukankah kau yang memancing emosi ku terlebih dahulu?" bantah Li Wei.
"Hadeh, kalian berdua. Aku tidak tahu kapan kalian menjadi cukup akrab, tetapi mengapa kalian harus berkelahi sepagi ini?" kata Liu Huan sambil menepuk dahinya.
"Jangan salahkan aku. Aku hanya ingin menemui mu. Tetapi siapa sangka, di tempat duduk itu ada makanan yang kelihatannya enak," jawab Ling Xiu.
"Itu makananku," protes Li Wei.
"Siapa yang suruh tidak ada orang ketika aku datang?" ujar Ling Xiu.
"Sudahlah, berhentilah berkelahi. Kalian lapar kan? Kalau begitu, tunggulah sebentar. Aku akan memasak sesuatu untuk kalian," kata Liu Huan.
Liu Huan meredakan perkelahian mereka dan menawarkan masakannya sebagai solusi alternatif.
Mendengar hal itu, mereka berdua setuju. Liu Huan pergi ke dapur, sedangkan Ling Xiu duduk di bangku taman. Dan Li Wei melanjutkan latihannya.
"Baiklah, mari kita lihat apa yang harus aku buat," kata Liu Huan.
Liu Huan memeriksa isi dapur yang penuh dengan bahan-bahan dan rempah-rempah, membuatnya sedikit bersemangat. Di sana ia tidak menyangka akan terdapat bahan-bahan yang sepertinya sangat ia kenali.
"Haa... Aku tidak menyangka timun, patty dan tomat akan ada di dunia ini. Bagus, kalau begitu, aku akan membuat burger yang enak. Sudah cukup lama aku tidak memakannya."
[Tuan rumah, bukankah anda lebih baik memeriksa hadiah penyelesaian misi sebelumnya]
Sistem tiba-tiba muncul di hadapannya, membuat Liu Huan sedikit kaget.
"Astaga"
"Kalau bisa tolong jangan muncul seperti itu, bagaimana jika aku terkena pisau" tegur Liu Huan
[Maafkan saya, tapi anda saja yang terlalu lebay]
__ADS_1
"Apa kau bilang"
Karena tidak ingin ribut dengan sistem, Liu Huan langsung membuka inventori. Disana, ia melihat ada beberapa barang dari hadiah penyelesaian misi sebelumnya.
Liu Huan menekan satu per satu barang dan membaca informasi yang terdapat dari barang itu.
"Hmm... Teknik berpedang halilintar dan api kah. Bagus juga, kalau begitu mari kita gunakan"
Liu Huan menekan konfirmasi dan seketika dua buku yang berada di inventori nya menghilang.
[Selamat tuan rumah karena telah mempelajari teknik berpedang halilintar dan api]
"Sistem buka informasi status"
Seketika papan status tampil. Disana terlihat stat dan juga kekuatan dari Liu Huan. Dari beberapa bulan yang lalu, sekarang stat Liu Huan sudah sangat meningkat pesat. Terlebih di sana ada beberapa tambahan kemampuan, seperti 'Teknik berpedang halilintar dan api'.
"Bagus, dengan ini aku bisa menjadi semakin kuat untuk melindungi orang-orang yang ku sayangi" gumam Liu Huan bahagia.
Disaat itu, Liu Huan mulai mengambil bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat burger. Ia mencuci timun dan tomat yang sudah dipotong-potong dengan air mengalir dan meletakkannya di piring.
Selanjutnya, ia mengambil daging sapi segar yang berada di atas meja dan membentuknya menjadi dua buah patty yang rata dan tidak terlalu tebal. Setelah itu, ia menambahkan garam dan lada ke dalam daging sapi yang sudah dibentuk dan memijatnya agar bumbu meresap ke dalam daging.
Liu Huan menyiapkan panci di atas kompor dan menyalakan api sedang. Setelah itu, ia menambahkan sedikit minyak sayur ke dalam panci dan menunggu minyak panas.
Setelah minyak panas, ia memasukkan patty daging sapi ke dalam panci dan menggorengnya hingga matang. Sambil menunggu, ia mengambil roti burger dan membuat mayones dari campuran minyak dan mentega.
"Akhirnya selesai juga," ujar Liu Huan sambil pergi dari dapur dengan membawa empat burger yang telah ia buat. Ketika Ling Xiu melihat Liu Huan kembali, ia langsung berjalan menghampiri nya.
"Liu Huan, apa yang kamu buat?" tanya Ling Xiu.
"Ini adalah masakan dari tempat asal ku, coba lah," jawab Liu Huan sambil memberikan satu burger kepadanya. Li Wei juga mendekat dan menerima satu burger dari Liu Huan.
"Jangan sungkan, cobalah dulu. Aku harap sesuai dengan selera kalian," ujar Liu Huan.
Mereka berdua membuka bungkus yang menutupi burger, pada saat gigitan pertama, mata mereka berdua menjadi bulat. Rasa yang belum pernah mereka coba lumer di dalam mulut.
Percampuran antara sayuran dan daging membuat mereka berdua dengan lahap memakannya.
"Wah, apa ini? Ini enak sekali, Liu Huan," ucap Ling Xiu sambil memakan burger dengan lahap.
"Aku benci mengakuinya, tapi ini memang sangat enak," ujar Li Wei yang juga memakan burger dengan terburu-buru.
Melihat mereka berdua menyukainya, Liu Huan merasa senang. Ia tidak menyangka bahwa masakannya akan berhasil di dunia ini.
"Bagus lah, kalau begitu. Dengan ini pertengkaran kalian selesai," ujar Liu Huan sambil pamit dari sana dan berjalan menuju kamarnya. Ketika pintu kamarnya dibuka, Liu Huan melihat Shiori yang bangun dari tidurnya.
Dengan selimut yang menutupi badannya, Liu Huan menatapnya dengan penuh perhatian. Ia berjalan memasuki kamar dan mendekat ke arah Shiori.
__ADS_1
"Bagaimana dengan tidurmu? Apakah nyenyak?" tanya Liu Huan.
"Umm... Aku tidak tahu, karena malam kemarin aku merasa sangat capek," ucap Shiori manja sambil memeluk Liu Huan.
"Ayo bangun, aku membawakan sesuatu untukmu," ajak Liu Huan sambil menyodorkan satu burger yang ia buat kepada Shiori. Shiori yang ingin dimanja oleh Liu Huan, menyandar ke dadanya.
"Apa ini?" tanya Shiori menodongkan kepalanya ke atas dan menatap mata Liu Huan.
"Ini adalah burger, coba saja. Aku yakin rasanya enak," balas Liu Huan sambil tersenyum lembut.
Shiori membuka bungkus burger, pada saat itu ia terlihat sangat bingung dengan cara makan burger itu. Liu Huan yang berada di belakangnya memberitahu bahwa ia hanya perlu menggigit bagian dari burger itu.
Pada gigitan pertama matanya membulat, terkejut dengan rasa yang ada pada makanannya. wajahnya terlihat sangat senang dan puas saat mencicipi rasanya. Setelah beberapa gigitan, dia tidak bisa menahan lagi dan langsung menggigit besar-besar sampai burger itu habis.
"Wah, rasanya sangat enak! Terima kasih banyak sudah membuatkan burger ini untukku, Suami," ucap Shiori dengan suara terkejut dan gembira.
"Syukurlah jika kamu suka," balas Liu Huan sambil mengelus rambut Shiori yang lembut.
Di dalam kamar suasana begitu sangat hangat dan menenangkan. Pada saat itu entah kenapa, dunia serasa milik mereka berdua.
"Umm... Saya mohon maaf, tapi kita kedatangan tamu yang mencari Shiori," kata Qi Zuyan tiba-tiba.
"Uwah... Sejak kapan kau berada di sana?" tanya Liu Huan terkejut.
"Maafkan saya, semenjak kalian sedang bermesra-mesraan, saya sudah berada di sini," jawab Qi Zuyan.
Shiori menjadi sangat malu, wajahnya memerah sehingga menutup dirinya dengan selimut yang digunakan.
"Kenapa tidak mengetok pintu?" tanya Liu Huan.
"Haa... Sudah berapa kali saya mengetuk, tapi tidak ada balasan dari kalian berdua."
Menyadari kelalaian nya, Liu Huan tidak ingin memperpanjang masalah ini.
"Yah, bisa dibilang ini juga kesalahan kami," kata Liu Huan sambil memandang Shiori dengan hangat, lalu mengelus rambutnya sebelum beranjak dari sana.
"Lalu, apa yang ingin kamu sampaikan, Tetua Qi Zuyan?" tanya Liu Huan.
"Haha... Jangan terlalu formal denganku, panggil saja namaku," jawab Qi Zuyan.
"Baiklah, kalau begitu."
"Ada seseorang yang mengaku dari keluarga Lin mencari Shiori. Ia memberitahu saya bahwa ayahnya Shiori menyuruhnya untuk pulang karena ada tamu istimewa yang akan datang."
Mendengar hal itu, telinga Liu Huan menjadi tegak.
"Tolong tunjukkan jalan ke tempat orang itu."
__ADS_1
"Baiklah, mari ikuti aku."