
Matahari yang tertutup awan membuat suasana menjadi lebih sejuk. Di altar acara, semua peserta terlihat sedang berusaha mengeluarkan semua kemampuan yang mereka miliki.
Liu Huan sempat tertinggal karena memikirkan pil yang akan dibuat, namun ia mulai mengejar peserta yang lain. Liu Huan dengan cermat memilih bahan-bahan yang berkualitas dan menyusunnya di atas meja kerjanya.
Dengan hati-hati, ia memotong dan memisahkan bagian yang tidak diinginkan dari bahan-bahan tersebut. Ia mengikuti instruksi sistem dan mengolah bahan-bahan itu dengan sempurna.
Setelah bahan-bahan sudah terolah dengan baik, Liu Huan memulai proses pembentukan pil dengan sangat hati-hati. Ia menggunakan tangan yang lembut dan penuh perhatian untuk membentuk pil menjadi bentuk yang sesuai dengan keinginan sebelum memasukkan nya kedalam tungku pembakaran.
Para dewan juri dan tetua serikat master pil merasa takjub dengan kemampuan Liu Huan. Caranya memotong bahan, menggunakan bagian yang penting, dan memilih bahan berkualitas terlihat seperti seorang master yang telah menguasai seluk beluk bahan yang digunakan.
"Haha... Ternyata perkataan yang ia bilang tadi bukan hanya sekadar omong kosong," ucap Qi Zuyan yang sempat meremehkan Liu Huan. Ia seketika tidak bisa mengalihkan pandangan dari proses pembuatan pil yang dilakukan oleh Liu Huan.
Melihat Liu Huan yang mulai serius, Li Wei tidak mau kalah. Ia menggunakan teknik yang telah dipelajari selama beberapa tahun. Teknik yang begitu indah sehingga membuatnya seperti sedang menari dengan bahan-bahan yang digunakan. Ia memilih bahan-bahan dengan cermat dan hati-hati, mencari tahu setiap keunikan dan kelemahan bahan-bahan tersebut agar dapat menghasilkan pil yang terbaik.
Setelah memilih bahan yang tepat, Li Wei mulai melakukan proses pembuatan pil dengan teknik-teknik khusus yang ia pelajari selama bertahun-tahun. Ia memotong bahan-bahan tersebut dengan presisi dan cermat, menggunakan bagian-bagian yang paling penting dan menghindari bagian-bagian yang kurang berkualitas.
Ketika memasak bahan-bahan tersebut, Li Wei menggunakan api dengan intensitas yang tepat dan mengatur suhu dengan cermat. Ia memperhatikan setiap detail dalam proses pembuatan pil, termasuk waktu pemasakan dan pencampuran bahan-bahan tersebut.
Tak lupa, Li Wei juga mengandalkan pengalaman dan intuisinya untuk menambahkan bahan-bahan tambahan yang dapat meningkatkan kualitas pil yang ia buat. Ia memilih bahan-bahan tersebut dengan hati-hati dan memperhatikan setiap rasa dan aroma yang dihasilkan.
Meskipun persaingan yang begitu ketat, Li Wei tetap tenang dan fokus dalam membuat pil terbaik. Ia tahu bahwa kesabaran dan ketelitian sangatlah penting dalam pembuatan pil berkualitas, dan ia tidak ingin melakukan kesalahan yang dapat merusak kualitas pil yang ia buat.
"Hoo... Sepertinya peserta kita pada kali ini sangat tidak ingin kalah. Bagus, bagus. Memang untuk membuat sebuah pil yang berkualitas, ketekunan dan kerja keras sangat diperlukan."
Melihat peserta lain yang semakin serius membuat Qi Zuyan merasa bahagia. Untuk pertama kalinya, ia menghadiri acara Master Pil dengan suasana yang begitu kuat dan seru. Setelah menjadi pengawas selama lebih dari 30 tahun, ini adalah pengalaman baru yang menyenangkan baginya.
"Begitu bagus, sepertinya kita akan segera menyelesaikan ini," gumam Liu Huan sambil memotong bahan-bahan untuk pilnya.
[Tuan, sepertinya saya merasakan ada aura Shiori dari bangku penonton]
Seketika Liu Huan terkejut dan mencari-cari keberadaan Shiori di antara para penonton.
Melihat reaksi Liu Huan, Li Wei menjadi heran dan bertanya, "Liu Huan, ada apa?"
"Tidak ada, aku hanya ingin melihat bunga-bunga yang berkualitas di bangku penonton untuk menjernihkan mataku," jawab Liu Huan.
"Begitukah? Kau ini mesum," ejek Li Wei.
__ADS_1
Saat mereka sedang bercanda, sistem menyela lagi, [Tuan, lihat ke depan anda, di sebelah kanan arah jam 2]
Ketika Liu Huan menoleh, ia tersentak karena kontak mata dengan Shiori yang menatapnya dengan tajam dan aura gelap yang menyelimutinya. Liu Huan merasa takut dan khawatir.
Sementara itu, dari sudut pandang Shiori, ia merasa marah ketika melihat Liu Huan sedang berbicara dengan wanita lain. Ketika mereka berkontak mata, Shiori memberikan isyarat yang berarti, "Jauhkan dirimu darinya, atau aku akan membunuhmu."
Melihat tatapan mengerikan Shiori, Liu Huan segera memalingkan pandangannya dan fokus kembali pada pembuatan pilnya.
[Tuan, semoga kau masih bisa hidup ketika acara ini selesai.]
"Jangan begitu dong," jawab Liu Huan.
Beberapa jam telah berlalu sejak para peserta memulai proses pembuatan pil mereka. Suasana di altar acara semakin memanas dengan bau rempah-rempah dan bahan alami yang digunakan oleh para peserta.
Suasana di altar acara semakin intens dengan suara bunyi-bunyian yang dihasilkan oleh peserta dalam membuat pil mereka. Tidak sedikit dari mereka yang terlihat berkeringat dan kelelahan, tetapi mereka tetap fokus dan gigih untuk menciptakan pil terbaik yang bisa mereka buat.
Hawa dingin semakin terasa di sekitar acara saat matahari terbenam dan rembulan mulai muncul di langit.
"Sudah cukup, hentikan semua kegiatan kalian!" perintah dewan juri menghentikan para peserta lomba.
Semua menjadi hening, suasana yang begitu berisik menghilang dengan begitu cepat. Pukul delapan malam, acara Master Pil dihentikan.
"Pil apa yang kamu buat ini?" tanya Qi Zuyan.
"Izin menjawab, tetua. Ini adalah pil yang baru saya kembangkan. Efek dari pil ini dapat membuat Anda beberapa saat bisa menembus satu ranah di atas ranah kultivasi Anda sekarang," jawab Li Wei dengan percaya diri.
Mendengar penjelasan dari Li Wei, Qi Zuyan merasa terkagum. Ia mengambil pil itu dan memeriksa dengan seksama. Bulatan yang sempurna dengan warna yang tidak terlalu mencolok membuatnya terlihat indah. Dengan aroma yang harum membuat siapa saja yang berada di sekitarnya ingin segera mencicipi pil tersebut.
"Apakah saya boleh mencobanya?" tanya Qi Zuyan sekali lagi.
"Silahkan, tetua. Suatu kehormatan bagi saya," jawab Li Wei dengan sopan.
Setelah mendapatkan izin dari Li Wei, Qi Zuyan dengan teguh menelan pil yang dibuat oleh Li Wei. Seketika, sebuah lompatan aura yang begitu luar biasa menyelimuti Qi Zuyan.
"Luar biasa, saya merasakan sedang berada di akhir ranah Master Realm," ucap Qi Zuyan.
Para penonton terkagum takjub melihat aura yang dielu-elukan oleh Qi Zuyan. Dengan wajah yang puas karena pil yang ia buat berhasil, Li Wei mengalihkan pandangannya ke arah Liu Huan sambil mengisyaratkan, "sekarang giliranmu."
__ADS_1
Liu Huan yang mengerti maksud Li Wei berjalan meninggalkan tempatnya.
"Iya, iya. Sekarang giliran ku kan," ucapnya.
Ketika Liu Huan sampai di hadapan Qi Zuyan dan para dewan juri, ia mengeluarkan sebuah pil yang sangat kecil dari kantong celananya. Melihat hal itu, para dewan juri dan penonton malah tertawa dengan lepas.
"Hahaha, apa itu?"
"Sepertinya kotoran yang berada di saku celananya dia anggap sebagai pil"
"Memalukan sekali, padahal tadi dia terlihat sangat serius"
Di tengah hinaan itu, Liu Huan terlihat masih sangat santai berdiri di hadapan para dewan juri. "Astaga, apa yang si bodoh itu lakukan," ujar Shiori yang tidak terima Liu Huan dihina.
"Sudah, sudah. Liu Huan, jika boleh tahu apa yang kamu buat ini?" ucap Qi Zuyan yang melerai perbuatan mereka yang menghina Liu Huan. Karena hinaan yang diterima, Liu Huan berjalan ke arah meja dewan juri dan menatap Qi Zuyan dari dekat.
Ia menyandar di meja dan berkata,
"Apalagi, bukan kah kau meminta pil yang bisa membantu terobosan ke ranah master realm dengan mudah. Oleh karena itu, pil ini akan saya beri nama Liu Huan Pil."
Namun, ketika Qi Zuyan ingin memeriksa pil Liu Huan, seseorang berlari terengah-engah menuju Qi Zuyan.
"Tuan, tuan. Ada bahaya yang datang!" Melihat salah satu penjaga acara seperti itu, Qi Zuyan bergerak menghampirinya dan membantu untuk duduk di kursi.
"Apa yang kamu bicarakan?" tanya Qi Zuyan.
"Ada monster, monster mulai bergerak ke kota ini." "Tidak apa-apa, itu hanya seekor monster. Tenang saja, penjaga yang lain akan mengalahkannya." "Tidak, tidak akan bisa, tuan ku."
Dengan wajah yang begitu pucat, mata yang kehilangan cahaya, orang itu gemetaran.
"Monster itu sangat mengerikan, dia sudah melenyapkan pasukan garis depan yang menjaga kota ini."
"Monster apa itu, bisa kamu jelaskan lebih rinci?" "Dia memiliki dua kepala, dengan badan yang begitu besar. Dia terlihat seperti naga yang sangat mengerikan."
Mendengar penjelasan dari penjaga itu, semua orang terdiam. Dari ciri-ciri yang diberitahu mereka, semua sudah mengetahui monster apa yang dimaksud.
"Tidak mungkin, kenapa harus dia yang mengamuk sekarang?"
__ADS_1
[Misi utama terbuka : lindungi negeri matahari terbit dari monster kuno yang mengamuk. Hadiah misi : teknik berpedang nomor 1 dan 2. Gagal : Anda akan lenyap]