
"Hadeuh, dasar dia. Kenapa bisa-bisanya lepas kendali? Untung saja aku masih sempat membantunya."
Di suatu tempat yang tidak diketahui, terlihat seseorang yang berwujud manusia sedang duduk di atas sebuah kastil yang megah.
"Ya, mau bagaimana lagi. Aku juga yang membawanya ke dunia itu. Semoga dia dapat menyelesaikan alasan utama dari reinkarnasi yang telah diberikan untuknya."
Manusia yang tidak terlihat wajahnya sedang mengamati layar besar yang menampilkan kondisi Liu Huan yang sudah sadar dari kehilangan kendali.
"Izanagi, tidak, seharusnya sekarang Liu Huan. Semoga kamu tidak akan kecewa dengan akhir yang menunggumu."
Dengan senyum cerahnya, orang yang mungkin seorang dewa terus mengamati layarnya sambil menjalankan tugasnya yang lain.
Sementara itu, Liu Huan yang sudah tenang bersama Ling Er mulai membebaskan para penduduk yang disekap dan disiksa oleh para bandit.
Setelah beberapa kelompok dibebaskan oleh mereka, Ling Er akhirnya bertemu dengan kakak kandungnya yang terlihat masih berusia 23 tahun dengan tubuh cukup gendut dan rambut putih panjang.
"Kakak!" teriak Ling Er sambil berlari menuju tempat kakaknya berada. Ling Xiu, kakaknya Ling Er, yang pada saat itu terbangun karena pertarungan Liu Huan, menatap adik kecilnya dengan rasa lega dan penuh haru karena adik kesayangannya masih hidup.
Setelah Liu Huan menghancurkan tempat mereka, seketika semua yang berada di sana bersorak bahagia. Ling Xiu, yang berada di gerombolan itu, memeluk Ling Er dengan erat dan menggendongnya. Melihat Liu Huan yang mengamati dari depan, Ling Xiu langsung berjalan sambil menggendong Ling Er menuju ke arahnya.
"Salam kenal, saya Ling Xiu. Kakak kandungnya Ling Er," ucap Ling Xiu.
"Salam kenal juga, saya Liu Huan. Seorang pengembara yang kebetulan lewat di desa kalian," jawab Liu Huan.
"Oh ya, kakak. Kak Liu Huan sudah banyak membantu ku loh," kata Ling Er dengan senyum terpampang jelas di wajahnya.
"Begitukah? Syukurlah. Kak Liu Huan, apakah ada hal yang anda harapkan dari hal ini?" tanya Ling Xiu.
"Jangan terlalu formal, kita hanya beda beberapa bulan. Dan lagi, saya melakukan ini cuma karena emosi dengan mereka yang melukai seorang imut seperti Ling Er," jawab Liu Huan.
Mendengar ucapan dari Liu Huan, entah kenapa membuat Ling Er menjadi malu dan bertingkah aneh.
__ADS_1
"B-bodoh, aku pergi bantu yang lain dulu," ucap Ling Er dengan wajah yang memerah.
Dengan wajah mereka yang menahan tawa, Liu Huan dan Ling Xiu hanya bisa memperhatikan Ling Er dari jauh.
"Permisi, tuan. Mohon maaf karena mengganggu pembicaraan Anda." Tiba-tiba, seorang pria tua yang penuh keriput menggunakan tongkat mendekati mereka.
"Kepala desa," sahut Ling Xiu.
Dengan perasaan gelisah sambil beberapa kali melihat ke belakang ke arah penduduk desa yang lain, ia berkata, "Mohon maafkan saya. Jika tuan berkenan, apakah tuan dapat membantu kami membangun kembali desa kami yang telah hancur itu? Mungkin tuan sudah melihat sendiri bagaimana keadaan di sana."
Liu Huan yang pada saat itu menatapnya merasa prihatin. Ia sudah mengerti bagaimana keadaan desa mereka. Tempat seperti itu sungguh tidak layak lagi disebut sebagai sebuah desa.
"Aku tidak bisa menggunakan kemampuan untuk membuat desa seperti semula. Lagian, kemampuan apa itu? Bukankah sangat curang jika punya kekuatan seperti itu?" bimbang Liu Huan, memikirkan cara untuk menolong mereka.
Tiba-tiba, sebuah pesan dari sistem melayang di depannya.
[Selamat karena telah memusnahkan pasukan bandit dan menolong warga desa. Hadiah telah dikirimkan ke dalam inventori.]
"Maafkan saya, tuan. Maafkan saya karena telah berani meminta hal itu kepada Anda. Padahal Anda sudah menyelamatkan kami semua, tapi saya malah ingin menyusahkan Anda lagi."
"Eh, ah, tidak apa-apa," balas Liu Huan seketika setelah mengecek inventori yang hanya bisa dilihat oleh dirinya. "Tenang saja, kepala desa. Saya akan membantu kalian sebisa saya."
Seketika semua orang kembali bersorak dengan riang. Mereka bergegas keluar dari tempat yang sudah hancur itu menuju ke desa mereka yang tidak jauh dari lereng bukit.
Setelah mendapat bantuan dari Liu Huan, para penduduk desa bergegas untuk segera kembali ke desa mereka yang telah hancur. Mereka memulai perjalanan kembali dengan langkah yang cepat dan penuh semangat.
Mereka harus menempuh jalan yang cukup jauh untuk sampai ke desa mereka, tetapi mereka tidak keberatan karena sudah memiliki harapan dan semangat baru setelah Liu Huan berkata akan membantu membangun kembali desa mereka.
Perjalanan mereka tidak mudah karena mereka harus melewati lereng bukit yang curam dan terjal. Mereka melewati hutan dan sungai, dan berjalan melalui jalan berbatu yang licin karena air hujan yang masih menetes dari pohon-pohon yang di atas mereka.
Ketika mereka mendekati lereng bukit, para penduduk desa mulai merasa cemas. Mereka tahu bahwa markas bandit yang sebelumnya mereka taklukkan berada di atas bukit, dan mereka takut jika para bandit masih berkeliaran di daerah tersebut.
__ADS_1
Namun, Liu Huan yang sudah menghabisi mereka semua memberikan kepercayaan kepada para penduduk desa. Dia memimpin kelompok dan membawa mereka dengan aman melewati lereng bukit, dan memberi semangat kepada mereka agar tidak takut.
"Ling Er, kau tahu. Sepertinya dia bakalan menjadi seseorang yang luar biasa di kemudian hari," ucap Ling Xiu yang menggendong Ling Er
"Kalau begitu kenapa kakak tidak ikut saja dengannya"
"Sepertinya ide bagus"
Setelah melalui perjalanan yang panjang dan melelahkan, mereka akhirnya tiba di desa mereka yang hancur. Mereka melihat pemandangan yang menyedihkan, bangunan yang roboh, pohon-pohon yang tumbang dan lingkungan yang penuh dengan kehancuran.
Walaupun begitu, para penduduk desa merasa terharu karena mereka bisa kembali ke sana. Ketika mereka ditangkap dan dijadikan budak oleh para bandit, mereka tidak pernah berpikir bahwa mereka bisa kembali hidup-hidup ke sana. Melihat Liu Huan yang menyelamatkan mereka membuat harapan itu kembali dan menciptakan perasaan sedih yang tidak dapat dijelaskan.
Untuk kerusakan desa sendiri, semua orang yakin bahwa mereka bisa membangun kembali desa mereka yang indah dan makmur dengan bantuan dari pahlawan mereka.
Melihat kegembiraan mereka, Liu Huan merasa sedikit canggung dengan perhatian yang diberikan kepadanya.
"Astaga, kenapa walaupun sudah bereinkarnasi aku masih merasa gugup dengan orang-orang,"
Ling Xiu yang terakhir memasuki desa menurunkan Ling Er dan berjalan menuju ke arah Liu Huan yang terlihat tidak nyaman dengan suasana seperti itu.
"Liu Huan, mari ikut aku sebentar" ucap Ling Xiu menarik tangan liu huan.
"Eh? Mau kemana?"
"Sudah, ikuti saja aku"
Mereka berjalan keluar desa dan Ling Xiu berhenti di sebuah hamparan tanah kosong di belakang desa. Ia melepaskan tangan Liu Huan dan memandanginya dengan serius. Para penduduk desa yang tadi terlihat sibuk dengan kebahagiaan mereka mulai berbaris di belakang Ling Xiu dengan teratur dan rapi.
"Liu Huan, selamat datang di desa kami!" ucap Ling Xiu dengan tegas dan penuh semangat.
Melihat sambutan yang begitu hangat, Liu Huan merasa terharu. Ia menggaruk telinganya yang tidak gatal dengan tangannya dan membalas, "Dasar kalian, kalau begitu, mohon bantuannya!"
__ADS_1