Aku Bukanlah Master Sungguhan

Aku Bukanlah Master Sungguhan
Chapter 21 : Penyusupan


__ADS_3

Chapter 21 : Penyusupan


Ketika Liu Huan sedang mengawasi mereka, sebuah rombongan bandit datang dari arah belakang. Mendengar langkah kaki kuda, Liu Huan dengan cepat bersembunyi di balik pohon-pohon di sana. Di dalam rombongan itu, ia melihat beberapa orang tahanan yang berjalan di belakang mereka dengan tangan diikat dengan tali.


“Hmm... sepertinya aku punya ide,” kata Liu Huan.


Liu Huan melepaskan beberapa perlengkapannya dan menyusup ke dalam rombongan sebagai seorang tahanan. Diam-diam, ia berjalan di belakang rombongan itu. Saat ia mendekati rombongan, para tahanan melihat ke arahnya. Liu Huan menyuruh mereka untuk diam, membuat mereka memahami apa yang ingin dilakukan Liu Huan.


Karena penjaga di bagian belakang tidak ada, Liu Huan dengan mudah masuk ke dalam rombongan.


[Tuan sepertinya anda lupa dengan sesuatu]


Seketika sebuah tali mengikat tangan Liu Huan dan menyambung dengan tali para tahanan yang lain.


“Kerja bagus, sistem,” ucap Liu Huan.


Saat sampai di depan gerbang, rombongan berhenti sebentar.


“Buka gerbangnya!”


“Baik, Pak!” kata salah satu penjaga


Gerbang pemukiman dibuka, dan mereka kembali berjalan memasuki pemukiman itu. Ketika melewati penjaga, terlihat tatapan sinis dari mereka ke arah Liu Huan. Menyadari hal itu, Liu Huan mencoba tetap tenang dan menundukkan pandangannya.


Setelah mereka memasuki gerbang, rombongan bandit turun dari kuda mereka. Salah satu dari mereka berjalan ke arah para tahanan, melepaskan ikatan dan menyuruh mereka untuk mengikutinya.


“Kesini kalian semua!” perintahnya dengan nada sombong.


Di dalam pemukiman, Liu Huan melihat kondisi yang sangat memprihatinkan. Lingkungan di pemukiman tersebut terasa suram dan gelap, seolah-olah kehidupan di sana tak lagi memiliki harapan. Di sudut-sudut pemukiman itu, ia melihat banyak orang yang kelaparan dengan badan kurus, wajah cekung, dan rambut mulai rontok.


‘Sial, apa yang sebenarnya mereka lakukan di sini?’ pikir Liu Huan.


Sambil memperhatikan keadaan sekitar, Liu Huan terus berjalan mengikuti perintah dari bandit itu. Hingga mereka sampai di sebuah tenda.


“Masuklah kalian secara bergiliran” kata bandit itu.


Satu persatu para tahanan masuk ke tenda itu. Ketika menunggu giliran, terlihat wajah ketakutan dari orang-orang yang telah masuk dan keluar dari tenda itu.


‘Apa yang ada di dalam sana?’ pikir Liu Huan.


Setelah cukup lama menunggu, dibawah terik matahari yang begitu menyengat, akhirnya giliran Liu Huan tiba. Ia dengan santai berjalan masuk ke dalam tenda. Di sana, ia melihat seorang laki-laki berbadan besar sedang duduk sambil menyantap daging harimau. Laki-laki itu bernama Dao Fang, seorang pemimpin dari kelompok bandit tersebut. Ketika Liu Huan memasuki tenda, Dao Fang menatap tajam ke arahnya. Daging yang berada di tangannya diletakkan di atas meja. Ia berdiri dan berjalan ke arah Liu Huan.


"Jadi, kau adalah yang terakhir?" tanyanya.


Liu Huan hanya diam dan tidak mempedulikan omongannya. Melihat hal itu, Dao Fang bertanya sekali lagi, "Sialan, jika ada yang bertanya, jawablah!"


"Iya," jawab Liu Huan dengan nada judes.

__ADS_1


"Bagus-bagus. Kau tahu, di sini sampah seperti kalian akan sangat berguna bagi kami. Ada yang bisa menjadi penghibur, pekerja, dan bahkan ada yang bisa jadi seorang prajurit," ucap Dao Fang sambil mengitari Liu Huan.


Merasa risih karena ditatap oleh Dao Fang, membuat Liu Huan menjadi sedikit emosi. "Sialan, boleh aku bunuh dia sekarang?" pikirnya.


[Tolong tahan tuan rumah, jika anda membunuhnya disini berkemungkinan besar mereka yang berada di luar akan segera menyerang anda]


‘Sial…’


Setelah cukup lama mengamati Liu Huan, Dao Fang kembali berjalan ke tempat duduknya. Dengan pose arogan, ia menatap Liu Huan.


"Sekarang, kau akan menjadi petarung di kelompok kita."


"Duo kembar, kesini!" teriak Dao Fang yang terdengar sampai keluar tenda.


Tiba-tiba dari jauh, Liu Huan merasakan ada langkah kaki dua orang yang bergegas menuju ke arah mereka. Ketika tenda dibuka, Liu Huan melihat ada dua anak kembar yang berusia sekitar 14 tahun. Yang satu laki-laki berambut putih dengan wajah yang begitu imut dan satu lagi seorang perempuan berambut pendek dengan wajah yang serius.


"Iya, tuan. Ada apa?" tanya mereka.


"Mulai hari ini, kalian latihlah orang ini bersama kalian."


"Baik, tuan."


"Bagus, kalau begitu bawalah orang ini keluar dan mulailah melatihnya."


Mereka bertiga keluar dari tenda itu. Saat berada di luar, entah kenapa dengan serentak mereka menarik nafas lega.


"Eh?"


"Eh?"


Terjadi keanehan di antara mereka.


"Salam kenal, nama saya Yin, dan adik saya Yang," ucap anak kembar perempuan.


"Saya Liu Huan."


"Kakak, dari penampilan kakak, sepertinya kakak lebih terlatih daripada kami. Tetapi kenapa kakak bisa tertangkap?" tanya Yin.


Karena masih berada di depan tenda Dao Fang, dia yang mengajak mereka untuk pergi ke tendanya dan berbicara terkait masalah itu. Saat sampai di tenda, Yang mengamati sekitar dan menutup tirai tendanya.


“Aman,” sahut Yang kepada kakaknya, Yin.


“Baguslah, sekarang bisakah kakak kasih tahu apa tujuan kakak kesini?” tanya Yin kepada Liu Huan


Pada awalnya, Liu Huan mengira bahwa mereka akan tegas dan mencurigainya, tetapi ternyata yang terjadi malah sebaliknya.


“Hmm… sebelum itu, kenapa kalian malah berkata seperti itu? Bukankah seharusnya kalian mengikuti perintah dari pemimpin kalian?”

__ADS_1


“Kakak, kami sebenarnya juga orang yang ditangkap beberapa bulan lalu. Karena sistem kerja yang begitu keras, kami memendam emosi kepadanya.”


“Lalu, kenapa kalian tidak melawan dia saja?”


“Hadeh, jadi begini kakak. Dengan kekuatan kami yang sekarang, kami tidak akan bisa mengalahkan Dao Fan yang berada di ranah ‘Transformasi Surgawi’. Oleh karena itu, menantang dia sama saja dengan mencari mati.”


Mendengar ucapan dari Yin, Liu Huan menjadi kepikiran.


‘Sistem, jika aku berhadapan dengannya, apakah aku bisa menang dengan mudah?’


[Tentu saja tidak.]


‘Eh, kenapa bisa seperti itu?’


[Mengesampingkan tingkat kultivasi yang tuan rumah dapatkan dari menyelesaikan misi tutorial, pada saat ini tuan rumah hanya berada di ranah inti dasar tahap menengah.]


‘Sial, jadi bagaimana aku harus melawannya?’


[Cukup berlatih saja dan tunggu misi selanjutnya dari saya.]


‘Apa aku tidak bisa menggunakan kultivasi asli ku saja?’


[Tidak, menggunakan kultivasi yang didapatkan dari sistem hanya membuat anda menjadi sampah. Jika anda ingin sebuah kekuatan maka berlatihlah, banyak orang yang berakhir sukses karena kerja keras dan pengalaman mereka.]


‘Kapan aku bisa menggunakan kultivasi itu?’


[Anda boleh menggunakannya jika sedang dalam keadaan terdesak atau menyangkut soal hidup mati anda.]


‘Jadi kalau begitu sekarang aku-‘


[Tidak. Sekali saya bilang tidak ya tidak.]


Melihat Liu Huan yang terdiam, Yin dan Yang mencoba untuk memanggilnya.


“Kakak!”


“Kakak!”


“Eh, ada apa?”


Liu Huan tersadar dari lamunannya.


“Apa yang kakak pikirkan?” tanya Yin dengan wajah yang khawatir.


“Tidak ada, saya cuma berpikir bagaimana kehidupan saya akan berjalan di sini.”


“Jangan khawatir kakak, di sini kami jamin semuanya akan aman.”

__ADS_1


Dibalik ucapan tulus dari mereka berdua, ternyata tersimpan sebuah senyum jahat di belakangnya. Sementara itu, Dao Fan yang berada di tendanya terlihat sedang tersenyum sambil memakan daging kesukaannya.


“Sekarang mari kita tunggu informasi dari Duo kembar. Sebagai seorang pemimpin pasukan bandit nomor 2, apa yang akan mereka lakukan terhadap bocah itu?”


__ADS_2