
[Peringatan: Segera lakukan tindakan terkait keadaan tuan rumah yang hilang kendali.]
"Hmm... Ada apa? Apakah kau sebegitu marah melihat si kecil ini?" tanya Dao Fan sambil memegang wajah Ling Er yang lebam.
[Mencoba melakukan penanganan, Penanganan gagal]
Liu Huan, yang melihat kondisi Ling Er, menjadi semakin hilang kendali dan marah saat Dao Fan terus memancingnya.
"Ayo, apakah kau tidak ingin menyelamatkan gadis ini?" tanya Dao Fan lagi sambil mencengkram wajah Ling Er yang mungil.
Tidak mau ketinggalan, Yin dan Yang ikut melakukan provokasi kepada Liu Huan. "Lihat ini, Kakak. Bukankah dia sangat sedap untuk dijadikan pemuas nafsu?"
[Mencoba kembali.....]
Seketika aura aneh muncul saat ia mengangkat kepalanya yang tertunduk.
"Ada apa? Apakah kau sudah pasrah?" tanya Dao Fan.
"Haha... Mana mungkin, Boss. Lihatlah, itu wajahnya menjadi sangat aneh," kata Yin.
"Tapi, Kak, pandangannya terasa seperti orang mati," tambah Yang.
Mereka mulai berdebat, melihat Liu Huan yang berdiri sendirian di hadapan mereka.
[Bahaya tingkat 1 : Penguncian paksa]
Dengan langkah yang terus berjalan, ucapan-ucapan aneh terdengar keluar dari mulut Liu Huan.
"Sialan, berani sekali kalian mencelakai Ling Er. Akan ku bunuh kalian semua!"
Liu Huan semakin marah dan aura intimidasi nya semakin terasa lebih kuat. Teriakan keras dari Liu Huan membuat semua benda yang berada di dekatnya terbang, dan aura kegelapan dan kehancuran terus memancar keluar dari tubuhnya.
Melihat Liu Huan yang mirip seperti monster, Dao Fan terkejut dengan kekuatan yang keluar dengan deras dari Liu Huan. Yin dan Yang juga merasa ketakutan dan terduduk takut melihatnya.
"Sialan, ini bukan seperti yang kau bilang," teriak Yin kepada Dao Fan ketakutan.
"Kalian berdua yang bilang dia hanyalah seorang sampah, bagaimana seorang sampah bisa berada di ranah para dewa?" ujar Dao Fan dengan terkejut.
[Gagal]
Liu Huan yang berjalan sempoyongan menuju ke arah mereka langsung bergerak dengan cepat. Dengan tatapan yang kosong dan keinginan membunuh yang kuat, Liu Huan mengayunkan pedangnya dan berhasil membelah kedua tangan Dao Fan.
__ADS_1
"ARGH!" erangan terdengar hingga sampai ke hutan. Dao Fan yang tidak menyadari pergerakan dari Liu Huan harus pasrah kehilangan kedua tangannya.
Setelah berhasil membelah kedua tangan Dao Fan, Liu Huan langsung berbalik ke arah Yin dan Yang yang masih terduduk takut.
"Dua sampah lagi, siapa yang ingin mati duluan?" ujar Liu Huan dengan tatapan kosong yang menakutkan.
Yin dan Yang yang merasa terancam langsung berdiri dan berlari menjauh dari tempat itu. Namun, Liu Huan dengan kekuatannya yang luar biasa mampu mengejar dan menangkap mereka dengan mudah.
"Sialan, kenapa kalian kabur? serang dia!," perintah Dao Fan sambil menahan air matanya keluar.
"Apa yang kau bilang? Apakah kau ingin kami mati di tangannya?" tanya Yin dengan ketakutan.
"Ikuti saja perintahku, sialan!" jawab Dao Fan.
"Teknik berpedang........"
Tiba-tiba, sebuah kilatan cahaya datang dan melewati mereka dengan cepat.
"Dua sampah ini benar-benar tidak bisa melakukan apa-apa," ucap Liu Huan sembari menatap ke arah Yin dan Yang yang kini sudah tidak bisa bergerak lagi.
Tanpa ampun, Liu Huan memutuskan kepala Yin dan Yang dengan satu ayunan pedang. Kedua kepala itu terlempar jauh hingga sampai ke tepi hutan.
Liu Huan yang sudah melampiaskan amarahnya masih tetap mengamuk dan menghancurkan sekitar dengan tubuhnya yang basah kuyup dan terluka.
Namun, pada saat Ling Er melihat penduduk dari desanya di arah depan, membuat Ling Er seketika menjadi panik. Liu Huan yang hilang kendali menghancurkan segalanya, dan para penduduk desa yang tepat berada di depannya sedang disekap dan tidak memiliki kunci untuk keluar dari tempat mereka ketika malam hari tiba.
"Akan kubunuh kalian semua, beraninya kalian menyakiti adik kecilku, beraninya kalian menyakiti Ling Er!" teriak Liu Huan.
Ketika itu, Ling Er tersentak. Mendengar ucapan dari Liu Huan, akhirnya dengan berani Ling Er berdiri dari tempatnya dan berlari ke arah Liu Huan yang hilang kendali.
"Kakak, sudahlah kakak. Kakak maafkan Ling Er, Ling Er sekarang sudah tidak apa-apa," ucap Ling Er dengan segenap tenaga yang ada, mencoba memeluk kaki Liu Huan.
Walaupun begitu, usaha yang diberikan oleh Ling Er terlihat seperti sia-sia, karena Liu Huan masih saja hilang kendali dan menghancurkan sekitar.
"Kakak!" teriak Ling Er mencoba untuk menenangkan Liu Huan.
"Ah!"
Ting!
Suara air jatuh di suatu tempat yang terlihat gelap. Di sana, Liu Huan terbangun dengan tubuh yang terbaring menyatu di dalamnya.
__ADS_1
"Di mana ini? Apakah saya sudah mati?" tanya Liu Huan sambil mencoba bangkit dari tempatnya yang kosong.
"Bagaimana dengan Ling Er? Apakah dia baik-baik saja?" tambahnya khawatir.
Saat sedang bingung, tiba-tiba muncul sebuah cahaya dari atas yang membuat sekitarnya menjadi terang.
"Silau," ucap Liu Huan sambil menutup matanya dengan tangan.
[Tuan rumah, jangan khawatir. Tuan belum mati] ujar suara seperti seorang anak kecil.
Mendengar suara itu, Liu Huan jadi penasaran. Setelah cahaya itu meredup, ia menghindarkan tangannya dari matanya.
"Siapa kamu?" tanya Liu Huan.
Di depannya, Liu Huan melihat sebuah cahaya berbentuk seperti seorang anak kecil dengan sepasang sayap yang berjumlah 4.
[Jangan khawatir, saya adalah pemandu anda di dunia ini. Atau bisa lebih mudahnya, saya adalah sistem anda.]
"Lalu, apa yang terjadi dengan saya dan Ling Er?" tanya Liu Huan penasaran.
[Hmm... mengapa tidak Anda lihat sendiri]
Sebuah monitor besar muncul di hadapan Liu Huan. Di sana, Liu Huan terlihat sedang mengamuk dengan mengerikan, sementara Ling Er terlihat kelelahan dan menangis.
"Ling Er!" teriak Liu Huan panik melihat kejadian itu.
"Sistem atau apapun kamu, bagaimana caranya agar saya bisa kembali ke sana?" tanya Liu Huan tergesa-gesa.
[Tenang saja, Tuan Rumah. Saya akan membantu Anda kembali ke sana dalam waktu singkat.] ujar Cahaya itu.
"Buruan," ucap Liu Huan tergesa-gesa.
[Harap bersabar, karena kejadian tadi, Anda secara tidak sengaja telah merusak beberapa penghalang saya dan mengambil semua kekuatan yang ada.]
"Sial, maafkan saya," kata Liu Huan dengan nada menyesal sambil tertunduk di hadapan layar.
[Melakukan penyesuaian, penyesuaian selesai. Tuan Rumah, sampai jumpa lagi.]
Cahaya itu menghilang dan Liu Huan seolah-olah terbang melayang kembali ke dalam dirinya yang ada di dalam monitor.
Ketika ia membuka matanya, amarah yang ada di dalam dirinya padam dan menjadi lebih tenang. "Kakak, maafkan Ling Er"
__ADS_1
Liu Huan yang pada saat itu telah tersadar melepaskan pedangnya dari genggaman dan memeluk Ling Er dengan erat.
"Syukur lah, syukur lah kamu selamat Ling Er"